Dunia hiburan Korea Selatan kembali diguncang isu panas. Aktris papan atas, Jun Ji-hyun, mendadak jadi sorotan di China setelah beberapa brand besar dilaporkan menghapus iklannya. Banyak yang menduga, penghapusan ini terkait dengan kontroversi drama terbarunya, "Tempest," yang dinilai menjelek-jelekkan China.
Agensi Jun Ji-hyun Akhirnya Angkat Bicara
Di tengah badai spekulasi yang memanas, Peach Company, agensi yang menaungi Jun Ji-hyun, akhirnya buka suara. Mereka merilis pernyataan resmi untuk meluruskan duduk perkara yang sedang ramai diperbincangkan. Agensi membantah keras tudingan bahwa penghapusan iklan itu terkait dengan kontroversi drama "Tempest."
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima E Daily via Naver pada Selasa (23/9), Peach Company menegaskan bahwa keputusan pembatalan iklan di China sudah diambil jauh sebelum "Tempest" tayang. "Pembatalan iklan Tiongkok telah diputuskan sebelum penayangan Tempest," kata Peach Company. Mereka menambahkan, "Ini tidak ada hubungannya dengan drama tersebut."
Benarkah Iklan Dihapus Karena Drama ‘Tempest’?
Pihak agensi juga menjelaskan bahwa mereka telah berkomunikasi langsung dengan agensi lokal di China. Dari komunikasi tersebut, mereka diberitahu bahwa laporan yang beredar mengenai hubungan antara drama dan penghapusan iklan itu tidak benar. "Kami telah berkomunikasi dengan agensi lokal di China dan diberi tahu bahwa laporan tersebut tidak benar," jelas agensi.
Peach Company lebih lanjut memaparkan bahwa iklan tersebut ditunda, kemudian dibatalkan, karena "situasi setempat." Sayangnya, mereka tidak merinci lebih lanjut mengenai situasi lokal seperti apa yang dimaksud. Pernyataan ini tentu saja mencoba meredakan kekhawatiran publik dan penggemar Jun Ji-hyun.
Kontroversi ‘Tempest’ yang Memicu Kemarahan China
Lantas, apa sebenarnya yang membuat drama "Tempest" jadi masalah besar di China? Kontroversi ini bermula setelah episode 5 drama tersebut tayang pada 10 September lalu. Dalam episode itu, ada beberapa adegan dan dialog yang dinilai sangat sensitif dan memicu kemarahan netizen serta media di China.
Karakter Seo Mun-ju, yang diperankan oleh Jun Ji-hyun, menjadi pusat perhatian. Dialog yang diucapkannya dalam drama tersebut dianggap telah menyinggung dan merendahkan citra China. Hal ini sontak memicu reaksi berantai di berbagai platform media sosial China.
Dialog Sensitif dan Penggambaran Kota Dalian
Salah satu pemicu utama kemarahan adalah dialog Seo Mun-ju yang mempertanyakan sikap China dalam eskalasi politik di Semenanjung Korea. Dalam adegan tersebut, Seo Mun-ju berkata, "Kenapa China lebih ingin perang? Bom nuklir bisa saja jatuh di dekat perbatasan." Dialog ini langsung memicu gelombang kecaman.
Tak butuh waktu lama, jagat maya China, terutama platform Weibo, langsung bergejolak. Netizen membanjiri media sosial dengan kritik pedas, menilai dialog tersebut merendahkan China dan menyebarkan perspektif yang tidak akurat. Mereka merasa bahwa drama tersebut sengaja memprovokasi.
Bukan hanya dialog, adegan yang berlatar di Dalian, sebuah kota di China, juga jadi sasaran kritik. Tim produksi "Tempest" dituding sengaja mengambil gambar permukiman kumuh dengan nuansa gelap. Penggambaran ini dianggap bertujuan untuk merusak citra kota Dalian dan menunjukkan sisi negatif China.
Beberapa netizen bahkan berspekulasi bahwa adegan itu sebenarnya diambil di Hong Kong, bukan Dalian. Spekulasi ini semakin menambah panas suasana, karena dianggap sebagai upaya untuk menciptakan citra buruk terhadap kota-kota di China daratan.
Kritikan Lain yang Menghujani Drama ‘Tempest’
Kontroversi tidak berhenti di situ saja. Ada juga kritik yang tertuju pada adegan seseorang berjalan di karpet bermotif simbol bintang lima China. Simbol ini merupakan lambang negara China, sehingga penggunaannya dalam konteks yang dianggap merendahkan memicu protes keras.
Dialog Seo Mun-ju yang membacakan puisi ciptaan Li Bai, seorang penyair legendaris dalam sejarah China, juga tak luput dari sorotan. Beberapa netizen menuduh Jun Ji-hyun sengaja mengubah pengucapannya ketika membacakan puisi tersebut. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap budaya dan sastra China.
Namun, di tengah gelombang kritik, ada juga sejumlah netizen yang mencoba memberikan pembelaan. Mereka berpendapat bahwa pengucapan puisi tersebut harus dipahami dalam konteks yang tepat dan tidak seharusnya langsung dianggap sebagai penghinaan. Perdebatan pun pecah di antara para pengguna media sosial.
Dampak Boikot dan Respon Media China
Akibat kontroversi ini, sejumlah brand internasional di China dilaporkan menghapus iklan yang menampilkan Jun Ji-hyun. Brand-brand besar seperti Louis Vuitton, Piaget, dan La Mer adalah beberapa di antaranya yang disebut-sebut telah menarik konten iklan sang aktris dari platform mereka. Hal ini menunjukkan dampak serius dari kemarahan publik China.
Media milik Departemen Propaganda Pusat Partai Komunis China, China Daily, turut memberitakan hal ini pada Minggu (21/9). Mereka melaporkan penghapusan iklan Jun Ji-hyun dari Sina Weibo brand-brand tersebut. Laporan dari media resmi ini semakin mengukuhkan bahwa isu ini adalah masalah serius di China.
Insiden ini bukan kali pertama drama atau selebriti Korea Selatan tersandung masalah serupa di China. Sensitivitas budaya dan politik antara kedua negara seringkali menjadi pemicu ketegangan. Oleh karena itu, setiap konten yang melibatkan China selalu menjadi perhatian khusus.
Dengan demikian, pernyataan agensi Jun Ji-hyun mencoba meluruskan bahwa penghapusan iklan bukan karena drama "Tempest," melainkan situasi lokal yang telah terjadi sebelumnya. Namun, terlepas dari klarifikasi agensi, kontroversi "Tempest" sendiri tetap menjadi isu panas dan pelajaran berharga bagi industri hiburan global mengenai pentingnya kehati-hatian dalam penggambaran budaya dan politik suatu negara.


















