Pertandingan Super League 2025/2026 kembali menyajikan drama yang tak terlupakan. Kali ini, Stadion Gelora Ratu Pamelingan menjadi saksi bisu keganasan Madura United yang sukses melibas Semen Padang dengan skor telak 5-1 pada Minggu (28/12). Hasil ini bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Laskar Sape Kerrab di hadapan publik sendiri.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Madura United langsung menunjukkan dominasinya. Mereka bermain agresif, menekan pertahanan Semen Padang, dan tak memberikan ruang sedikit pun bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. Atmosfer di stadion pun memanas, dipenuhi sorak sorai pendukung yang haus akan gol.
Awal yang Mengejutkan: Pesta Gol Dimulai!
Tak perlu menunggu lama, Madura United langsung membuka keran gol di menit kelima. Lulinha, sang penyerang andalan, berhasil menggetarkan jala gawang Semen Padang. Gol ini berawal dari pergerakan lincah Riski Afrisal di sisi kiri lapangan, yang kemudian mengirimkan umpan cutback mematikan.
Lulinha dengan cerdik memanfaatkan bola tersebut, menempatkannya dengan presisi yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol cepat ini sontak membakar semangat para pemain Madura United dan membuat gemuruh di tribun penonton semakin membahana. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Hanya berselang sembilan menit, tepatnya di menit ke-14, Madura United kembali menambah pundi-pundi golnya. Kali ini giliran Mendonca yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari skema sepak pojok yang terukur, Mendonca berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang tak terbendung.
Gol kedua ini semakin menegaskan dominasi Madura United di awal pertandingan. Semen Padang tampak kewalahan menghadapi gelombang serangan yang dilancarkan oleh tuan rumah. Mereka terlihat kesulitan keluar dari tekanan dan membangun serangan balik yang efektif.
Semen Padang Mencoba Bangkit, Tapi…
Tertinggal dua gol membuat Semen Padang tak punya pilihan lain selain bermain lebih agresif. Mereka mulai mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan mencari celah di pertahanan Madura United. Beberapa kali mereka berhasil menembus lini belakang lawan.
Pada menit ke-25, Semen Padang mendapatkan dua peluang emas secara beruntun. Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada mereka. Kiper Madura United tampil sigap dan berhasil menggagalkan kedua peluang tersebut, menjaga gawangnya tetap perawan dari kebobolan.
Tak menyerah, Semen Padang terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Di menit ke-27, Firman Juliansyah melepaskan tendangan voli keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Madura United, membuat para pendukung tim tamu harus menahan napas kecewa.
Hingga babak pertama berakhir, skor 2-0 untuk keunggulan Madura United tetap bertahan. Meskipun Semen Padang sempat memberikan perlawanan, mereka belum mampu menembus rapatnya pertahanan dan ketangguhan kiper Madura United. Pelatih Semen Padang tentu harus memutar otak untuk menemukan strategi baru di jeda pertandingan.
Babak Kedua: Drama, Blunder, dan Hujan Gol!
Memasuki babak kedua, Semen Padang menunjukkan perubahan gaya permainan yang signifikan. Mereka tampil lebih ngotot, berani melakukan pressing tinggi, dan mencoba mengambil inisiatif serangan. Tampaknya, instruksi dari pelatih di ruang ganti berhasil membakar semangat para pemain Kabau Sirah.
Namun, justru Madura United yang kembali berhasil menambah keunggulan. Di menit ke-55, Jordy Wehrmann mencetak gol ketiga bagi Madura United. Gol ini tercipta berkat kerja sama apik dengan Lulinha, yang kembali menunjukkan visi bermainnya dengan memberikan umpan matang. Skor kini menjadi 3-0.
Euforia Madura United tak berlangsung lama. Hanya satu menit berselang, tepatnya di menit ke-56, Semen Padang berhasil mencetak gol balasan. Stewart Cornelius menjadi pahlawan bagi tim tamu setelah memanfaatkan blunder fatal yang dilakukan bek Madura United, Mendonca.
