Perseteruan panas antara dua ratu rap, Cardi B dan Nicki Minaj, kembali memanas di jagat maya. Kali ini, platform X (dulu Twitter) menjadi saksi bisu adu bacot sengit yang melibatkan sindiran pedas, penjualan album, hingga urusan pribadi. Meski tak saling menyebut nama secara langsung, rentetan kicauan pada Selasa (30/9) ini jelas menunjukkan bahwa bara permusuhan lama di antara mereka belum padam.
Awal Mula Api Kembali Berkobar di X
Adu mulut digital ini bermula ketika Nicki Minaj melontarkan sindiran tajam terhadap album terbaru Cardi B, Am I The Drama?, yang rilis pada 19 September 2025. Album tersebut memang dikenal banyak menyinggung rapper lain, dan Nicki Minaj jelas merasa tersindir dengan konten di dalamnya.
Nicki tak segan mengejek album kedua Cardi B ini, baik dari segi penulisan lirik hingga performa penjualannya. Banyak kritikus musik memang menilai Am I The Drama? tidak sesukses album debut Cardi, Invasion of Privacy (2018). Penjualan yang kurang memuaskan ini menjadi amunisi empuk bagi Nicki untuk menyerang rivalnya.
Tak hanya itu, Nicki juga menyeret nama Jay-Z, pemimpin label Roc Nation, dalam kicauannya. Perselisihan Nicki dengan suami Beyonce ini sudah berlangsung sejak 2021, terutama terkait penjualan layanan streaming Tidal yang dianggap merugikan beberapa artis. Kicauan ini menunjukkan bahwa Nicki tak hanya fokus pada Cardi, tetapi juga rival lamanya yang lain.
Sindiran paling telak mungkin adalah kicauan "4.99" yang merujuk pada harga promo album Cardi B di layanan streaming iTunes, yakni US$4,99. Nicki juga menjuluki Cardi B "Barney Dangerous", sebuah julukan yang merujuk pada saat Cardi hamil, dan mengejek lirik lagu "Magnet" yang berbunyi, "A-B-C-D-E-F-G (Grr), these bitches can’t fuck with me (Blah)".
Meski beberapa kicauan tersebut sempat dihapus beberapa menit kemudian, jejak digitalnya sudah terlanjur tersebar luas. Para penggemar pun langsung heboh dan memicu reaksi dari kubu Cardi B. Tak butuh waktu lama, Cardi B pun menyadari bahwa sindiran tersebut ditujukan kepadanya.
Cardi B Tak Tinggal Diam: Balasan Menohok dari "Cocaine Barbie"
Merasa diserang, Cardi B pun tak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan yang tak kalah pedas. Ia meledek Nicki dengan julukan "Cocaine Barbie", merujuk pada rumor penggunaan narkoba dan panggilan khas "Barbie" yang selalu melekat pada Nicki. Julukan ini jelas merupakan pukulan telak yang menyasar identitas Nicki.
Cardi melanjutkan serangannya dengan menghina obsesi Nicki terhadap lagu "Magnet" miliknya. Ia juga mengejek penampilan Nicki yang pernah menggunakan wig rambut merah jambu dan mengeluhkan perilaku sang rapper yang dianggapnya kekanak-kanakan. Setiap kicauan Cardi sarat dengan emosi dan kemarahan yang meluap.
Puncaknya, Cardi mempertanyakan mengapa Nicki Minaj terus-menerus mengganggu dan membandingkan dirinya dengan Cardi. Menurut Cardi, Nicki yang debut di awal 2000-an seharusnya membandingkan capaian kariernya dengan musisi seangkatannya seperti Taylor Swift, Rihanna, atau Drake, bukan dengan dirinya yang debut belakangan. Ini adalah sindiran yang menempatkan Nicki di posisi yang kurang menguntungkan.
Tak hanya itu, Cardi B juga menyinggung usaha Nicki Minaj yang terus berusaha memiliki anak sejak lama. Nicki sendiri baru dikaruniai anak pada 2020, setelah menikah dengan Kenneth Petty pada 2019. Sindiran personal ini tentu saja semakin memanaskan suasana, menunjukkan bahwa perseteruan mereka jauh melampaui sekadar rivalitas musik.
