Sebuah pemandangan tak biasa baru-baru ini menghebohkan jagat maya dan warga Jakarta. Sebuah mobil listrik Chery J6 terekam kamera sedang "berenang" menerobos genangan banjir yang cukup tinggi di salah satu sudut ibu kota. Aksi nekat ini sontak menjadi perbincangan hangat, memicu decak kagum sekaligus pertanyaan besar: bagaimana bisa sebuah mobil listrik, yang kerap dianggap rentan air, mampu melakukan hal tersebut?
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, khususnya Instagram, menunjukkan SUV listrik berwarna putih itu melaju perlahan namun pasti. Genangan air yang mencapai setinggi paha orang dewasa tak mampu menghentikan lajunya, seolah mobil ini memang dirancang untuk menaklukkan medan ekstrem. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa persepsi umum tentang mobil listrik mungkin perlu ditinjau ulang.
Aksi Nekat yang Bikin Heboh Jagat Maya
Dalam rekaman video yang viral, terlihat jelas bagaimana Chery J6 dengan tenang membelah arus banjir. SUV bongsor itu tampak gagah, seolah tak terpengaruh oleh derasnya air yang mengelilinginya. Di ujung genangan, seorang pria terlihat mencoba mengarahkan pengemudi, memastikan mobil bisa keluar dari kepungan air dengan aman.
Suara pria dalam rekaman video itu dengan nada takjub berujar, "Beuh lolos Chery," menggambarkan betapa terkejutnya ia menyaksikan mobil listrik tersebut berhasil melewati rintangan banjir. Reaksi serupa juga membanjiri kolom komentar di media sosial, dengan banyak netizen yang mengungkapkan kekaguman mereka. Banyak yang bertanya-tanya tentang ketahanan mobil listrik ini, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering melanda Jakarta.
Mengapa Aksi Ini Begitu Menarik Perhatian?
Selama ini, ada mitos yang cukup kuat di masyarakat bahwa mobil listrik sangat rentan terhadap air. Kekhawatiran akan korsleting, kerusakan baterai, atau bahkan bahaya sengatan listrik seringkali menjadi alasan utama. Oleh karena itu, ketika sebuah Chery J6 dengan percaya diri menerobos banjir, hal ini langsung mematahkan banyak asumsi yang ada.
Keberanian Chery J6 ini bukan hanya sekadar tontonan menarik, melainkan juga sebuah demonstrasi teknologi yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa produsen mobil listrik semakin serius dalam mengembangkan kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh dan andal di berbagai kondisi, termasuk saat menghadapi banjir. Peristiwa ini membuka mata banyak orang tentang potensi sebenarnya dari kendaraan listrik modern.
Intip Spesifikasi Chery J6: Si Penakluk Banjir?
Chery J6 sendiri bukanlah pendatang baru di pasar otomotomi Indonesia. Mobil listrik ini telah resmi meluncur di Tanah Air pada tahun 2024, membawa segudang fitur dan teknologi canggih. Dengan dimensi panjang 4.406 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.715 mm, J6 tampil sebagai SUV yang cukup bongsor dan menjanjikan ruang kabin yang lapang.
Di balik performa tangguhnya, Chery J6 dibekali dapur pacu yang mumpuni. Motor listrik di sisi depan menghasilkan tenaga 93,8 hp dan torsi 165 Nm, sementara roda belakang ditenagai motor yang lebih bertenaga, yakni 181 hp dan 220 Nm. Kombinasi ini menjamin akselerasi responsif dan performa yang kuat, baik di jalanan perkotaan maupun saat menghadapi tantangan seperti banjir.
Keunggulan Baterai IP68: Kunci Ketahanan Terhadap Air
Salah satu rahasia di balik keberanian Chery J6 menerobos banjir terletak pada sistem baterainya. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 65,69 kWh atau 69,77 kWh yang telah mengantongi sertifikat IP68. Sertifikasi IP68 ini adalah standar internasional yang menunjukkan tingkat perlindungan perangkat terhadap debu dan air.
