Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger! Hujan Es Sebesar Kelereng Guyur Cikini Jakarta, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya!

geger hujan es sebesar kelereng guyur cikini jakarta bmkg ungkap fakta mengejutkan di baliknya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Warga Cikini, Menteng, Jakarta Pusat dibuat terkejut pada Selasa (30/9) sore lalu. Pasalnya, wilayah mereka diguyur hujan deras yang disertai butiran-butiran es berukuran kecil, seolah langit sedang menumpahkan kerikil. Fenomena tak biasa ini sontak menjadi perbincangan hangat setelah video kejadiannya viral di media sosial.

Video yang beredar luas itu memperlihatkan betapa dahsyatnya hujan yang turun, diiringi angin kencang yang membuat dahan-dahan pohon bergoyang hebat. Butiran-butiran es tampak jelas jatuh bersama air hujan, menciptakan pemandangan yang jarang terlihat di ibu kota.

banner 325x300

Naim Mursalin, seorang warganet yang berhasil mengabadikan momen langka ini, menceritakan pengalamannya. Ia menyebutkan bahwa hujan es terjadi sekitar pukul 15.05 WIB, bersamaan dengan hujan deras dan hembusan angin yang cukup kencang. Pengakuannya ini memperkuat bukti visual yang telah tersebar.

Menurut Naim, fenomena hujan es tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu menit saja di tengah guyuran hujan yang berlangsung sekitar 30 menit. Ukuran butiran es yang jatuh pun relatif kecil, kira-kira sebesar kelereng atau kerikil, namun tetap cukup untuk membuat warga terheran-heran.

Fenomena Hujan Es: Mengapa Bisa Terjadi?

Kejadian hujan es di Cikini ini tentu memicu banyak pertanyaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun tak tinggal diam. Mereka menjelaskan bahwa hujan es merupakan salah satu karakteristik cuaca ekstrem yang bisa terjadi, terutama pada masa peralihan musim. Fenomena ini erat kaitannya dengan awan Cumulonimbus (Cb), awan raksasa yang sering disebut sebagai "raja" badai.

Awan Cumulonimbus terbentuk akibat pemanasan permukaan yang kuat, menyebabkan udara hangat naik dengan cepat ke atmosfer. Di dalam awan ini, terjadi proses konveksi yang sangat intens. Uap air yang naik ke ketinggian tertentu akan mendingin dan membeku menjadi kristal es. Kristal es ini kemudian bertabrakan dengan tetesan air superdingin dan kristal es lainnya, menyebabkan ukurannya membesar.

Butiran es ini akan terus tumbuh selama masih tertahan oleh arus udara ke atas (updraft) yang kuat di dalam awan Cb. Ketika butiran es sudah terlalu berat dan tidak mampu lagi ditahan oleh updraft, ia akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es. Ukuran es yang jatuh bisa bervariasi, mulai dari sebesar kerikil hingga sebesar bola golf, tergantung pada kekuatan updraft dan durasi pembekuannya di dalam awan.

Musim Pancaroba: Sarang Badai Tak Terduga

BMKG lebih lanjut menjelaskan bahwa akhir September hingga Oktober mendatang, sejumlah wilayah di Indonesia memang sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju penghujan, atau yang akrab disebut musim pancaroba. Masa pancaroba ini ditandai dengan peningkatan persentase wilayah yang mengalami curah hujan signifikan, namun dengan pola yang tidak merata.

Karakteristik khas musim pancaroba adalah adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari. Pemanasan permukaan yang kuat ini menjadi pemicu utama pembentukan awan-awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus. Kondisi atmosfer yang tidak stabil inilah yang menciptakan "sarang" ideal bagi terjadinya cuaca ekstrem.

Hujan pada periode peralihan cenderung memiliki intensitas sedang hingga lebat, namun berdurasi singkat dan bersifat lokal. Seringkali, hujan ini disertai petir, angin kencang, dan tak jarang dapat menimbulkan terjadinya hujan es, seperti yang dialami warga Cikini. Ini adalah bagian dari dinamika atmosfer yang wajar terjadi saat transisi musim.

Tanda-tanda Alam Sebelum Hujan Es Turun

Meskipun terkesan mendadak, sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa kita amati sebelum hujan es turun. Biasanya, diawali dengan kondisi cuaca yang sangat panas dan terik di pagi hingga siang hari. Udara terasa gerah dan lembap, menandakan banyak uap air di atmosfer.

Kemudian, langit akan mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi dan berwarna gelap pekat akan mulai terbentuk. Seringkali, awan ini memiliki bentuk seperti bunga kol raksasa atau menara yang membumbung tinggi. Angin kencang juga seringkali menjadi pertanda awal, diikuti oleh kilatan petir dan suara guntur yang menggelegar. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, ada baiknya segera mencari tempat berlindung yang aman.

Dampak dan Cara Aman Menghadapi Hujan Es

Meskipun butiran es di Cikini berukuran kecil, hujan es tetap berpotensi menimbulkan dampak yang tidak ringan. Butiran es yang jatuh dengan kecepatan tinggi bisa merusak atap rumah, kaca jendela, atau bahkan bodi kendaraan yang diparkir di tempat terbuka. Bagi sektor pertanian, hujan es bisa merusak tanaman dan mengancam hasil panen.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada. Jika terjadi hujan es, segera cari tempat berlindung yang kokoh di dalam ruangan. Hindari berteduh di bawah pohon besar karena berisiko tumbang akibat angin kencang atau tersambar petir. Jika sedang dalam perjalanan, parkirkan kendaraan di tempat yang aman dan terlindung, seperti di bawah kanopi atau area parkir tertutup. Jangan lupa untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

Peringatan BMKG: Tetap Waspada Hingga Oktober!

BMKG secara konsisten memberikan informasi prospek cuaca mingguan untuk periode 30 September hingga 6 Oktober 2025. Peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berdurasi singkat pada skala lokal, disertai petir, angin kencang, dan hujan es, masih terus berlaku. Ini menunjukkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti yang terjadi di Cikini bisa saja terulang di wilayah lain.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Selalu pantau informasi cuaca resmi dari BMKG melalui berbagai kanal media. Dengan pemahaman yang baik tentang fenomena alam ini, kita bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tak terduga dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Tetap jaga keselamatan dan selalu siaga, ya!

banner 325x300