Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Jangan Salah Kaprah! Ini Cara Pakai Rem Tangan yang Benar Agar Mobilmu Awet & Aman

jangan salah kaprah ini cara pakai rem tangan yang benar agar mobilmu awet aman portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Rem tangan, atau sering juga disebut rem parkir, adalah salah satu komponen vital pada mobil yang seringkali dianggap sepele. Padahal, fungsinya sangat krusial, tidak hanya saat mobil parkir, tetapi juga membantu pengemudi melewati tanjakan atau turunan dengan aman. Sayangnya, tidak semua pengemudi memahami cara penggunaan rem tangan yang benar, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal atau merusak komponen mobilmu.

Banyak dari kita mungkin punya kebiasaan yang salah saat menggunakan rem tangan. Kebiasaan ini, jika terus-menerus dilakukan, bisa memperpendek usia pakai rem tangan itu sendiri, bahkan berpotensi menimbulkan bahaya saat berkendara. Yuk, kita bedah tuntas bagaimana cara kerja dan penggunaan rem tangan yang tepat agar mobil kesayanganmu selalu dalam kondisi prima dan aman di jalan.

banner 325x300

Kenali Dulu, Ada Berapa Sih Jenis Rem Tangan di Mobilmu?

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara penggunaan yang benar, penting untuk mengetahui jenis-jenis rem tangan yang umum ditemukan di mobil. Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara pengoperasian yang sedikit berbeda. Memahami perbedaan ini akan membantumu menggunakan rem tangan dengan lebih efektif.

1. Rem Tangan Model Stik (Lever Type)

Ini adalah jenis rem tangan paling klasik dan mungkin yang paling familiar bagi banyak orang. Bentuknya berupa tuas panjang yang dilengkapi tombol di bagian atas, biasanya terletak di konsol tengah antara kursi pengemudi dan penumpang depan. Rem tangan stik masih banyak digunakan pada mobil transmisi manual maupun otomatis, terutama model-model lama atau entry-level.

Cara menggunakannya sangat mudah, cukup tarik tuas ke atas untuk mengaktifkan dan tekan tombol sambil menurunkannya untuk melepaskan. Sistemnya bekerja secara mekanis, menarik kabel yang terhubung ke rem belakang.

2. Rem Tangan Elektronik (Electronic Parking Brake/EPB)

Rem tangan elektronik adalah fitur modern yang semakin banyak ditemukan pada mobil-mobil keluaran terbaru. Bentuknya berupa tombol kecil, seringkali bertuliskan "P" atau simbol rem, yang terletak di konsol tengah. Pengoperasiannya sangat praktis, cukup tekan atau tarik tombol untuk mengaktifkan atau melepaskan rem.

Beberapa mobil dengan EPB bahkan dilengkapi fitur auto-release, di mana rem akan otomatis terlepas saat pengemudi menginjak gas dan memindahkan transmisi ke posisi D. Fitur ini juga seringkali terintegrasi dengan Hill Start Assist, yang sangat membantu saat mobil berhenti di tanjakan.

3. Rem Tangan Model Pedal (Foot-Operated Parking Brake)

Jenis rem tangan ini biasanya ditemukan pada mobil-mobil otomatis, terutama sedan atau MPV keluaran lama. Letaknya bukan di konsol tengah, melainkan di area kaki pengemudi, sejajar dengan pedal gas dan rem, namun sedikit ke kiri. Pengoperasiannya dilakukan dengan kaki.

Untuk mengaktifkan, kamu cukup menginjak pedal ini secara dalam hingga terkunci. Untuk melepaskannya, injak kembali pedal tersebut atau terkadang ada tuas kecil di bawah dasbor yang perlu ditarik. Jenis ini membebaskan ruang di konsol tengah, namun terkadang pengemudi lupa mengaktifkan atau melepaskannya.

Jangan Asal Tarik! Ini Cara Pakai Rem Tangan yang Benar Agar Awet & Aman

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, kini saatnya memahami cara penggunaan rem tangan yang tepat. Kesalahan dalam penggunaan bisa berakibat fatal pada komponen rem atau bahkan membahayakan keselamatanmu di jalan.

1. Perhatikan Bunyi Klik pada Rem Tangan Stik

Khusus untuk rem tangan model stik, perhatikan bunyi "klik" saat kamu menarik tuasnya. Idealnya, bunyi klik yang keluar adalah antara empat hingga tujuh kali. Jika bunyi klik terlalu sedikit (misalnya hanya 1-3 kali) atau terlalu banyak (lebih dari 7 kali), itu bisa menjadi indikasi bahwa setelan rem tanganmu longgar atau terlalu kencang.

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan di bengkel. Setelan yang tidak tepat bisa membuat rem tangan kurang efektif mengunci roda atau justru terlalu kencang sehingga sulit dilepaskan dan cepat aus.

