Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Pertamina Gaspol! Jurus Jitu Indonesia Jadi Raja Energi Hijau Dunia, AS Lewat?

pertamina gaspol jurus jitu indonesia jadi raja energi hijau dunia as lewat portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

PT Pertamina (Persero) kini tengah tancap gas dalam upaya mewujudkan transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Mereka punya target ambisius: mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Ini bukan cuma janji, melainkan komitmen serius untuk masa depan bumi dan generasi mendatang.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa perusahaan plat merah ini fokus pada pengembangan bisnis rendah karbon. Berbagai inisiatif strategis sedang digulirkan, mulai dari biofuel hingga pemanfaatan panas bumi. Semua ini bertujuan agar Indonesia bisa mandiri energi dan punya udara yang lebih bersih.

banner 325x300

Pertamina Serius Garap Biofuel: Dari B40 ke B50, Ada Apa Lagi?

Salah satu pilar utama Pertamina dalam transisi energi adalah pengembangan biofuel. Saat ini, program B40 sudah berjalan dan Pertamina bahkan bersiap untuk melangkah lebih jauh menuju B50. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam memanfaatkan sumber daya nabati sebagai alternatif bahan bakar.

Selain itu, Pertamina juga telah meluncurkan produk Pertamax Green 95 (E5) yang mengandung 5% etanol. Produk ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Simon Mantiri menyampaikan hal ini dalam acara "detikSore on Location: Indonesia Langgas Berenergi" di Anjungan Sarinah, Jakarta.

Penggunaan biofuel seperti B40, B50, dan Pertamax Green 95 ini memiliki banyak manfaat. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, langkah ini juga bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil. Ini berarti ketahanan energi nasional akan semakin kuat.

Mimpi Besar Indonesia Jadi Raja Panas Bumi Dunia, AS Lewat!

Tak hanya biofuel, Pertamina juga melihat potensi besar pada sumber energi domestik lainnya, yaitu panas bumi atau geothermal. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar kedua di dunia, tepat di bawah Amerika Serikat. Ini adalah anugerah alam yang sangat berharga.

Simon Mantiri dengan tegas menyatakan bahwa Pertamina, berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), punya target yang sangat ambisius. Mereka ingin Indonesia menyalip posisi AS dan menjadi nomor satu di dunia dalam kapasitas terpasang panas bumi. Target ini dicanangkan untuk tercapai pada tahun 2029.

Potensi panas bumi di Indonesia memang luar biasa besar, mengingat kita berada di jalur Cincin Api Pasifik. Pemanfaatan energi bersih ini akan menjadi game changer dalam upaya dekarbonisasi. Dengan menjadi pemimpin global di sektor ini, Indonesia akan semakin diperhitungkan di kancah energi dunia.

Bukan Cuma Biofuel dan Panas Bumi: Jurus Lain Pertamina Menuju NZE

Strategi Pertamina untuk mencapai NZE 2060 tidak berhenti pada biofuel dan panas bumi saja. Perusahaan ini juga aktif mengembangkan berbagai teknologi canggih, termasuk carbon capture. Teknologi ini berperan penting dalam menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida agar tidak lepas ke atmosfer.

Inisiatif dekarbonisasi lainnya juga terus digenjot untuk mengurangi jejak karbon dari operasional Pertamina. Simon Mantiri memastikan bahwa semua langkah ini sejalan dengan misi dan arahan pemerintah. Kementerian ESDM berfungsi sebagai regulator utama yang mengawal setiap inovasi.

Komitmen Pertamina terhadap NZE ini bukan sekadar target bisnis, melainkan amanah nasional. Hal ini ditekankan Simon dalam penandatanganan dokumen Penguatan Komitmen NZE Pertamina bersama seluruh subholding pada Agustus lalu. Ini adalah tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan energi bagi generasi sekarang dan masa depan.

PGN Ikut Gaspol! Ini Kontribusi Gas Bumi untuk Energi Bersih

Dalam perjalanan menuju NZE, Pertamina tidak sendirian. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas juga turut memperkuat inisiatif ini. Direktur Utama PGN, Arief S Handoko, menyatakan bahwa PGN mendukung penuh peta jalan NZE Pertamina melalui pilar Legacy Business Decarbonization dan Low Carbon Business.

PGN mengusung tiga inisiatif utama yang memanfaatkan gas bumi sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih hijau. Inisiatif ini melengkapi langkah-langkah Pertamina dalam menghadirkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Gas bumi, dengan emisi yang lebih rendah dibanding bahan bakar fosil lainnya, menjadi pilihan strategis.

Ketiga inisiatif tersebut meliputi perluasan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga dan industri, pengembangan bahan bakar gas (BBG) serta infrastruktur beyond pipeline. Yang tak kalah menarik adalah pengembangan biometana dari upgrading biogas limbah organik. Biometana ini nantinya dapat dialirkan melalui infrastruktur gas yang sudah ada, menjadikannya solusi energi terbarukan yang cerdas.

Komitmen Jangka Panjang untuk Masa Depan Energi Indonesia

Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa komitmen NZE ini adalah visi strategis jangka panjang Pertamina. Visi ini terintegrasi dan selaras dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Ini adalah upaya kolektif yang melibatkan seluruh subholding dan anak perusahaan Pertamina.

Tujuannya sangat jelas: mewujudkan keberlanjutan dan kemandirian energi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon sebagai kemajuan bangsa. Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi ini, Pertamina tidak hanya berupaya menjadi perusahaan energi kelas dunia, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk Indonesia. Ini adalah langkah berani yang patut kita dukung bersama.

banner 325x300