Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bukan Kaleng-Kaleng! Ini Profil Ratchaburi, Klub Thailand yang Jadi Lawan Persib di ACL Two

bukan kaleng kaleng ini profil ratchaburi klub thailand yang jadi lawan persib di acl two portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Persib Bandung akan menghadapi tantangan serius di babak 16 besar AFC Champions League Two. Setelah berhasil keluar sebagai juara Grup G, Maung Bandung dipastikan bakal berhadapan dengan Ratchaburi FC, sebuah klub asal Thailand yang dikenal dengan julukan "The Dragons". Pertemuan ini tentu saja menjadi sorotan utama bagi para pecinta sepak bola Asia Tenggara, khususnya bobotoh yang menantikan kiprah Persib di kancah internasional.

Pengundian yang telah berlangsung di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu mempertemukan dua tim kuat ini. Persib Bandung, di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, telah menunjukkan performa impresif dengan mengungguli lawan-lawan tangguh seperti Bangkok United, Lion City Sailors, dan Selangor di fase grup. Kini, mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kekuatan dari Liga Thailand.

banner 325x300

Perjalanan Ratchaburi Menuju Babak 16 Besar

Ratchaburi FC bukanlah tim sembarangan. Mereka masuk ke kompetisi AFC Champions League Two dengan status sebagai peringkat keempat Liga Thailand musim lalu, menunjukkan konsistensi di liga domestik. Perjalanan mereka di fase grup juga patut diacungi jempol, membuktikan bahwa The Dragons memiliki taring yang tajam.

Klub ini berhasil menempati peringkat kedua di Grup F, bersaing ketat dengan tim-tim seperti Gamba Osaka dari Jepang, Nam Dinh dari Vietnam, dan Eastern dari Hong Kong. Dari enam pertandingan di fase grup, Ratchaburi mencatatkan tiga kemenangan dan tiga kekalahan, mengumpulkan sembilan poin. Koleksi poin ini setara dengan Nam Dinh, namun Ratchaburi unggul dalam produktivitas gol, yang menjadi penentu kelolosan mereka.

Sejarah Singkat dan Prestasi Klub

Ratchaburi FC adalah klub yang relatif muda, baru didirikan pada tahun 2004. Dua tahun setelah berdiri, mereka langsung berpartisipasi dalam liga divisi dua Thailand, menunjukkan ambisi yang besar sejak awal. Klub yang pernah disponsori oleh pabrik gula besar di Negeri Gajah Putih ini berhasil menembus divisi utama Thailand pada tahun 2013, menandai era baru bagi mereka.

Meskipun telah lebih dari satu dekade berlaga di kompetisi nomor satu Thailand, Ratchaburi belum pernah meraih gelar juara liga. Prestasi terbaik mereka di liga domestik adalah menjadi penghuni peringkat keempat pada musim lalu, sebuah pencapaian yang membuktikan peningkatan kualitas tim. Di luar kompetisi domestik, Ratchaburi pernah mencicipi manisnya gelar juara di ajang Piala FA Thailand pada tahun 2016, menunjukkan bahwa mereka memiliki mental juara di turnamen sistem gugur.

Pelatih dan Taktik Kunci

Saat ini, Ratchaburi FC dilatih oleh legenda timnas Thailand, Worrawoot Srimaka, yang mulai menukangi tim sejak tahun 2024. Srimaka dikenal dengan gaya kepelatihan yang disiplin dan strategis, mencoba membawa Ratchaburi ke level berikutnya. Sebelum Srimaka, bangku pelatih Ratchaburi juga pernah diisi oleh nama-nama tenar dari Eropa.

Mantan pemain timnas Jerman, Christian Ziege, pernah melatih Ratchaburi pada tahun 2018, membawa sentuhan sepak bola Eropa ke klub ini. Setahun kemudian, giliran mantan penyerang timnas Italia, Marco Simone, yang mencoba peruntungannya bersama The Dragons. Kehadiran pelatih-pelatih berkaliber internasional ini menunjukkan ambisi Ratchaburi untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi.

Pemain Kunci yang Wajib Diwaspadai

Skuad Ratchaburi saat ini dihuni oleh perpaduan pemain lokal berkualitas dan legiun asing yang tangguh. Worrawoot Srimaka mengandalkan beberapa pemain berlabel timnas Thailand yang menjadi tulang punggung tim. Nama-nama seperti Jonathan Khemdee, Adisorn Promrak, Kevin Deeromram, dan Jakkaphan Kaewprom adalah pilar penting yang memiliki pengalaman internasional dan kualitas mumpuni.

Selain itu, Ratchaburi juga diperkuat oleh pemain-pemain Asia Tenggara yang memiliki kontribusi besar. Ada Faiq Bolkiah dari Brunei Darussalam, yang dikenal dengan kecepatan dan dribelnya, serta Jesse Curran dari Filipina, yang menambah kekuatan di lini tengah. Kehadiran mereka memberikan dimensi berbeda dalam permainan The Dragons.

Untuk legiun asing, Ratchaburi memiliki deretan pemain vital yang menjadi motor serangan dan pertahanan. Gabriel Mutombo, seorang bek tangguh, menjadi benteng pertahanan yang sulit ditembus. Di lini tengah, Pedro Tanausu dan Denilson Junior menjadi kreator serangan yang cerdas. Sementara itu, Guilherme Negueba adalah penyerang lincah yang siap mengancam gawang lawan dengan kecepatan dan insting golnya. Kombinasi pemain-pemain ini menjadikan Ratchaburi tim yang seimbang dan berbahaya.

Performa di Liga Thailand Musim Ini

Kiprah Ratchaburi di Liga Thailand musim ini juga sangat menjanjikan. Saat ini, mereka sedang berada di peringkat kedua klasemen sementara, menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa. Posisi ini menempatkan mereka di bawah raksasa Thailand, Buriram United, namun berhasil mengungguli klub-klub yang musim lalu bersaing di posisi tiga besar seperti Port FC dan Bangkok United.

Performa apik di liga domestik ini tentu menjadi modal berharga bagi Ratchaburi saat menghadapi Persib di AFC Champions League Two. Mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi dan momentum positif, siap memberikan perlawanan sengit. Kestabilan di liga menunjukkan bahwa The Dragons memiliki kedalaman skuad dan strategi yang matang untuk bersaing di berbagai kompetisi.

Analisis Potensi Pertandingan

Pertemuan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar AFC Champions League Two. Kedua tim memiliki kekuatan dan karakteristik yang berbeda, namun sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini. Persib dengan dukungan penuh bobotoh dan strategi Bojan Hodak yang terbukti efektif, akan menghadapi Ratchaburi yang memiliki kecepatan, teknik, dan pengalaman di kancah Asia.

Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Maung Bandung untuk membuktikan ketangguhan mereka di level kontinental. Ratchaburi, dengan julukan "The Dragons" dan performa apik mereka, siap menjadi batu sandungan yang tidak bisa diremehkan. Pertandingan ini tidak hanya akan menguji kekuatan fisik dan taktik, tetapi juga mentalitas kedua tim. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan melaju ke babak selanjutnya? Kita tunggu saja aksi seru mereka di lapangan hijau.

banner 325x300