Gol Stewart Cornelius ini seolah menjadi suntikan motivasi bagi Semen Padang, sekaligus peringatan bagi Madura United untuk tidak lengah. Skor berubah menjadi 3-1, dan pertandingan kembali memanas dengan tensi yang semakin tinggi. Para penonton pun dibuat tegang menyaksikan jual beli serangan.
VAR Beraksi: Keputusan Kontroversial di Pamelingan
Drama di lapangan semakin menjadi-jadi ketika wasit harus berkonsultasi dengan VAR. Pada menit ke-64, insiden Novan Setya Sasongko menjegal Firman Juliansyah memicu perdebatan. Wasit awalnya mempertimbangkan kartu merah, namun setelah meninjau ulang tayangan VAR, ia memutuskan hanya memberikan kartu kuning kepada Novan.
Keputusan ini tentu saja memicu reaksi beragam dari kedua kubu. Pendukung Semen Padang merasa tidak puas, sementara kubu Madura United merasa lega. Teknologi VAR memang kerap kali menjadi penentu dalam momen-momen krusial, menambah bumbu drama dalam setiap pertandingan.
Tak lama berselang, di menit ke-70, wasit kembali menunjuk titik putih. Kali ini, giliran Madura United yang diuntungkan setelah Lulinha dijatuhkan oleh bek Semen Padang, Leo Guntara, di kotak terlarang. Peluang emas untuk memperlebar jarak kembali terbuka lebar bagi tuan rumah.
Balotelli, yang dipercaya sebagai eksekutor, dengan tenang menjalankan tugasnya. Tendangan penaltinya meluncur mulus ke gawang Semen Padang, tak mampu diantisipasi kiper lawan. Gol ini membawa Madura United semakin jauh memimpin dengan skor 4-1, membuat Semen Padang semakin tertekan.
Madura United Tak Terbendung: Lulinha Menggila!
Madura United benar-benar tak terbendung malam itu. Pesta gol mereka belum usai. Pada menit ke-79, Lulinha kembali menunjukkan magisnya dengan mencetak gol kelima bagi Madura United. Kali ini, ia melepaskan tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti yang bersarang indah di gawang Semen Padang.
Gol kedua Lulinha ini bukan hanya memperlebar keunggulan menjadi 5-1, tetapi juga menjadi salah satu gol tercantik dalam pertandingan tersebut. Performa Lulinha malam itu memang patut diacungi jempol, ia menjadi motor serangan dan pencetak gol ulung bagi Madura United.
Di penghujung pertandingan, tepatnya di menit ke-89, drama VAR kembali beraksi. Wasit sempat menunjuk titik penalti setelah tembakan Jasey Wehrmann mengenai tangan bek Semen Padang. Namun, setelah mendapatkan informasi dari VAR, wasit menganulir keputusannya.
Keputusan ini menjadi penutup rangkaian drama di lapangan. Semen Padang berhasil terhindar dari kebobolan lebih banyak, meskipun skor telak 5-1 sudah sulit untuk diubah. Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Madura United atas Semen Padang.
Implikasi Hasil: Jalan Terjal Semen Padang, Puncak Klasemen Madura United?
Kemenangan besar ini tentu saja menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Madura United. Mereka berhasil menunjukkan kekuatan dan kedalaman skuadnya, sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada tim-tim lain di Super League 2025/2026. Hasil ini berpotensi mendongkrak posisi mereka di papan atas klasemen.
Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Semen Padang. Mereka harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki performa tim. Pertahanan yang rapuh dan kurangnya efektivitas di lini depan menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi.
Pertandingan ini membuktikan bahwa Super League musim ini akan penuh dengan kejutan dan drama. Madura United telah memberikan tontonan yang menghibur dan penuh gol, meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar sepak bola Tanah Air. Patut dinantikan bagaimana perjalanan kedua tim ini selanjutnya di kompetisi paling bergengsi di Indonesia.


