Angka ‘6’ pada IP68 berarti baterai terlindungi sepenuhnya dari debu, sementara angka ‘8’ menunjukkan kemampuan baterai untuk bertahan dari perendaman air hingga kedalaman tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan. Ini adalah faktor krusial yang memberikan kepercayaan diri bagi pengemudi Chery J6 untuk melaju di tengah genangan air. Dengan perlindungan ini, risiko korsleting atau kerusakan pada komponen vital baterai dapat diminimalisir secara signifikan.
Selain ketahanan terhadap air, baterai Chery J6 juga menawarkan efisiensi pengisian daya yang impresif. Baterai dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 25 menit, menjadikannya sangat praktis untuk penggunaan sehari-hari. Untuk daya jelajah, varian RWD mampu menempuh jarak 441 km, sementara varian IWD diklaim sanggup menempuh 436 km dalam sekali pengisian penuh. Angka ini cukup kompetitif di kelasnya dan memberikan keleluasaan bagi penggunanya.
Varian Chery J6T: Lebih Gagah dan Berbeda
Bagi mereka yang mencari tampilan lebih sporty dan gagah, Chery juga menghadirkan varian J6T yang rencananya akan dirilis pada akhir 2025. Varian ini hadir dengan ukuran yang sedikit lebih melar, yaitu panjang 4.433 mm, lebar 1.916 mm, dan tinggi 1.741 mm. Perbedaan dimensi ini memberikan kesan yang lebih dominan di jalan.
Secara estetika, J6T juga menawarkan beberapa sentuhan khas. Interiornya didominasi warna hitam yang elegan, sementara eksteriornya kini memiliki warna khas Red Matrix yang mencolok. Ada pula perbedaan pada bagian bumper depan dan belakang, kap depan, hingga over fender, yang semuanya dirancang untuk memberikan tampilan yang lebih agresif dan siap berpetualang.
Harga dan Ketersediaan Chery J6 di Indonesia
Dengan segala keunggulan dan ketangguhan yang ditawarkan, Chery J6 dipasarkan di Indonesia dengan rentang harga yang cukup bervariasi. Konsumen bisa memiliki SUV listrik ini mulai dari Rp505,5 juta hingga Rp615,5 juta, tergantung pada varian dan fitur yang dipilih. Harga ini menempatkan Chery J6 sebagai pilihan menarik di segmen mobil listrik SUV menengah ke atas.
Melihat performanya yang berhasil menerobos banjir, nilai investasi pada Chery J6 tampaknya semakin menarik. Bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta yang sering dilanda banjir, memiliki kendaraan yang tangguh terhadap air tentu menjadi pertimbangan penting. Chery J6 membuktikan bahwa mobil listrik tidak hanya tentang efisiensi dan ramah lingkungan, tetapi juga tentang ketahanan dan keandalan.
Pelajaran dari Aksi Chery J6: Mitos Mobil Listrik dan Air
Aksi Chery J6 menerobos banjir di Jakarta telah memberikan pelajaran berharga bagi banyak orang. Mitos bahwa mobil listrik tidak bisa kena air sedikit demi sedikit mulai terkikis, setidaknya untuk model-model tertentu yang memang dirancang dengan standar perlindungan tinggi seperti IP68. Ini adalah langkah maju dalam edukasi publik mengenai teknologi kendaraan listrik.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua mobil listrik memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap air. Selalu periksa spesifikasi dan rating IP dari kendaraan Anda sebelum mencoba menerobos genangan air. Meskipun Chery J6 menunjukkan ketangguhan luar biasa, tetap tidak disarankan untuk sengaja menerobos banjir ekstrem tanpa pengetahuan yang memadai, demi keamanan diri dan kendaraan.
Pada akhirnya, Chery J6 telah membuktikan diri sebagai pemain tangguh di pasar EV Indonesia. Video viral ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga demonstrasi nyata akan kemajuan teknologi kendaraan listrik. Ini adalah bukti bahwa masa depan otomotif tidak hanya hijau, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan alam.


















