Momen mengejutkan terjadi saat Presiden terpilih Prabowo Subianto mengungkapkan kekagumannya pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kisah ini bermula ketika PKS baru saja memutuskan bergabung dengan Koalisi Merah Putih, sebuah langkah politik yang menarik perhatian banyak pihak. Bergabungnya PKS tentu membawa dinamika baru dalam peta kekuatan politik nasional.
Dalam sebuah kesempatan, Prabowo meminta PKS untuk menyodorkan nama kader terbaik mereka guna mengisi posisi strategis di kabinet yang akan dibentuk. Permintaan ini adalah hal yang lumrah dalam politik koalisi, di mana setiap partai anggota biasanya memiliki jatah atau usulan nama untuk posisi menteri. Namun, jawaban yang diterima Prabowo jauh dari perkiraannya.
Bukan nama politisi partai yang muncul, melainkan seorang teknokrat ulung dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Reaksi Prabowo pun tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, mengingat ekspektasi awal adalah sosok yang memiliki latar belakang murni politik dari internal PKS. Kejadian ini sontak menjadi cerita menarik yang ia bagikan.
Di hadapan para peserta Musyawarah Nasional (Munas) PKS di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (29/9/2025), Prabowo mengenang momen tersebut. "Saya pikir pasti kader politik, entah tokoh yang terkenal, tetapi yang disampaikan profesor dari ITB. Boleh juga, PKS ini," ujarnya sambil tersenyum, mengisyaratkan kekaguman sekaligus apresiasi.
Bukan Sekadar Politik, Tapi Tanggung Jawab Negara
Prabowo kemudian menyoroti alasan di balik pilihan PKS yang tak biasa ini. Ia menilai, keputusan PKS untuk menunjuk profesor dari ITB adalah wujud nyata dari tanggung jawab mereka kepada negara, melampaui kepentingan politik semata. Ini menunjukkan bahwa PKS memprioritaskan kompetensi dan keahlian di atas loyalitas partai.
Sikap ini menunjukkan kematangan PKS dalam melihat kebutuhan bangsa yang kompleks. Mereka memahami bahwa tantangan pembangunan membutuhkan keahlian spesifik yang mungkin tidak selalu tersedia di kalangan politisi murni. Prabowo, dengan keyakinan penuh, menerima usulan tersebut, percaya bahwa sosok yang dipilih adalah seorang teknokrat yang benar-benar berkualitas.
Langkah PKS ini juga bisa diinterpretasikan sebagai upaya untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih profesional dan berbasis meritokrasi. Dengan menempatkan seorang ahli di bidangnya, PKS menunjukkan komitmen terhadap kinerja nyata, bukan hanya pembagian kekuasaan. Ini adalah sinyal positif bagi publik yang mendambakan kabinet yang efektif.
Keyakinan Prabowo pada Profesionalisme
Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa setiap partai politik, termasuk PKS, memiliki banyak individu berbakat. Mereka adalah para teknokrat yang mumpuni dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa, terlepas dari latar belakang afiliasi politiknya. Baginya, kualitas dan kapabilitas adalah yang utama, bukan semata-mata afiliasi politik.
"Saya percaya di semua partai banyak juga teknokrat yang capable dan saya alhamdulillah terima," tegas Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan pandangan inklusif Prabowo terhadap pembentukan kabinet, di mana pintu terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, bahkan jika mereka bukan kader partai koalisi.
Sikap ini juga mencerminkan visi Prabowo untuk membangun pemerintahan yang kuat dan efisien. Dengan memilih individu berdasarkan keahlian, diharapkan setiap kementerian dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini adalah pendekatan yang mengedepankan profesionalisme di atas segala-galanya.
Kinerja Sang Profesor dan Kelakar Prabowo
Lebih lanjut, Prabowo memuji kinerja sang profesor yang kini menjabat sebagai menteri tersebut. Ia memastikan bahwa pilihan PKS itu sama sekali tidak mengecewakan, justru memberikan kontribusi signifikan dalam menjalankan tugas-tugas negara. Ini membuktikan bahwa keputusan PKS untuk menyodorkan seorang teknokrat adalah pilihan yang tepat.
Dengan nada berkelakar, Prabowo menambahkan, "Walaupun saya perhatikan menjelang satu tahun (pemerintahan) rambut putihnya tambah banyak." Sebuah candaan yang menggambarkan betapa kerasnya tugas yang diemban sang menteri, serta tekanan dan tanggung jawab besar yang menyertai jabatan tersebut.
Kelakar ini juga menunjukkan kedekatan dan apresiasi Prabowo terhadap kerja keras para menterinya, termasuk yang diusulkan oleh PKS. Rambut putih yang bertambah adalah simbol dari dedikasi dan pengorbanan waktu serta pikiran demi kemajuan bangsa. Ini adalah pengakuan atas beban kerja yang tidak ringan.
Pernyataan Prabowo ini bukan hanya sekadar apresiasi, melainkan juga pengakuan atas profesionalisme dan dedikasi yang ditunjukkan. Kisah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas partai, dengan mengedepankan kualitas dan tanggung jawab kepada negara, mampu menghasilkan dampak positif bagi pemerintahan dan masyarakat luas. Ini adalah pelajaran berharga dalam politik Indonesia modern.


















