Era baru bagi TikTok di Amerika Serikat (AS) akan segera dimulai. Gedung Putih pada Sabtu (20/9) mengumumkan bahwa AS akan mendominasi kendali operasional aplikasi video pendek populer ini melalui pembentukan dewan baru. Ini adalah langkah besar yang menandai pergeseran kekuatan signifikan dari induk perusahaan asal China, ByteDance.
Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun ketegangan dan kekhawatiran AS terkait keamanan nasional. Dengan dewan baru yang mayoritas diisi warga Amerika, serta peran sentral Oracle dalam mengelola data dan algoritma, masa depan TikTok di Negeri Paman Sam dipastikan akan sangat berbeda. Kamu perlu tahu detail lengkapnya!
Mengapa AS Ingin Kendalikan TikTok?
Sejak kemunculannya, TikTok telah menjadi fenomena global, termasuk di AS. Namun, popularitasnya juga diiringi dengan kekhawatiran serius dari pemerintah Amerika. Intinya, AS khawatir data pengguna mereka bisa diakses oleh pemerintah China, serta potensi algoritma TikTok digunakan untuk memengaruhi opini publik.
Kekhawatiran ini bukan isapan jempol belaka. Pemerintah AS berulang kali menyuarakan dugaan bahwa ByteDance, sebagai perusahaan induk yang berbasis di China, bisa dipaksa oleh Beijing untuk menyerahkan data sensitif pengguna. Ini memicu perdebatan sengit tentang privasi dan keamanan siber di tingkat tertinggi.
Di era Presiden Joe Biden, Kongres bahkan telah meloloskan undang-undang yang memberikan ultimatum kepada ByteDance: jual operasinya di AS atau hadapi larangan total. Tekanan ini menunjukkan betapa seriusnya AS dalam memastikan kedaulatan digital dan melindungi warganya dari potensi ancaman asing.
Dewan Baru TikTok AS: Mayoritas Warga Amerika
Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa kendali TikTok di AS akan berada di tangan dewan baru. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa dewan ini akan memiliki tujuh kursi, dan enam di antaranya akan diisi oleh warga negara Amerika. Ini adalah angka mayoritas yang jelas, memastikan keputusan strategis akan selaras dengan kepentingan AS.
Leavitt menambahkan bahwa kesepakatan final diharapkan bisa ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Ini berarti perubahan besar ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah di ambang realisasi. Pengguna TikTok di AS akan merasakan dampak dari struktur kepemimpinan yang baru ini.
Presiden Donald Trump, yang kembali menjabat sejak 2025, bahkan menegaskan bahwa dewan baru ini akan diisi oleh "patriot Amerika yang hebat." Meskipun ia belum mengungkap siapa anggota ketujuh dewan tersebut, pernyataannya menggarisbawahi komitmennya untuk memastikan kontrol yang kuat dan pro-Amerika.
Oracle, Kunci di Balik Data dan Algoritma TikTok AS
Salah satu poin paling krusial dalam kesepakatan ini adalah peran yang akan dimainkan oleh Oracle. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika ini akan memimpin urusan data dan privasi pengguna TikTok di AS. Ini adalah jaminan penting bagi pemerintah AS bahwa informasi sensitif pengguna akan tetap aman di tangan perusahaan Amerika.
Tidak hanya data, Oracle juga akan bertanggung jawab atas kendali algoritma TikTok di AS. Ini adalah aspek yang sangat vital, mengingat algoritma adalah "otak" di balik rekomendasi konten yang memengaruhi miliaran pengguna. Dengan Oracle mengendalikannya, kekhawatiran tentang potensi manipulasi opini publik oleh pihak asing diharapkan bisa diminimalisir.
Larry Ellison, pendiri Oracle, dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Trump. Pilihan Oracle sebagai mitra utama dalam kesepakatan ini tentu bukan kebetulan. Ini menunjukkan upaya strategis untuk menempatkan kendali teknologi kunci di tangan sekutu yang terpercaya, sejalan dengan visi pemerintah AS.
Respons China dan Implikasi Global
Meskipun kesepakatan ini tampaknya sudah di depan mata, ada satu detail penting yang masih menunggu konfirmasi resmi. Presiden Trump mengklaim bahwa ia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping, dan Xi "menyetujui" kesepakatan tersebut. Namun, pihak Beijing sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini.
Jika Beijing benar-benar menyetujui, ini akan menjadi langkah mundur yang signifikan bagi ByteDance dan pengaruh teknologi China di panggung global. Namun, jika ada penolakan atau keberatan di kemudian hari, proses transisi ini bisa menjadi lebih rumit. Dunia akan menanti respons resmi dari pemerintah China.
Bagi ByteDance, ini berarti kehilangan kendali atas salah satu pasar terbesarnya dan sumber pendapatan utamanya. Namun, dengan menghindari larangan total, TikTok setidaknya masih bisa beroperasi di AS, meskipun dengan struktur kepemimpinan yang berbeda. Ini adalah kompromi yang mungkin pahit, tetapi perlu demi kelangsungan bisnis.
Era Baru TikTok di Amerika Serikat
Presiden Trump sendiri mengakui bahwa TikTok memiliki "nilai luar biasa," dan ia bahkan mengaku "sedikit bias" karena cukup sukses di platform tersebut selama kampanye. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekhawatiran keamanan, potensi ekonomi dan sosial TikTok tetap diakui oleh pemerintah AS.
Kesepakatan ini juga berpotensi membawa keuntungan finansial bagi pemerintah AS. The Wall Street Journal melaporkan bahwa sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah AS bisa menerima biaya miliaran dolar dari para investor yang akan menguasai TikTok. Ini akan menjadi bonus tambahan dari upaya restrukturisasi ini.
Dengan dewan yang didominasi Amerika dan Oracle yang mengelola data serta algoritma, TikTok di AS akan memasuki babak baru. Ini adalah era di mana keamanan nasional dan kedaulatan digital menjadi prioritas utama. Bagi jutaan pengguna TikTok di AS, ini berarti pengalaman mereka akan diatur di bawah pengawasan yang lebih ketat oleh pihak Amerika. Kini, kita tinggal menunggu tanda tangan kesepakatan yang akan mengubah lanskap media sosial selamanya.


















