Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Drama Tiga Penalti! Timnas Futsal U-19 Indonesia Gegerkan Thailand di Final AFF

drama tiga penalti timnas futsal u 19 indonesia gegerkan thailand di final aff portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Final Piala AFF Futsal U-19 2025 di Nonthaburi Hall, Senin (29/12), menyajikan drama yang tak terduga sejak menit awal. Timnas Futsal Indonesia U-19 berhasil menahan imbang tuan rumah Thailand dengan skor 1-1 di babak pertama, sebuah hasil yang penuh perjuangan dan diwarnai insiden tiga kali tendangan penalti kedua. Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan gengsi dan asa untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Sejak peluit kick-off ditiup, Timnas Futsal U-19 Indonesia langsung tancap gas, menunjukkan ambisi besar untuk meraih gelar juara. Serangan demi serangan dilancarkan, menciptakan peluang emas yang membuat jantung suporter berdebar kencang. Kiper Thailand, Watcharin Kerdngoen, langsung diuji dengan dua tembakan keras di menit pertama, salah satunya dari Muhamad Fatih Zidan yang nyaris merobek jala gawang.

banner 325x300

Awal Laga: Gebrakan Garuda Muda yang Menggila

Empat menit pertama menjadi saksi dominasi Skuad Garuda Muda. Beberapa kali pemain Indonesia berhasil berhadapan langsung dengan kiper lawan, namun dewi fortuna belum berpihak. Finishing yang kurang klinis membuat sejumlah peluang emas terbuang percuma, meninggalkan rasa penasaran di benak para pendukung.

Meski begitu, semangat juang anak-anak asuh pelatih kepala tak pernah padam. Mereka terus menekan, menunjukkan bahwa mental juara sudah tertanam kuat. Atmosfer final yang panas terasa begitu kental, memacu adrenalin setiap pemain di lapangan.

Duel Fisik dan Strategi Ketat yang Bikin Deg-degan

Benturan-benturan fisik tak terhindarkan mewarnai awal duel klasik Indonesia kontra Thailand ini. Kedua tim sama-sama menunjukkan determinasi tinggi, tak mau menyerah sejengkal pun dalam perebutan bola. Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, penuh adu taktik dan kekuatan fisik.

Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas serangan kedua tim sempat terlihat sedikit mengendur. Baik Indonesia maupun Thailand sama-sama jual-beli serangan, namun minim menciptakan peluang bagus yang benar-benar mengancam gawang lawan. Ini menunjukkan betapa ketatnya pertahanan kedua tim dan kehati-hatian dalam mengambil risiko.

Thailand Memecah Kebuntuan: Gawang Guntur Terbobol

Di tengah kebuntuan, Thailand akhirnya berhasil memecah kebuntuan dan unggul 1-0 lebih dulu atas Indonesia. Pada menit ke-17, Poompuchid Huab Um menjadi momok bagi pertahanan Indonesia. Ia berhasil membobol gawang yang dijaga Guntur setelah memanfaatkan bola rebound tendangan Nopparoj Raweelersworarat yang sebelumnya sempat ditepis.

Gol ini sontak membuat Nonthaburi Hall bergemuruh, menyuntikkan semangat baru bagi tim tuan rumah. Bagi Indonesia, gol tersebut menjadi pukulan telak, namun tidak mematahkan semangat juang mereka. Justru, gol ini membakar motivasi para pemain untuk segera membalas.

Drama Tiga Penalti: Asa yang Nyaris Pupus

Tak lama setelah gol Thailand, drama sesungguhnya baru dimulai. Pada menit ke-18, Indonesia mendapatkan tendangan second penalty setelah Thailand melakukan pelanggaran keenam. Sebuah kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan, namun sayangnya eksekusi penalti pertama ini berhasil digagalkan oleh kiper Watcharin Kerdngoen yang tampil gemilang.

Satu menit berselang, nasib kembali memberikan kesempatan. Indonesia mendapatkan second penalty kedua setelah pelanggaran ketujuh dari Thailand. Kali ini, M Fatih Zidan mengambil alih tugas sebagai eksekutor, namun lagi-lagi, tendangannya bisa diblok dengan sempurna oleh kiper Kerdngoen. Dua peluang emas terbuang sia-sia, membuat para suporter Indonesia menahan napas dan diliputi kekhawatiran.

Robby Faturrahman, Pahlawan Penyelamat di Detik Akhir

Saat babak pertama tersisa kurang dari satu menit, keajaiban terjadi. Indonesia mendapatkan second penalty ketiga, kali ini setelah pelanggaran kedelapan dari Thailand. Tekanan begitu besar, mengingat dua penalti sebelumnya gagal berbuah gol. M Robby Faturrahman dipercaya untuk menjadi eksekutor ketiga.

Dengan ketenangan luar biasa, Robby Faturrahman berhasil menuntaskan tugasnya. Ia menempatkan bola di sisi kanan gawang yang tidak bisa diantisipasi kiper lawan, dan gol! Sorak sorai kegembiraan pecah di kubu Indonesia. Gol ini menyamakan skor menjadi 1-1 pada babak pertama, sebuah hasil yang sangat krusial dan membangkitkan asa.

Apa Kata Babak Pertama untuk Laga Selanjutnya?

Skor imbang 1-1 di babak pertama ini menjadi cerminan betapa ketat dan sengitnya persaingan di final Piala AFF Futsal U-19. Drama tiga penalti yang berujung pada satu gol penyelamat menunjukkan mental baja Timnas Futsal U-19 Indonesia. Mereka tidak menyerah meskipun sempat tertinggal dan dua kali gagal mengeksekusi penalti.

Hasil ini tentu memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi Skuad Garuda Muda untuk menghadapi babak kedua. Sementara itu, Thailand harus bekerja lebih keras untuk menemukan celah di pertahanan Indonesia dan mengamankan gelar juara di kandang sendiri. Babak kedua dipastikan akan lebih panas dan penuh kejutan. Siapa yang akan keluar sebagai juara? Hanya waktu yang akan menjawab.

banner 325x300