Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

8-0! Timnas U-17 Indonesia Remuk Redam Dihajar China: Alarm Bahaya Berbunyi Keras!

8 0 timnas u 17 indonesia remuk redam dihajar china alarm bahaya berbunyi keras portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kekalahan telak menimpa skuad Timnas Indonesia U-17 dalam laga uji coba internasional melawan China pada Minggu (8/2) malam. Bermain di Indomilk Arena, Garuda Muda harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor mencolok 0-8, sebuah hasil yang memicu tanda tanya besar terhadap kesiapan tim jelang Piala AFF U-17 2026.

Pertandingan baru berjalan 15 menit, jaring gawang Indonesia yang dijaga Noah Leo sudah bergetar. Zhou Songyuan menjadi momok pertama setelah dengan mudah melewati barisan pertahanan Garuda Muda dan melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung.

banner 325x300

Pesta Gol China di Indomilk Arena

Gol cepat itu seolah menjadi pembuka keran gol bagi tim Tiongkok. Sembilan menit berselang, giliran Wang Heyi yang menggandakan keunggulan. Serangan China terlihat lebih matang dan terorganisir, menunjukkan perbedaan level yang signifikan antara kedua tim.

Pertahanan Indonesia tampak kewalahan menghadapi gempuran lawan. Para pemain China dengan leluasa membangun serangan dan menciptakan peluang berbahaya, membuat Noah Leo harus bekerja ekstra keras di bawah mistar gawang.

Babak Pertama yang Penuh Luka

Menjelang akhir babak pertama, mimpi buruk semakin menjadi kenyataan bagi Timnas U-17. Pada menit ke-42, Zhou Songyuan kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini dengan aksi individu menawan melewati tiga bek Indonesia sebelum menceploskan bola.

Dua menit kemudian, tepatnya menit ke-44, gawang Garuda Muda kembali kebobolan. Gol ini tercipta dari sentuhan Shuai Weihao yang membentur sepakan keras rekannya, membuat Noah mati langkah dan skor berubah menjadi 0-4 di babak pertama.

Rotasi Tak Mampu Bendung Gelombang Serangan

Memasuki babak kedua, pelatih sementara Indonesia U-17, Nova Arianto, mencoba melakukan rotasi pemain. Pergantian ini diharapkan mampu mengubah jalannya pertandingan dan memberikan suntikan energi baru bagi skuad Garuda Muda.

Namun, harapan itu sirna dalam delapan menit pertama babak kedua. Shuai Weihao kembali mencetak gol, memanfaatkan blunder fatal dari pemain bertahan Indonesia. Gol ini semakin memperlebar jarak dan membuat mental para pemain Indonesia semakin terpuruk.

Pada menit ke-74, giliran Zhang Bolin, pemain yang baru masuk, ikut berpesta gol. Serangan bertubi-tubi dari China tak mampu dihentikan oleh pertahanan Indonesia yang rapuh, menunjukkan bahwa rotasi pemain belum memberikan dampak signifikan.

Evaluasi Menyeluruh: Dari Teknik hingga Mental

Meskipun terus digempur, anak-anak Indonesia U-17 bukan tanpa peluang. Beberapa kali mereka berhasil menciptakan situasi berbahaya di depan gawang lawan, namun penyelesaian akhir yang kurang presisi dan terburu-buru membuat peluang-peluang itu terbuang sia-sia.

Daya juang para pemain Indonesia memang patut diacungi jempol, mereka tidak menyerah hingga peluit akhir. Namun, secara teknik dan kemampuan individu, tim China tampak jauh lebih unggul dan siap dalam pertandingan ini.

Saat injury time, tepatnya menit ke-92, gawang Indonesia kembali kebobolan. Sontekan mendatar Ailikamu Yilihong menjadi gol penutup, membuat Nova Arianto tampak marah dengan reaksi para pemainnya yang seolah kehilangan fokus di menit-menit akhir.

Pekerjaan Rumah Menumpuk untuk Piala AFF U-17 2026

Hasil telak 0-8 ini jelas menjadi alarm bahaya bagi Timnas Indonesia U-17. Ini menunjukkan bahwa ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum mereka tampil di Piala AFF U-17 2026. Kesenjangan kualitas dengan tim-tim lain, bahkan di level Asia, masih sangat terasa.

Kurniawan Dwi Yulianto, yang akan memegang kendali penuh tim ini, memiliki tugas berat di pundaknya. Ia harus segera mencari pemain-pemain yang mumpuni, tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman taktik dan mentalitas bertanding yang kuat.

Fokus utama harus pada perbaikan fundamental. Dari organisasi pertahanan yang rapuh, transisi permainan yang lambat, hingga penyelesaian akhir yang kurang efektif, semua aspek membutuhkan polesan serius. Ini bukan hanya soal individu, tapi juga koordinasi tim secara keseluruhan.

Belajar dari Kekalahan: Jalan Panjang Menuju Prestasi

Kekalahan dalam uji coba memang pahit, namun bisa menjadi pelajaran berharga. Ini adalah cerminan jujur tentang di mana posisi Timnas U-17 Indonesia saat ini dan seberapa jauh perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai level kompetitif.

Pengalaman melawan tim sekelas China, meskipun dengan skor telak, dapat menjadi pemacu semangat bagi para pemain dan staf pelatih. Mereka kini tahu persis apa yang perlu diperbaiki dan seberapa keras mereka harus berlatih.

Dukungan penuh dari PSSI dan masyarakat tentu sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan jangka panjang ini. Membangun tim yang kuat membutuhkan waktu, kesabaran, dan strategi yang matang, bukan hanya hasil instan.

Susunan Pemain

Indonesia U-17: Noah Leo (PG); Putu Eka Yana, Shoyyo Himawan, Zidane Raditya; Dava Yunna, Fardan Farras, Farrel Luckyta, Handri Dimas, Miraj Rizky, Peres Akwila; Mierza Firjatullah

China U-17: Qin Ziniu (PG); Bian Weihao, Li Junpeng, Zhang Xuyou; Kuang Zhaolei, Nan Zixun, Pan Chaowei, Wang Heyi, Zhao Songyuan, Zhou Yunuo; Shuai Weihao

banner 325x300