Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Muktamar X PPP Panas Sejak Awal: Adu Yel ‘Lanjutkan’ vs ‘Perubahan’, Siapa Nakhoda Baru Partai Ka’bah?

Massa pendukung dengan bendera biru dan spanduk politik meramaikan suasana di Jakarta.
Suasana politik memanas di Jakarta menjelang Muktamar X PPP, diwarnai antusiasme massa pendukung.
banner 120x600
banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta – Suasana politik di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, memanas sejak Sabtu, 27 September 2025. Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi dibuka, menandai babak baru bagi partai berlambang Ka’bah ini. Pembukaan acara berlangsung meriah, namun juga diwarnai ketegangan yang menarik perhatian.

Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, menjadi pusat perhatian saat tiba di ruang ballroom utama. Kedatangannya disambut riuh rendah teriakan dukungan dari para kader yang memadati ruangan. Mereka seolah ingin menegaskan pilihan mereka untuk lima tahun ke depan.

banner 325x300

"Lanjutkan!" seru para Muktamirin dengan lantang, menggema di seluruh penjuru ruangan. Teriakan ini jelas ditujukan untuk Mardiono, menunjukkan dukungan kuat agar ia kembali memimpin partai.

Sekjen PPP, Arwani Thomafi, atau yang akrab disapa Gus Arwani, menjelaskan bahwa setelah seremoni pembukaan, Mardiono akan menyampaikan pidato pembuka. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW, utusan dari DPW, dan utusan dari DPC dari seluruh Indonesia.

Gus Arwani menegaskan bahwa Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi PPP. Forum ini memiliki kewenangan penuh untuk membahas nasib partai selama lima tahun ke depan, mulai dari kepengurusan hingga anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Ini bukan sekadar ajang seremonial belaka.

Lebih dari Sekadar Pilih Ketua Umum: Transformasi PPP untuk Indonesia

Muktamar X PPP ini ternyata bukan hanya tentang memilih ketua umum baru. Gus Arwani menekankan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan banyak rekomendasi dan keputusan penting. Tujuannya adalah untuk melakukan perbaikan dan pembaharuan di tubuh partai.

"Muktamar ini bukan semata-mata untuk memilih kepengurusan baru di periode 2025-2030," tutur Gus Arwani. Ia menambahkan, forum ini juga akan membahas bagaimana upaya-upaya pembaharuan dapat dilakukan demi masa depan PPP yang lebih baik.

Tema Muktamar kali ini, "Transformasi PPP untuk Indonesia," menjadi pijakan utama. Tema ini merupakan amanat dari Mukernas II pada Desember 2024, yang menggarisbawahi pentingnya perubahan dan adaptasi PPP dalam kancah politik nasional.

Mekanisme pemilihan ketua umum sendiri akan dilangsungkan dalam serangkaian rapat di Muktamar. Dimulai dari paripurna pertama yang membahas jadwal, lalu paripurna kedua untuk tata tertib Muktamar. Setelah itu, akan ada laporan pertanggungjawaban pengurus DPP periode 2020-2025, barulah dilanjutkan dengan pemilihan ketua umum.

Meskipun sudah ada beberapa nama yang beredar di media, Gus Arwani belum bisa memastikan siapa saja yang akan maju sebagai calon ketua umum. "Kalau dilihat dari media, kita lihat ada beberapa nama, tapi saya belum bisa memastikan mereka atau beliau-beliau yang nama disebut itu akan seperti apa nanti di Muktamar kami," ujarnya.

Beberapa elit partai turut hadir dalam pembukaan Muktamar, menunjukkan betapa pentingnya acara ini. Terlihat Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy atau Rommy, Ketua Mahkamah Partai PPP Ade Irfan Pulungan, dan Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin. Kehadiran tokoh-tokoh muda seperti Gus Idror juga menambah dinamika acara.

Detik-detik Panas di Pembukaan Muktamar: ‘Lanjutkan’ vs ‘Perubahan’

Jalannya Muktamar X PPP sempat diwarnai insiden yang cukup memanas. Ketegangan terjadi saat Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono baru saja memberikan salam dan hendak menyampaikan sambutannya. Suasana tegang ini berlangsung hampir selama 10 menit, menciptakan aura yang berbeda di tengah kemeriahan pembukaan.

Penyebab pasti kericuhan tersebut belum diketahui secara gamblang. Namun, insiden ini jelas menunjukkan adanya dinamika internal yang kuat di antara para kader PPP. Momen ini menjadi sorotan, menandakan bahwa Muktamar kali ini akan penuh dengan perdebatan dan adu gagasan.

Beruntung, situasi yang memanas itu akhirnya mereda setelah moderator mengambil inisiatif. Ia mengajak seluruh peserta yang hadir, para Muktamirin, untuk bersholawat bersama. Lantunan sholawat yang syahdu berhasil menenangkan suasana, mengembalikan fokus pada tujuan utama Muktamar.

Setelah ketegangan mereda, Mardiono pun kembali melanjutkan sambutannya. Namun, di tengah pidatonya, teriakan-teriakan dari para kader kembali terdengar. Kali ini, teriakan itu menunjukkan adanya dua kubu yang saling berhadapan.

"Lanjutkan, lanjutkan," teriak sejumlah kader PPP di lokasi, kembali menyuarakan dukungan mereka untuk Mardiono. Namun, teriakan ini segera disambut oleh sejumlah kader lainnya dengan seruan yang berbeda.

"Perubahan, perubahan," sambut teriakan kader PPP lainnya, menunjukkan adanya keinginan kuat untuk membawa arah baru bagi partai. Adu yel ini menjadi gambaran nyata dari perbedaan pandangan yang ada di internal PPP, antara mereka yang ingin mempertahankan kepemimpinan saat ini dan mereka yang mendambakan perubahan.

Tiga Nama Santer Calon Ketua Umum: Siapa yang Akan Memimpin PPP?

Di tengah dinamika yang terjadi, tiga nama santer digadang-gadang menjadi Calon Ketua Umum (Ketum) PPP. Mereka adalah figur-figur yang memiliki rekam jejak dan basis dukungan tersendiri di internal partai. Pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di PPP ini diprediksi akan berlangsung sengit.

Nama pertama adalah Muhammad Mardiono, yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua Umum. Sebagai petahana, Mardiono tentu memiliki keuntungan tersendiri dengan dukungan yang sudah terlihat jelas di pembukaan Muktamar. Ia mewakili kesinambungan dan stabilitas.

Kemudian ada Agus Suparmanto, figur yang juga dikenal di kancah politik nasional. Agus Suparmanto memiliki pengalaman dan jaringan yang luas, yang bisa menjadi modal kuat untuk bersaing. Kehadirannya memberikan opsi bagi kader yang mencari alternatif kepemimpinan.

Terakhir, Husnan Bey Fananie, juga menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan. Husnan Bey Fananie dikenal sebagai sosok yang memiliki akar kuat di kalangan ulama dan pesantren, basis tradisional PPP. Ia bisa menjadi representasi dari aspirasi akar rumput partai.

Muktamar X PPP ini akan menjadi penentu arah partai ke depan. Apakah PPP akan melanjutkan estafet kepemimpinan yang ada, ataukah akan ada angin perubahan yang membawa wajah baru? Semua mata kini tertuju pada Ancol, menantikan siapa nakhoda baru yang akan memimpin Partai Persatuan Pembangunan dalam lima tahun mendatang.

banner 325x300