Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Drama ‘Tempest’ Picu Amarah China, Jun Ji-hyun Terancam Boikot Brand Mewah Global!

Jun Ji-hyun dalam drama "Tempest" yang memicu kontroversi di Tiongkok.
Jun Ji-hyun dalam adegan kontroversial di drama "Tempest".
banner 120x600
banner 468x60

Sejumlah merek ternama di China secara mengejutkan telah menghapus semua konten yang menampilkan aktris papan atas Korea Selatan, Jun Ji-hyun. Langkah drastis ini diambil menyusul kontroversi panas yang melanda drama terbarunya, Tempest, yang dinilai telah menjelek-jelekkan citra Tiongkok. Insiden ini memicu gelombang kemarahan di media sosial dan menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan karier sang bintang di pasar raksasa tersebut.

Kontroversi Berawal dari Dialog Sensitif

banner 325x300

Permasalahan utama bermula dari penayangan episode kelima Tempest pada 10 September lalu. Dalam adegan tersebut, karakter Seo Mun-ju yang diperankan oleh Jun Ji-hyun, secara terang-terangan mempertanyakan sikap Tiongkok terkait eskalasi politik di Semenanjung Korea. Dialognya yang berbunyi, "Kenapa China lebih ingin perang? Bom nuklir bisa saja jatuh di dekat perbatasan," langsung menjadi sorotan tajam.

Kutipan tersebut sontak menuai kecaman keras dari publik Tiongkok. Mereka menganggap dialog itu merendahkan dan menyebarkan perspektif yang tidak akurat mengenai peran Tiongkok dalam dinamika regional. Cuplikan adegan ini dengan cepat menyebar di platform media sosial Weibo, memicu gelombang protes dan kritik yang tak terbendung.

Citra Kota Dalian dan Simbol Negara Jadi Sasaran Kritik

Tak hanya dialog, beberapa adegan dalam Tempest yang berlatar di Dalian, Tiongkok, juga menjadi pemicu kemarahan. Netizen Tiongkok merasa tim produksi drama sengaja menampilkan permukiman kumuh dengan nuansa gelap, seolah-olah ingin merusak citra kota penting di timur laut Tiongkok tersebut. Spekulasi bahkan muncul bahwa kru produksi sebenarnya mengambil gambar di Hong Kong untuk menciptakan kesan negatif.

Kritik lain juga tertuju pada adegan seseorang berjalan di atas karpet bermotif simbol bintang lima Tiongkok, yang merupakan lambang negara. Hal ini dianggap sebagai penghinaan terhadap kedaulatan dan identitas nasional Tiongkok. Detail kecil namun sarat makna ini semakin memperkeruh suasana dan memperdalam rasa tidak senang publik.

Puisi Li Bai dan Isu Pelafalan

Kontroversi semakin melebar ketika adegan Seo Mun-ju membacakan puisi ciptaan Li Bai, penyair legendaris dalam sejarah Tiongkok, juga menjadi sasaran kritik. Beberapa netizen menuduh Jun Ji-hyun sengaja mengubah pengucapannya, sehingga terdengar tidak tepat atau bahkan meremehkan karya sastra klasik Tiongkok.

Meskipun ada sebagian netizen yang mencoba memberikan konteks, menyatakan bahwa pelafalan puisi tersebut harus dipahami dengan nuansa yang tepat, suara-suara keberatan tetap mendominasi. Insiden ini menunjukkan betapa sensitifnya isu budaya dan sejarah bagi masyarakat Tiongkok, terutama ketika dikaitkan dengan representasi asing.

Brand Global Ambil Langkah Cepat: Louis Vuitton hingga La Mer

Dampak dari kontroversi ini tidak main-main. Media resmi Tiongkok, China Daily, yang berafiliasi dengan Departemen Propaganda Pusat Partai Komunis China, melaporkan bahwa sejumlah merek besar telah mengambil tindakan. Brand-brand mewah seperti Louis Vuitton, Piaget, dan La Mer, dengan cepat menghapus iklan-iklan yang menampilkan Jun Ji-hyun dari akun Sina Weibo mereka.

Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya perusahaan-perusahaan global dalam menanggapi sentimen publik di Tiongkok. Pasar Tiongkok yang sangat besar dan berpengaruh membuat merek-merek ini cenderung berhati-hati dan siap menarik diri dari asosiasi yang berpotensi merugikan reputasi atau penjualan mereka di sana. Bagi Jun Ji-hyun, ini adalah pukulan telak yang bisa memengaruhi kontrak endorsement dan citranya di masa depan.

Diamnya Pihak Produksi dan Jun Ji-hyun

Hingga berita ini ditulis, belum ada respons atau komentar resmi dari tim produksi Tempest maupun Jun Ji-hyun sendiri terkait penggambaran Tiongkok dalam serial tersebut. Keheningan ini, di satu sisi, mungkin merupakan strategi untuk meredakan ketegangan. Namun, di sisi lain, bisa juga diinterpretasikan sebagai kurangnya tanggung jawab atau pengakuan atas kesalahan yang dituduhkan.

Situasi ini menempatkan Jun Ji-hyun dalam posisi sulit. Sebagai wajah utama drama, ia menjadi target utama kemarahan publik Tiongkok, meskipun keputusan kreatif sepenuhnya berada di tangan penulis dan sutradara. Keheningan ini juga menambah spekulasi dan membiarkan kontroversi terus bergulir tanpa ada klarifikasi yang berarti.

Mengenal Lebih Dekat Drama ‘Tempest’

Tempest sendiri adalah serial bertema spionase yang diarahkan oleh sutradara Kim Hee-won. Ia dikenal lewat karya-karya sukses seperti Crash Landing on You (2019), Vincenzo (2020), Little Women (2023), dan Queen of Tears (2024). Skenario drama ini digarap oleh Jeong Seo-kyeong, menjanjikan alur cerita yang kompleks dan menegangkan.

Serial ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris papan atas Korea Selatan, termasuk Jun Ji-hyun alias Gianna Jun, Gang Dong-won, John Cho, Lee Mi-sook, Park Hae-joon, hingga Kim Hae-sook. Aktor pendukung seperti Yoo Jae-myung, Oh Jung-se, Lee Sang-hee, Joo Jong-hyuk, dan Won Ji-an juga turut meramaikan drama ini, menambah daya tarik dengan kemampuan akting mereka.

Tempest terdiri dari sembilan episode yang tayang mulai 10 September hingga 1 Oktober. Serial ini merilis tiga episode sekaligus pada tanggal perdana, kemudian menayangkan dua episode setiap hari Rabu. Penggemar dapat menyaksikan drama ini secara eksklusif di platform streaming Disney+ Hotstar.

Implikasi Lebih Luas bagi Industri K-Drama

Kontroversi Tempest ini bukan yang pertama kali terjadi melibatkan K-drama dan sentimen Tiongkok. Insiden serupa di masa lalu seringkali berujung pada pembatasan konten Korea di Tiongkok atau boikot terhadap bintang-bintang tertentu. Ini menunjukkan betapa rentannya industri hiburan Korea terhadap dinamika politik dan budaya di kawasan tersebut.

Bagi Jun Ji-hyun, insiden ini bisa menjadi tantangan besar dalam mempertahankan posisinya sebagai ikon global. Meskipun popularitasnya di Korea dan negara lain tetap kuat, pasar Tiongkok yang masif adalah salah satu pilar penting bagi pendapatan dan pengaruh seorang bintang Hallyu. Bagaimana drama ini akan berakhir, dan bagaimana Jun Ji-hyun akan mengatasi badai ini, masih menjadi pertanyaan besar yang akan terus dinantikan jawabannya.

banner 325x300