Sabtu, 06 Desember 2025, suasana di Anfield, markas kebanggaan Liverpool, terasa kian memanas. Bukan hanya karena persaingan ketat di Liga Premier, namun juga karena pernyataan mengejutkan dari legenda klub, Jamie Redknapp, yang meragukan masa depan bintang utama mereka, Mohamed Salah. Keraguan ini muncul setelah serangkaian performa kurang meyakinkan dari sang Firaun Mesir di musim 2025/2026.
Jamie Redknapp: "Semuanya Akan Berakhir"
Redknapp, yang pernah menjadi gelandang andalan The Reds, tidak ragu mengungkapkan kekhawatirannya. Ia secara terang-terangan menilai bahwa sulit bagi Salah untuk bertahan di Anfield jika konsistensinya terus menurun. Pernyataan ini sontak menjadi sorotan utama di kalangan penggemar dan media sepak bola.
"Sehebat apapun Salah, semuanya akan berakhir," kata Redknapp, dikutip dari ESPN. Kalimat tersebut bukan sekadar kritik biasa, melainkan sebuah ramalan yang bisa jadi menandai akhir dari sebuah era keemasan di Liverpool. Ini adalah sinyal bahaya yang tak bisa diabaikan.
Musim Penuh Tantangan bagi Sang Firaun
Mohamed Salah, yang dikenal sebagai mesin gol tak terbendung Liverpool, kini berada dalam periode sulit yang belum pernah ia alami sebelumnya di Anfield. Hingga pekan ini, ia baru mencetak empat gol di Liga Premier, angka yang jauh di bawah standar performa fantastisnya di musim-musim sebelumnya. Angka ini tentu mengkhawatirkan bagi seorang pemain dengan reputasi dan ekspektasi setinggi dirinya.
Padahal, Salah baru saja menandatangani kontrak baru pada musim panas lalu, sebuah kesepakatan yang seharusnya mengikatnya lebih lama di Merseyside. Namun, realita di lapangan menunjukkan sebaliknya, dengan performa yang tak kunjung membaik dan memicu tanda tanya besar di benak para penggemar dan pengamat.
Keputusan Kontroversial Arne Slot dan Frustrasi Salah
Krisis performa Salah mencapai puncaknya ketika pelatih baru Liverpool, Arne Slot, mengambil keputusan berani. Dalam dua laga terakhir, Slot tidak memainkan Salah sebagai starter, sebuah pemandangan langka yang jarang terlihat sejak kedatangan Salah ke Anfield. Keputusan ini menunjukkan adanya pergeseran kepercayaan dari sang pelatih.
Puncaknya terlihat dalam laga imbang 1-1 melawan Sunderland di Anfield pada Rabu (3/12) malam. Salah, yang baru masuk dari bangku cadangan, terlihat jelas menunjukkan rasa frustrasinya. Bahasa tubuhnya mengisyaratkan ketidakpuasan mendalam atas situasi yang sedang ia alami.
Hubungan yang Retak: Kepercayaan Pelatih dan Pemain
Jamie Redknapp secara spesifik menyoroti potensi keretakan hubungan antara Salah dan Arne Slot. Ia menilai bahwa begitu kepercayaan dikhianati, terutama pada pemain sekaliber Salah yang sangat membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari pelatih, masalah akan memuncak. Ini bisa menjadi titik balik yang krusial bagi masa depan Salah di klub.
"Mo Salah tidak akan puas hanya menjadi pemain cadangan," tegas Redknapp. "Baik itu pada bulan Januari atau musim panas… Saya hanya bisa melihat hasilnya seperti itu." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa perpisahan mungkin menjadi satu-satunya jalan keluar jika situasi tidak membaik.
Dampak pada Performa Tim dan Klasemen Liga
Performa Mohamed Salah yang menurun tak pelak berdampak besar pada keseluruhan tim Liverpool. Hasil imbang melawan Sunderland membuat The Reds terdampar di posisi kedelapan klasemen sementara Liga Inggris, sebuah posisi yang jauh dari harapan dan target mereka di awal musim. Tim tampak kehilangan taji dan semangat juang.
Mantan pemain Liverpool lainnya, Jamie Carragher, juga tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia secara terbuka mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap performa The Reds yang dianggapnya "mengkhawatirkan." Carragher melihat adanya kemunduran signifikan dalam gaya bermain tim.
Kekhawatiran Mendalam dari Jamie Carragher
Carragher menggambarkan penampilan Liverpool saat ini sebagai "kemunduran" yang nyata. Ia menyoroti bagaimana tim tampak kesulitan mencetak gol, serta kekurangan semangat, energi, kecepatan, dan kekuatan yang biasanya menjadi ciri khas permainan mereka. Ini adalah kritik pedas yang menggambarkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi Liverpool.
"Penampilannya sungguh-sungguh mengkhawatirkan. Rasanya seperti kemunduran. Mereka tampak tidak akan mencetak gol. Mereka kurang bersemangat, energi, kecepatan, dan kekuatan. Sungguh mengkhawatirkan," kata Carragher. Analisisnya menguatkan pandangan bahwa krisis yang terjadi bukan hanya pada individu Salah, tetapi juga pada tim secara keseluruhan.
Masa Depan Sang Firaun: Antara Bertahan atau Pergi?
Dengan usia Salah yang kini menginjak 33 tahun, pertanyaan tentang masa depannya menjadi semakin relevan. Apakah ini adalah awal dari penurunan karier seorang legenda, atau hanya periode buruk yang akan segera berlalu? Keputusan Arne Slot untuk mencadangkannya bisa menjadi indikasi bahwa sang pelatih sedang mencari formula baru tanpa Salah sebagai tumpuan utama.
Skenario terburuk, seperti yang disiratkan Redknapp, adalah kepergian Salah pada bursa transfer Januari atau musim panas mendatang. Jika ini terjadi, akan menjadi pukulan telak bagi Liverpool dan para penggemarnya, mengingat kontribusi luar biasa yang telah diberikan Salah selama bertahun-tahun.
Warisan dan Tantangan Berat Liverpool
Mohamed Salah telah mengukir namanya dalam sejarah Liverpool sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah mengenakan seragam merah. Ia telah membawa gelar Liga Premier dan Liga Champions, serta memecahkan berbagai rekor gol. Kepergiannya akan meninggalkan lubang besar yang sulit diisi.
Kini, Liverpool dan Arne Slot dihadapkan pada tantangan berat. Mereka harus menemukan cara untuk mengatasi krisis ini, baik dengan mengembalikan performa Salah, atau dengan mempersiapkan diri untuk era pasca-Salah. Masa depan sang Firaun di Anfield kini berada di ujung tanduk, dan seluruh dunia sepak bola menanti bagaimana drama ini akan berakhir.


















