banner 728x250

Sering Skip Makan? Jangan Kaget, Ini 8 Bahaya Mengintai Kesehatanmu!

sering skip makan jangan kaget ini 8 bahaya mengintai kesehatanmu portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Siapa di antara kita yang belum pernah melewatkan waktu makan? Entah karena sibuk, lupa, atau sengaja demi diet, kebiasaan ini sering dianggap sepele. Padahal, para ahli gizi sepakat bahwa ‘skip makan’ menyimpan bahaya serius yang mengintai kesehatan, baik fisik maupun mental.

Christy Harrison, seorang ahli gizi, menegaskan, "Tidak ada manfaat nyata dari kebiasaan melewatkan makan. Sebaliknya, risikonya justru berbahaya bagi tubuh." Penasaran apa saja bahaya yang mengintai? Simak 8 risiko serius ini, dilansir dari Eating Well.

banner 325x300

1. Otak Jadi Gampang Stres dan Cemas

Saat tubuh terlalu lama tidak mendapat asupan makanan, kadar gula darah akan menurun drastis. Kondisi ini memicu pelepasan hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Bukan cuma bikin tegang, tapi juga bisa mengacaukan mood dan membuatmu mudah cemas.

Peningkatan kortisol bukan hanya membuat tubuh merasa tegang, tetapi juga bisa mengganggu suasana hati. Kamu jadi mudah cemas, gelisah, bahkan lebih rentan mengalami depresi. Bahkan, studi menunjukkan skip sarapan berhubungan dengan risiko depresi dan kecemasan, terutama pada remaja.

2. Sulit Konsentrasi dan Gampang Lemas

Otak kita bekerja dengan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika kamu melewatkan makan, suplai glukosa berkurang drastis sehingga otak kesulitan bekerja optimal. Akibatnya, kamu akan merasa lemas, sulit fokus, dan gampang kehabisan energi.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga bisa menurunkan produktivitas, membuat pekerjaan terbengkalai, hingga memengaruhi kualitas interaksi sehari-hari. Jangan heran kalau kamu jadi cepat "hangry" alias lapar sekaligus marah saat melewatkan jam makan.

3. Sinyal Lapar dan Kenyang Jadi Kacau Balau

Tubuh memiliki mekanisme alami berupa hormon leptin dan ghrelin yang mengatur kapan kamu merasa kenyang dan lapar. Namun, saat kamu terus-menerus menahan lapar atau melewatkan waktu makan, mekanisme ini bisa terganggu. Akibatnya, kamu bisa kehilangan kepekaan terhadap rasa kenyang, sehingga tanpa sadar jadi makan berlebihan.

Di sisi lain, kamu juga bisa menjadi tidak peka terhadap rasa lapar yang sehat. Ini bisa menimbulkan pola makan tidak teratur dalam jangka panjang, membuat tubuh bingung kapan harus makan dan berhenti.

4. Dorongan Makan Berlebihan (Binge Eating)

Ketika kadar gula darah terlalu rendah, tubuh cenderung mencari energi cepat dari makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana. Hal ini membuat kamu lebih mudah tergoda pada camilan manis atau makanan cepat saji yang kurang nutrisi.

Lebih buruk lagi, dorongan makan yang tidak terkendali ini sering berakhir pada binge eating atau makan berlebihan dalam satu waktu. Alih-alih menurunkan berat badan, kebiasaan skip makan justru bisa berbalik arah dengan meningkatkan asupan kalori secara berlebihan dan tidak sehat.

5. Berat Badan Malah Naik dan Rentan Penyakit Kronis

Banyak orang mengira melewatkan makan bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan hal sebaliknya; skip makan, khususnya sarapan, berhubungan dengan risiko obesitas lebih tinggi. Pola makan tidak teratur juga berkaitan dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik ditandai dengan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol buruk, peningkatan gula darah, hingga penumpukan lemak di perut. Kondisi ini bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis yang lebih serius, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

6. Tubuh Kekurangan Nutrisi Esensial

Setiap kali kamu melewatkan makan, tubuh kehilangan kesempatan mendapatkan asupan gizi penting seperti vitamin, mineral, protein, maupun serat. Jika kebiasaan ini berulang, risiko defisiensi gizi akan meningkat. Tubuhmu jadi kekurangan bahan bakar penting untuk berfungsi optimal.

Lebih buruk lagi, ketika akhirnya kamu tergoda makanan manis atau karbohidrat sederhana, tubuh hanya mendapat energi instan tanpa nutrisi lengkap. Akibatnya, kesehatan tulang, metabolisme, hingga daya tahan tubuh bisa terganggu dan melemah.

7. Sistem Pencernaan Jadi Rewel

Tidak makan sesuai jadwal bisa membuat sistem pencernaan bekerja tidak stabil dan rewel. Kamu bisa mengalami mual, sakit perut, hingga diare. Di sisi lain, sebagian orang justru bisa mengalami sembelit karena pola makan tidak teratur.

Bila pola ini berlanjut dengan binge eating setelah skip makan, beban pada sistem pencernaan akan semakin berat. Alhasil, perut terasa begah, tidak nyaman, dan siklus buang air besar menjadi kacau.

8. Berisiko Memicu Gangguan Makan Serius

Dalam jangka panjang, kebiasaan melewatkan makan dapat memengaruhi pola pikir terhadap makanan. Menurut Harrison, orang yang sering skip makan lebih rentan mengalami gangguan makan serius, seperti anoreksia atau bulimia. Ini adalah kondisi kesehatan mental yang sangat berbahaya.

Pola ini bukan hanya merusak tubuh secara fisik, tetapi juga menghancurkan kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang. Pada tahap tertentu, gangguan makan bahkan bisa mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis yang serius.


Melihat berbagai risiko di atas, jelas bahwa melewatkan makan bukanlah pilihan yang bijak untuk kesehatan. Prioritaskan asupan gizi secara teratur demi menjaga kesehatan fisik dan mentalmu. Tubuhmu berhak mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup setiap hari!

banner 325x300