Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger! Algoritma TikTok AS Kini Dipegang Oracle, China Kehilangan Kontrol Penuh?

Dua toko telekomunikasi, satu hijau dan satu oranye, mewakili persaingan teknologi.
Perebutan kendali algoritma TikTok ibarat persaingan dua raksasa telekomunikasi.
banner 120x600
banner 468x60

Gedung Putih akhirnya buka suara soal salah satu misteri terbesar yang menyelimuti masa depan TikTok di Amerika Serikat: nasib algoritmanya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa berdasarkan kesepakatan yang sedang digodok, algoritma TikTok untuk pengguna di AS akan sepenuhnya dioperasikan dan diawasi langsung oleh raksasa teknologi Oracle. Rincian krusial ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Gedung Putih dalam panggilan telepon dengan para wartawan pada Senin (22/9) waktu setempat.

Jika kesepakatan monumental ini benar-benar terlaksana, kontrol operasional TikTok di AS—termasuk salinan algoritmanya yang sangat berharga—akan dialihkan ke sebuah konsorsium yang berbasis di Amerika. Ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan pergeseran kendali yang signifikan, menjanjikan era baru bagi aplikasi media sosial paling populer ini di Negeri Paman Sam. Konsorsium tersebut dipastikan akan memiliki mayoritas investor Amerika dan dikelola oleh dewan direksi yang juga mayoritas warga AS.

banner 325x300

Mengapa Algoritma TikTok Begitu Krusial?

Kamu pasti tahu, algoritma adalah jantung dari TikTok. Sistem rekomendasi konten inilah yang membuat aplikasi ini begitu adiktif dan populer di seluruh dunia, menyajikan video-video yang tepat sasaran kepada setiap penggunanya. Namun, di balik popularitasnya, algoritma ini juga menjadi sumber kekhawatiran keamanan nasional yang serius bagi pemerintah AS.

Pejabat AS punya kekhawatiran besar. Mereka cemas ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berakar di China, suatu saat bisa dipaksa untuk memanipulasi algoritma. Bayangkan saja, algoritma itu bisa dipakai untuk memicu ketidakpuasan atau bahkan memengaruhi opini publik di Negeri Paman Sam! Ini adalah skenario yang ingin dihindari mati-matian oleh Washington.

Undang-undang yang melarang TikTok atau mewajibkan penjualannya secara eksplisit telah mengatur hal ini. Aturan tersebut melarang "kerja sama apa pun terkait pengoperasian algoritma rekomendasi konten" antara ByteDance dan pihak pemilik baru asal Amerika. Ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah AS dalam memastikan algoritma TikTok bebas dari pengaruh asing.

Detail Kesepakatan yang Mengubah Segalanya

Berdasarkan kesepakatan yang sedang dirancang, kelompok kepemilikan baru akan menerima salinan kode algoritma langsung dari ByteDance. Selanjutnya, mereka akan meninjau dan melatih ulang algoritma tersebut menggunakan data pengguna AS. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan algoritma bekerja sesuai standar dan kepentingan Amerika.

Oracle, sebagai salah satu pemain kunci, disebut akan terus mengawasi bagaimana algoritma menyajikan konten kepada pengguna. Peran Oracle di sini sangat vital, berfungsi sebagai "penjaga gerbang" yang memastikan tidak ada manipulasi tersembunyi. Kendali algoritma ini hanya akan berlaku untuk pengguna TikTok di wilayah Amerika Serikat, menegaskan fokus pada keamanan data dan informasi warga AS.

Konsorsium ini tidak hanya melibatkan Oracle. Perusahaan ekuitas swasta Silver Lake juga akan menjadi bagian dari konsorsium, bersama sejumlah perusahaan AS dan global yang sebelumnya telah berinvestasi di ByteDance. Selain itu, beberapa investor baru juga akan bergabung, memperkuat fondasi kepemilikan Amerika.

Siapa Saja Pemain di Konsorsium Baru Ini?