Rentetan kicauan Cardi B ini menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi serangan Nicki. Ia membalas dengan intensitas yang sama, bahkan mungkin lebih personal, membuktikan bahwa ia siap bertarung di panggung media sosial. Para penggemar kedua belah pihak pun semakin terpecah belah, saling membela idola masing-masing.
Kilas Balik: Sejarah Perseteruan Abadi Dua Rapper Diva
Bukan rahasia lagi, perseteruan antara Cardi B dan Nicki Minaj ini bukanlah hal baru. Keduanya memiliki sejarah panjang permusuhan yang bahkan pernah berujung pada pertikaian fisik yang menggemparkan publik. Insiden ini menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah persaingan di dunia hiburan.
Pada tahun 2018, keduanya diduga terlibat perkelahian fisik di acara mode bergengsi New York Fashion Week (NYFW). Insiden tersebut diberitakan secara luas oleh TMZ dan menjadi viral di media sosial, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar. Video-video kejadian itu masih sering diputar ulang hingga kini.
Dalam video yang tersebar, Cardi B yang mengenakan gaun merah terlihat menerjang ke arah Nicki Minaj. Ia bahkan melemparkan sepatunya ke arah pelantun "Starships" itu sebelum akhirnya dipisahkan oleh pihak keamanan yang sigap. Kejadian ini membuktikan bahwa persaingan mereka sudah mencapai titik didih.
Perselisihan ini awalnya diduga bermula dari persaingan ketat di ranah musik hip-hop, namun kemudian merembet ke arah personal. Masing-masing merasa berhak atas takhta "Ratu Rap" yang hanya bisa diduduki satu orang. Ambisi dan ego yang tinggi menjadi pemicu utama konflik yang tak berkesudahan ini.
Sejak insiden NYFW, hubungan mereka tak pernah membaik. Setiap interaksi, baik langsung maupun tidak langsung, selalu diwarnai ketegangan. Para penggemar pun selalu menantikan drama berikutnya, seolah perseteruan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari karier kedua rapper tersebut.
Mengapa Perseteruan Ini Terus Berulang?
Pertanyaan besar yang muncul adalah, mengapa perseteruan antara Cardi B dan Nicki Minaj seolah tak ada habisnya? Rivalitas dalam dunia rap memang bukan hal baru, namun kasus mereka terasa berbeda. Ini bukan sekadar persaingan sehat, melainkan perang dingin yang sesekali meledak menjadi konflik terbuka.
Keduanya adalah figur dominan di genre yang sama, dengan basis penggemar yang sangat loyal dan militan. Ketika satu pihak menyerang, pihak lain merasa wajib membalas, dan para penggemar pun ikut terseret dalam drama. Loyalitas penggemar seringkali menjadi bahan bakar yang membuat api perseteruan terus menyala.
Media sosial seperti X menjadi panggung sempurna untuk melancarkan serangan dan balasan secara instan. Setiap kicauan, setiap sindiran, langsung menjadi berita dan memicu reaksi berantai. Algoritma media sosial pun ikut berperan, mempromosikan konten-konten kontroversial yang menarik perhatian.
Selain itu, ada faktor ego dan harga diri yang tinggi, yang memang lumrah di kalangan artis papan atas. Tak ada yang mau terlihat lemah atau kalah di mata publik maupun rival mereka. Tekanan untuk selalu menjadi yang terbaik dan paling dominan membuat mereka sulit untuk berdamai.
Perseteruan ini juga bisa jadi merupakan strategi marketing tidak langsung. Drama dan kontroversi seringkali menarik perhatian publik, membuat nama mereka tetap hangat diperbincangkan. Namun, risiko kehilangan dukungan atau citra negatif juga selalu mengintai.
Dengan intensitas perseteruan yang kembali memanas ini, banyak yang bertanya-tanya, apakah drama antara Cardi B dan Nicki Minaj akan pernah berakhir? Atau justru akan terus menjadi bumbu penyedap industri musik hip-hop yang tak pernah sepi sensasi? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, para penggemar dan pengamat musik akan terus menantikan babak selanjutnya dari ‘perang’ dua diva rap ini. Siapa yang akan melancarkan serangan berikutnya? Mari kita nantikan!


















