banner 728x250

Pecah Rekor! NASA Umumkan Angkatan Astronaut Terbaru, Mayoritas Perempuan Siap Taklukkan Bulan & Mars

Dua astronaut memegang sampel batuan di permukaan bulan dengan latar belakang gelap.
NASA umumkan 10 astronaut baru, enam di antaranya perempuan, siap kembali ke Bulan dan jelajahi Mars.
banner 120x600
banner 468x60

NASA kembali mencetak sejarah! Lembaga antariksa Amerika Serikat ini baru saja mengumumkan 10 astronaut baru yang terpilih dari lebih dari 8.000 pelamar di seluruh dunia. Pengumuman yang disampaikan pada Senin (22/9) ini menjadi bagian krusial dari upaya ambisius NASA untuk kembali ke Bulan dan melanjutkan perjalanan epik menuju Mars.

Yang menarik, angkatan astronaut kali ini didominasi oleh perempuan, dengan enam orang perempuan dan empat laki-laki. Ini adalah kali pertama dalam sejarah NASA, jumlah astronaut perempuan dalam satu angkatan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Sebuah langkah maju yang patut diacungi jempol!

banner 325x300

Generasi Terbaik Siap Menjelajah

Sean Duffy, Pejabat Administrator NASA, dengan bangga menyebut para astronaut baru ini sebagai "yang terbaik dan tercerdas dari Amerika." Ia menegaskan bahwa kualitas terbaik ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan semua rencana eksplorasi masa depan yang telah dicanangkan. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan betapa ketatnya seleksi yang mereka jalani.

Duffy juga menyampaikan pesan tegas: "Kami akan kembali ke Bulan. Dan saya tidak akan rela jika China mengalahkan NASA, atau mengalahkan Amerika, kembali ke Bulan." Ini menunjukkan adanya persaingan global yang sehat dalam eksplorasi antariksa, memacu inovasi dan percepatan misi.

Kisah Unik Anna Menon: Dari Orbit Kembali ke Pelatihan

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Anna Menon. Ia menjadi orang pertama yang bergabung dengan korps astronaut NASA setelah sebelumnya pernah terbang ke orbit. Pengalaman luar biasa ini didapatnya saat bekerja di SpaceX.

Menon dipilih oleh miliarder teknologi Jared Isaacman untuk ikut dalam misi Polaris Dawn. Misi eksperimental tersebut berhasil mengorbit Bumi pada ketinggian tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, bahkan mencatat sejarah sebagai spacewalk pertama yang dilakukan oleh sektor swasta. Kini, Anna akan bergabung bersama suaminya, Anil Menon, yang juga mantan karyawan SpaceX dan telah menjadi astronaut NASA sejak seleksi tahun 2021. Kisah pasangan ini tentu sangat menginspirasi!

Pelatihan Intensif Dua Tahun Menuju Bintang

Stephen Koerner, Deputi Direktur Johnson Space Center, menjelaskan bahwa ke-10 astronaut baru ini akan menjalani pelatihan intensif selama dua tahun penuh. Ini bukan pelatihan biasa, melainkan persiapan menyeluruh untuk menghadapi tantangan di luar angkasa.

Dalam pelatihan tersebut, mereka akan mendalami sejarah NASA dan visi lembaga untuk masa depan eksplorasi. Kelas geologi akan membekali mereka dengan pengetahuan tentang batuan dan formasi permukaan planet, sangat penting untuk misi ke Bulan dan Mars. Mereka juga akan mengikuti pelatihan bertahan hidup di air dan pelatihan kesehatan luar angkasa, memastikan kesiapan fisik dan mental.

Tak hanya itu, para kandidat juga akan berlatih dengan jet berperforma tinggi milik NASA. Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengoperasikan pesawat dan beradaptasi dengan kondisi ekstrem, simulasi yang sangat mendekati pengalaman di luar angkasa. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan bergabung dengan 48 anggota aktif korps astronaut NASA lainnya dan siap ditugaskan dalam berbagai misi penerbangan.

Era Baru Eksplorasi Antariksa: Dari ISS ke Stasiun Swasta

Lanskap luar angkasa kini mulai berubah drastis. Berbeda dengan seleksi tahun 2021, kali ini para astronaut baru akan menghadapi masa transisi yang signifikan. NASA berencana mengakhiri operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada awal 2030-an.

Sebagai gantinya, NASA akan beralih ke stasiun luar angkasa yang dioperasikan oleh sektor swasta. Selama dua dekade terakhir, ISS menjadi satu-satunya tujuan astronaut NASA di luar angkasa. Perubahan ini menandai era baru kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam eksplorasi antariksa.

Direktur Operasi Penerbangan NASA, Norman Knight, menyatakan bahwa "banyak dari kandidat yang duduk di sini hari ini akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi" ISS. Namun, ia menekankan bahwa stasiun luar angkasa itu hanyalah laboratorium pembelajaran. Setiap pelajaran yang dipelajari di ISS telah membuka jalan ke mana manusia akan pergi selanjutnya: ke Bulan—kali ini untuk menetap—dan kemudian ke Mars.

Misi Masa Depan: Bulan dan Mars Menanti

Meskipun NASA belum mengumumkan misi spesifik untuk para astronaut baru ini, sinyal kuat telah diberikan. Misi ke Bulan yang lebih awal kemungkinan akan dipercayakan kepada astronaut yang lebih berpengalaman. Sejumlah astronaut veteran telah dipilih untuk menjalani misi uji terbang mengelilingi Bulan melalui program Artemis II, yang dijadwalkan paling cepat tahun depan.

Namun, NASA memberi sinyal bahwa para astronaut baru ini bisa saja berpartisipasi dalam misi lanjutan program Artemis. Bahkan, mereka berpotensi menjadi bagian dari misi pertama manusia ke Mars, sebuah pencapaian yang hingga kini belum pernah dilakukan. Bayangkan, mereka bisa menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Planet Merah!

Angkatan astronaut baru ini bukan hanya sekadar individu terpilih, melainkan simbol harapan dan kemajuan. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa impian manusia untuk menjelajahi alam semesta ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan semangat kompetisi, inovasi, dan keberanian, mereka siap menulis babak baru dalam sejarah eksplorasi antariksa. Dunia menanti petualangan mereka!

banner 325x300