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyebut sejumlah tokoh besar yang mungkin terlibat dalam kelompok pemilik baru ini. Nama-nama seperti Michael Dell, pendiri Dell Technologies, serta Lachlan dan Rupert Murdoch, taipan media di balik Fox Corporation, sempat disebut-sebut. Ini menunjukkan skala dan bobot investor yang diharapkan terlibat.

Seorang sumber yang mengetahui proses ini menyebut bahwa yang menjadi investor adalah perusahaan Fox Corp., bukan individu Murdoch secara langsung. Ini adalah detail penting yang menunjukkan keterlibatan institusional. Daftar final investor saat ini masih belum dipublikasikan, namun diperkirakan akan segera terungkap.

ByteDance sendiri dikabarkan akan mempertahankan kurang dari 20 persen kepemilikan di TikTok AS jika kesepakatan disetujui. Angka ini jauh di bawah ambang batas mayoritas, memastikan kontrol penuh berada di tangan konsorsium Amerika. Ini adalah kompromi yang signifikan dari ByteDance demi menjaga kelangsungan operasional TikTok di pasar AS.

Jalan Panjang Menuju Finalisasi: Optimisme Gedung Putih

Meskipun detailnya sudah terkuak, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan resmi dari regulator China. Ini adalah langkah terakhir yang krusial, mengingat ByteDance adalah perusahaan China. Namun, Gedung Putih menyatakan optimisme tinggi bahwa persetujuan tersebut akan segera didapatkan.

"Kami 100 persen yakin kesepakatan ini akan tercapai," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Sabtu (20/9), dikutip dari CNN. Ia menyebutkan bahwa dokumen final kemungkinan akan diteken "dalam beberapa hari ke depan," menandakan bahwa proses ini sudah berada di tahap akhir.

Presiden Trump juga disebut akan menandatangani perintah eksekutif pada akhir pekan ini. Perintah tersebut akan menyatakan bahwa kesepakatan ini memenuhi syarat sebagai divestasi berdasarkan undang-undang yang berlaku. Untuk memberi waktu proses regulasi, Trump juga akan memperpanjang penundaan penegakan hukum selama 120 hari.

Pada saat yang sama, ByteDance diperkirakan akan meneken kesepakatan kerangka kerja dengan satu atau lebih investor baru. Trump sebelumnya telah memperpanjang tenggat pelarangan TikTok hingga 16 Desember 2025. Artinya, finalisasi kesepakatan ini diperkirakan akan terjadi pada awal 2026. Jika rampung, ini akan menutup bab panjang upaya AS untuk mengambil kendali TikTok dari tangan China dengan alasan keamanan nasional.

Apa Artinya Ini Bagi Pengguna TikTok di AS dan Dunia?

Bagi jutaan pengguna TikTok di Amerika Serikat, kesepakatan ini membawa angin segar. Ini berarti kekhawatiran tentang potensi pemblokiran aplikasi dapat mereda, dan mereka bisa terus menikmati konten favorit mereka tanpa gangguan. Lebih dari itu, ini juga menjanjikan keamanan data yang lebih terjamin, karena algoritma dan operasional inti akan diawasi oleh entitas AS.

Pergeseran kendali algoritma ini adalah preseden penting dalam dunia teknologi global. Ini menunjukkan bagaimana pemerintah dapat bertindak untuk melindungi kepentingan nasional di era digital, terutama ketika menyangkut platform yang memiliki pengaruh besar terhadap opini publik. Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan teknologi global lainnya yang beroperasi lintas negara.

Secara keseluruhan, langkah ini menandai berakhirnya ketidakpastian panjang yang menyelimuti TikTok di AS. Dengan Oracle sebagai pengawas algoritma dan konsorsium Amerika sebagai pemilik mayoritas, masa depan TikTok di Negeri Paman Sam tampaknya lebih stabil dan aman. Ini adalah kemenangan bagi keamanan nasional AS, sekaligus jaminan bagi kelangsungan operasional salah satu aplikasi paling fenomenal di dunia.

banner 325x300