banner 728x250

GEGER Muktamar PPP: Mardiono Walk Out, Agus Suparmanto Diklaim Ketum Aklamasi!

Enam tokoh PPP berbatik mengepalkan tangan, menunjukkan solidaritas setelah muktamar yang diwarnai drama.
Kubu H. Agus Suparmanto merayakan klaim aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030, di tengah Muktamar penuh drama.
banner 120x600
banner 468x60

Panggung politik nasional kembali diwarnai drama internal partai. Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol pada 27 September 2025, justru berakhir dengan ketegangan dan klaim ganda kepemimpinan. Situasi ini sontak memicu pertanyaan besar tentang masa depan partai berlambang Ka’bah tersebut.

Di tengah hiruk pikuk klaim kemenangan, Ketua DPP PPP M. Thobahul Aftoni tampil ke publik. Ia dengan tegas menyatakan bahwa H. Agus Suparmanto adalah Ketua Umum PPP periode 2025-2030 yang sah, terpilih secara aklamasi oleh mayoritas muktamirin yang hadir. Pernyataan ini langsung membantah klaim serupa dari kubu Plt Ketua Umum sebelumnya.

banner 325x300

Klaim Aklamasi Kubu Agus Suparmanto

Thobahul Aftoni menjelaskan kronologi penetapan Agus Suparmanto sebagai pucuk pimpinan baru PPP. Menurutnya, proses pemilihan berlangsung demokratis di tengah forum Muktamar X yang sah, di mana para muktamirin secara bulat menunjuk Agus sebagai calon tunggal.

"Muktamirin memilih H. Agus Suparmanto sebagai Calon Ketua Umum tunggal untuk ditetapkan secara Aklamasi sebagai Ketua Umum PPP 2025-2030," tegas Aftoni dalam rilisnya pada Minggu (28/9/2025). Penunjukan ini menjadi penanda dimulainya era baru bagi partai yang tengah berjuang mengembalikan kejayaannya.

Aftoni menambahkan, keputusan aklamasi ini tak lepas dari dinamika yang terjadi di arena muktamar. Kepergian Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono dari forum sidang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu utama yang tak bisa diabaikan.

Drama Walk Out Plt Ketum Mardiono

Momen pembukaan Muktamar X PPP pada Sabtu (27/9/2025) malam sebenarnya berlangsung meriah, ditandai dengan kehadiran Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono. Namun, suasana berubah drastis setelah Mardiono tiba-tiba meninggalkan arena muktamar saat sidang masih berjalan.

Tindakan walk out Mardiono ini sontak menjadi sorotan tajam dan menimbulkan banyak spekulasi. Thobahul Aftoni menuding bahwa kepergian Mardiono bukan tanpa alasan, melainkan karena ia sudah merasakan adanya "gelombang penolakan" yang begitu kencang dari mayoritas muktamirin yang hadir.

"Mardiono tidak bertanggung jawab. Sudah meninggalkan arena setelah pembukaan muktamar," kritik Aftoni. Ia menilai, Mardiono enggan kembali ke forum hingga proses pemilihan ketua umum berlangsung, menunjukkan sikap yang dipertanyakan di tengah krusialnya agenda partai.

Justru, menurut Aftoni, insiden walk out ini menjadi titik balik. Ketidakhadiran Mardiono membuka peluang bagi muktamirin untuk secara bulat mengaklamasikan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum baru melalui forum Muktamar X PPP yang mereka anggap sah dan legitimate.

Bantahan Klaim Sepihak Mardiono

Konflik kepemimpinan di PPP semakin meruncing ketika kedua kubu saling mengklaim kemenangan aklamasi. Setelah kubu Mardiono menyatakan diri terpilih, giliran Agus Suparmanto yang menegaskan legitimasinya melalui forum Muktamar X PPP.

Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabbar, yang membacakan keputusan aklamasi Agus Suparmanto, dengan tegas membantah klaim dari kubu Mardiono. Ia menyayangkan penyebaran berita klaim sepihak tersebut di media massa tanpa dasar yang kuat.

"Aklamasi Pak Agus Suparmanto merupakan kehendak Muktamar dan aspirasi Muktamirin, ini yang menentukan keputusan," jelas Qoyum. Ia juga mengkritik keras dasar klaim kubu Mardiono yang dinilai tidak substansial.

"Masa argumentasi aklamasi hanya dengan absen, ya nggak bisa seperti itu," tegas Qoyum, merujuk pada kepergian Mardiono dari arena. Menurutnya, sebuah aklamasi harus didasari oleh kesepakatan forum, bukan sekadar ketidakhadiran pihak lain yang bisa diartikan beragam.

Meskipun terjadi dinamika yang cukup panas dan diwarnai ketegangan, Qoyum memastikan bahwa sidang-sidang tetap berjalan sesuai prosedur dan tertib. "Bisa kita lihat, buktinya tidak ada apa-apa, peserta Muktamirin suka cita, ini fakta yang berbicara," tandasnya, menunjukkan bahwa forum yang mereka gelar berjalan kondusif dan menghasilkan keputusan.

Visi PPP di Bawah Kepemimpinan Baru

Di tengah pusaran konflik internal, Ketua Umum terpilih Agus Suparmanto langsung mengarahkan pandangannya ke depan. Baginya, penetapan aklamasi ini bukanlah puncak dari segalanya, melainkan sebuah amanah besar dan awal dari perjuangan yang lebih panjang untuk partai.

"Kita akan meraih kemenangan berikutnya, yaitu bagaimana PPP ini bisa kembali ke Senayan," ujar Agus Suparmanto dengan optimis. Target ini menjadi sangat krusial mengingat PPP sempat mengalami penurunan suara signifikan dalam beberapa pemilu terakhir, bahkan terancam tidak lolos ambang batas parlemen.

Qoyum Abdul Jabbar menambahkan bahwa Ketua Umum terpilih bersama tim formatur akan segera menyusun kepengurusan. Proses ini diharapkan dapat mengakomodir berbagai kekuatan dan faksi di internal PPP, demi soliditas partai dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan.

Senada dengan Agus, Thobahul Aftoni juga menyuarakan semangat kebangkitan. "Selamat untuk Agus Suparmanto dan Selamat untuk para Muktamirin. Saatnya kita songsong kebangkitan PPP menuju Pemilu 2029 yang akan datang," pungkasnya. Harapan besar kini tertumpu pada kepemimpinan baru untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah ini di kancah politik nasional.

Situasi Muktamar X PPP ini jelas menjadi ujian berat bagi soliditas dan masa depan partai. Dengan dua kubu yang saling mengklaim legitimasi, pertanyaan besar muncul: siapa sebenarnya pemimpin sah PPP, dan bagaimana konflik ini akan berakhir tanpa memecah belah partai lebih jauh?

Penyelesaian sengketa kepemimpinan ini tidak hanya akan menentukan arah internal partai, tetapi juga citra PPP di mata publik dan kesiapannya menghadapi Pemilu 2029. Mampukah PPP bangkit dari gejolak ini dan kembali meraih kursi di Senayan, atau justru semakin terpecah belah dan kehilangan momentum? Waktu yang akan menjawab.

banner 325x300