Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Lorde Serukan ‘Free Palestine’, Lagu-lagunya Lenyap dari Apple Music Israel!

lorde serukan free palestine lagu lagunya lenyap dari apple music israel portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia musik kembali dihebohkan dengan kontroversi yang melibatkan penyanyi kenamaan Lorde. Lagu-lagu hitsnya dikabarkan tiba-tiba menghilang dari katalog Apple Music di Israel, memicu perdebatan sengit di jagat maya. Insiden ini sontak memicu pertanyaan besar, terutama setelah Lorde baru-baru ini lantang menyuarakan dukungannya untuk Palestina dalam sebuah konser.

Teriakan "Free Palestine" yang Mengguncang Panggung

banner 325x300

Semua bermula dari penampilan Lorde di Madison Square Garden, New York, pada Rabu (1/10) lalu. Momen krusial terjadi saat ia membawakan lagu andalannya, "Team," di hadapan ribuan penggemar. Di tengah euforia penonton, Lorde tiba-tiba berseru lantang, "Bebaskan Palestina!" Teriakan ini langsung disambut dengan perubahan pencahayaan panggung yang dramatis.

Lampu-lampu panggung berganti-ganti warna merah, hijau, putih, dan hitam. Ini adalah warna-warna yang melambangkan bendera Organisasi Pembebasan Palestina, memberikan penekanan visual pada pesannya. Klip video dari momen tersebut dengan cepat viral di media sosial, menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari seluruh dunia.

Lagu-lagu Lorde Menghilang dari Apple Music Israel

Tidak lama setelah insiden konser yang menggemparkan itu, kabar mengejutkan datang dari Israel. Pengguna layanan streaming Apple Music di negara tersebut melaporkan bahwa pustaka lagu Lorde tidak dapat diakses lagi. Menurut laporan dari situs web berbahasa Ibrani, Ynet, pada Kamis (2/10), lagu-lagu Lorde sudah tidak tersedia, menimbulkan spekulasi bahwa penghapusan tersebut adalah respons langsung atas pernyataan sang penyanyi.

Menariknya, lagu-lagu Lorde masih tetap tersedia di Apple Music Amerika Serikat hingga Jumat sore. Hal ini menunjukkan bahwa penghapusan tersebut bersifat spesifik geografis dan bukan penarikan global. Di sisi lain, pelanggan Spotify di Israel masih bisa menikmati karya-karya Lorde tanpa hambatan, menandakan bahwa keputusan penghapusan mungkin tidak berlaku di semua platform streaming.

Bukan Kali Pertama Lorde Terlibat Kontroversi Israel-Palestina

Bagi Lorde, keterlibatan dalam konflik Israel-Palestina bukanlah hal baru. Ia memiliki sejarah panjang dalam menyuarakan pandangannya terkait isu sensitif ini. Pada tahun 2017, Lorde pernah membatalkan konser yang direncanakan di Tel Aviv, Israel, setelah ia mendapat tekanan kuat dari para aktivis yang mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Gerakan BDS sendiri adalah kampanye global yang mendesak para seniman dan institusi untuk melakukan boikot budaya terhadap Israel. Tujuannya adalah menekan Israel agar mematuhi hukum internasional terkait Palestina. Selain itu, Lorde juga merupakan salah satu dari ratusan musisi yang menandatangani boikot "No Music for Genocide." Kampanye ini menyerukan agar lagu-lagu mereka "diblokir secara geografis" agar tidak dapat diakses melalui streaming di Israel.

Sikap Apple dan Tekanan pada Perusahaan Teknologi

Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari Apple mengenai penarikan lagu-lagu Lorde di Israel. Ketidakjelasan ini memunculkan pertanyaan apakah penghapusan tersebut dilakukan atas persetujuan kantor pusat Apple di AS, atau merupakan keputusan internal di Israel. Secara historis, Apple dikenal menolak untuk mengambil sikap dalam konflik Israel-Palestina, meskipun ada tekanan dari aktivis pro-Palestina.

Perusahaan ini memiliki kehadiran yang signifikan di Israel, yang dikenal memiliki ekosistem teknologi dan startup yang sangat kuat. Israel menjadi salah satu pasar penting bagi raksasa teknologi seperti Apple. Namun, Apple bukan satu-satunya perusahaan Silicon Valley yang menjadi sasaran protes atas hubungan komersial mereka dengan Israel.

Kasus Microsoft dan Google

Microsoft, misalnya, baru-baru ini harus meminta bantuan FBI. Ini terjadi setelah karyawan dan aktivis pro-Palestina menggelar protes dengan kayak di dekat rumah dua eksekutif puncaknya di tepi danau. Protes ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara perusahaan teknologi dan isu geopolitik.

Google juga tidak luput dari sasaran. Para pekerja Google telah mengadakan demo di berbagai acara perusahaan, mengecam keterlibatan raksasa teknologi tersebut dalam Proyek Nimbus. Proyek Nimbus adalah proyek komputasi awan yang menyediakan teknologi penting untuk militer Israel, menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi titik panas dalam konflik.

Pro dan Kontra Gerakan BDS

Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) memiliki pendukung setia yang melihatnya sebagai alat penting untuk perjuangan Palestina. Mereka percaya boikot budaya dapat memberikan tekanan ekonomi dan moral yang efektif. Namun, para pendukung Israel mengecam BDS sebagai gerakan antisemit, berpendapat bahwa BDS secara khusus mengkritik negara Yahudi tersebut dan tidak adil.

Kontroversi seputar Lorde ini sekali lagi menyoroti kompleksitas dan sensitivitas isu Israel-Palestina. Hal ini juga menunjukkan bagaimana konflik tersebut dapat memengaruhi dunia hiburan dan teknologi, menciptakan dilema bagi para seniman dan perusahaan besar.

Dampak dan Masa Depan

Penghapusan lagu Lorde dari Apple Music Israel adalah contoh nyata bagaimana pernyataan politik seorang seniman dapat memiliki konsekuensi langsung pada karier dan distribusinya. Ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan teknologi besar untuk menavigasi perairan yang keruh dalam konflik geopolitik. Mereka harus menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan tekanan etika dan politik dari berbagai pihak.

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kasus ini dan apakah Apple akan memberikan pernyataan resmi. Yang jelas, insiden ini telah menambah babak baru dalam perdebatan panjang tentang seni, politik, dan kebebasan berekspresi di era digital.

banner 325x300