2. Hindari Penggunaan Rem Tangan di Lampu Merah atau Berhenti Sejenak

Banyak pengemudi punya kebiasaan menarik rem tangan saat berhenti di lampu merah atau kemacetan. Sebaiknya, hindari kebiasaan ini. Untuk berhenti sejenak, lebih baik posisikan transmisi ke ‘N’ (Netral) dan injak pedal rem kaki.

Menggunakan rem tangan terlalu sering untuk berhenti singkat dapat mempercepat keausan kampas rem tangan dan komponen lainnya. Selain itu, jika kamu lupa melepaskannya saat ingin melaju, bisa menyebabkan rem "mengunci" dan merusak sistem.

3. Jangan Berlebihan Menarik atau Menginjak Rem Tangan

Tidak perlu mengerahkan seluruh tenaga untuk menarik tuas rem tangan atau menginjak pedal rem tangan secara berlebihan. Pada rem tangan stik, ketinggian tuas yang ditarik cukup sekitar 45 derajat saja, atau hingga terasa cukup kuat untuk mengunci ban mobil agar tidak bergerak.

Menarik atau menginjak rem tangan terlalu kuat bisa meregangkan kabel rem secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan kabel cepat putus atau merusak mekanisme penguncian, yang pada akhirnya akan mengurangi efektivitas rem tangan itu sendiri.

4. Pastikan Rem Tangan Terlepas Sempurna Sebelum Tancap Gas, Terutama di Tanjakan

Ini adalah salah satu kesalahan paling umum dan berbahaya. Saat mengemudi di jalan tanjakan, jangan pernah tancap gas sebelum memastikan tuas atau tombol rem tangan sudah terlepas sepenuhnya. Jika rem tangan belum sepenuhnya dilepas tapi kamu sudah keburu menginjak gas, ini bisa menyebabkan beberapa masalah serius.

Pertama, mobil akan terasa berat dan tidak bertenaga karena rem masih menahan roda. Kedua, kampas rem akan bergesekan secara paksa dan menghasilkan panas berlebih, yang bisa menyebabkan bau gosong dan mempercepat keausan kampas. Terakhir, risiko kabel rem putus juga meningkat, yang sangat berbahaya.

5. Hindari Mengaktifkan Rem Tangan untuk Parkir Jangka Panjang

Meskipun namanya "rem parkir," sebaiknya hindari penggunaan rem tangan jika mobil terparkir dalam jangka waktu yang sangat lama, misalnya lebih dari seminggu. Terutama jika mobil habis dicuci atau dalam kondisi lembap. Kampas rem bisa menempel erat pada cakram atau tromol rem akibat korosi ringan, membuatnya sulit dilepaskan saat ingin digunakan kembali.

Untuk mobil transmisi manual, lebih aman menggunakan gigi (gigi 1 atau R) sebagai pengunci tambahan dan tambahkan pengganjal roda jika parkir di permukaan miring. Sementara pada mobil otomatis, cukup masukkan transmisi ke posisi ‘P’ (Park) saja. Posisi ‘P’ sudah mengunci transmisi agar roda tidak berputar. Pengganjal roda tetap disarankan untuk keamanan ekstra di tanjakan.

Tanda-tanda Rem Tangan Mobilmu Bermasalah, Jangan Sampai Telat!

Penting untuk peka terhadap kondisi rem tangan mobilmu. Jika ada tanda-tanda berikut, segera periksakan ke bengkel terpercaya:

  • Bunyi Klik Terlalu Banyak atau Sedikit: Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ini indikasi setelan yang tidak pas.
  • Tuas Terasa Longgar atau Berat: Jika tuas rem tangan terasa sangat ringan saat ditarik atau justru sangat berat, bisa jadi ada masalah pada kabel atau mekanismenya.
  • Mobil Masih Bergerak: Setelah rem tangan diaktifkan, mobil seharusnya tidak bergerak sama sekali. Jika masih ada pergerakan, artinya rem tangan tidak berfungsi optimal.
  • Bau Gosong Saat Berkendara: Ini adalah tanda paling jelas bahwa rem tangan mungkin masih aktif sebagian atau mengalami gesekan berlebihan.
  • Lampu Indikator Rem Tangan Menyala Terus: Jika lampu indikator rem tangan tetap menyala meskipun tuas atau tombol sudah dilepas, segera periksakan.

Kesimpulan: Rem Tangan Bukan Sekadar Pelengkap, Tapi Penjaga Keselamatan!

Rem tangan adalah fitur keselamatan yang tidak boleh diabaikan. Penggunaan yang benar akan memastikan komponen ini berfungsi optimal, memperpanjang umurnya, dan yang terpenting, menjaga keselamatanmu dan penumpang. Jangan pernah meremehkan peran rem tangan, karena ia adalah salah satu "penjaga" setia mobilmu saat berhenti atau parkir.

Luangkan waktu sejenak untuk memahami cara kerja dan penggunaan yang tepat. Jika ada keraguan atau tanda-tanda masalah, jangan tunda untuk membawa mobilmu ke bengkel. Ingat, keselamatan di jalan adalah prioritas utama!

banner 325x300