Merek otomotif pendatang baru, Lepas, yang merupakan sub-brand dari Chery, benar-benar serius menggarap pasar Indonesia. Di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, mereka mengumumkan dua langkah strategis yang siap mengguncang industri otomotif Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, Lepas berencana membangun 40 dealer baru hingga akhir 2026 dan memulai perakitan lokal (CKD) SUV PHEV andalan mereka, L8, di Indonesia.
Ekspansi Jaringan Penjualan: Target 40 Dealer di Seluruh Nusantara
Komitmen perluasan jaringan penjualan ini menjadi bukti keseriusan Lepas dalam mendekatkan diri kepada konsumen. Dengan target 40 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir 2026, mereka ingin memastikan layanan optimal dan aksesibilitas yang luas bagi para calon pembeli. Ini adalah langkah fundamental untuk membangun kepercayaan merek di pasar yang kompetitif.
Ricky He, Deputy Country Director Lepas Business Unit Indonesia, menjelaskan bahwa ekspansi ini sangat penting. Tujuannya agar konsumen dapat menikmati layanan lengkap, mulai dari penjualan unit, purnajual, hingga layanan khusus bagi pemilik Lepas. Ketersediaan dealer yang merata akan menjadi kunci kepuasan pelanggan.
"Indonesia bukan hanya pasar penting bagi Lepas, tetapi fondasi bagi pertumbuhan Lepas. Karena itu, kami berinvestasi besar dalam pembangunan jaringan," kata Ricky dengan tegas di GJAW 2025. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi strategis Indonesia dalam peta bisnis global Lepas, bukan sekadar pasar sampingan.
Komitmen Jangka Panjang: Produksi Lokal Dimulai di Indonesia
Selain ekspansi dealer yang masif, Lepas juga memperkuat komitmen jangka panjangnya dengan memulai perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD) di Indonesia. Mereka menggandeng mitra lokal, Handal Indonesia Motor (HIM), yang berlokasi di Jawa Barat, untuk proses produksi ini. Ini adalah langkah konkret yang menunjukkan investasi serius di Tanah Air.
Langkah ini menunjukkan bahwa Lepas tidak hanya ingin menjual produk impor, melainkan ingin menjadi bagian integral dari ekosistem industri otomotif Indonesia. Dengan produksi lokal, mereka berharap dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan lebih cepat dan efisien, sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional.
Ricky He menambahkan, "Kami merencanakan produksi lokal, dan menghadirkan teknologi terbaik." Ia melanjutkan, "Komitmen ini adalah bukti bahwa Lepas datang bukan untuk sekadar memperkenalkan produk, tetapi untuk menjadi bagian dari ekosistem mobilitas elegan di Indonesia dalam jangka panjang." Ini adalah sinyal kuat bahwa Lepas serius berinvestasi dan membangun kepercayaan di pasar Tanah Air, bukan hanya sekadar mencari keuntungan sesaat.
L8: SUV PHEV Perdana Rakitan Lokal dengan Desain Menggoda
Model perdana yang akan masuk dapur produksi lokal akhir bulan ini adalah L8. SUV berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini dirancang khusus sebagai model setir kanan pertama di dunia, menunjukkan fokus Lepas pada pasar-pasar seperti Indonesia. Ini menjadi tonggak penting bagi teknologi otomotif di dalam negeri.
Desain L8 terinspirasi dari macan tutul (leopard), terlihat dari grill depan yang agresif, lampu utama yang tajam, hingga interiornya yang sporty namun elegan. Setiap detail dirancang untuk memancarkan aura kemewahan dan kekuatan. Mobil ini dibangun di atas platform LEX, menawarkan jarak sumbu roda 2.800 milimeter yang menjanjikan keluasan ruang kabin yang superior untuk kenyamanan penumpang.
Tak hanya itu, platform LEX juga diklaim sangat efisien dalam penggunaan energi. Konsumsi bahan bakarnya mencapai 1,49 liter per 100 kilometer, dengan jangkauan impresif lebih dari 1.300 km dalam sekali pengisian penuh energi bensin dan listrik. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari efisiensi tanpa kompromi performa. Selama GJAW 2025, L8 telah resmi dibuka pre-booking-nya dengan harga Rp589 juta, sebuah tawaran yang cukup kompetitif di segmennya.
Mengapa Indonesia Jadi Fondasi Penting bagi Lepas?
Pernyataan Ricky He yang menyebut Indonesia sebagai "fondasi bagi pertumbuhan Lepas" bukanlah isapan jempol belaka. Indonesia adalah pasar otomotif terbesar di ASEAN dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar, didukung oleh populasi muda, kelas menengah yang terus berkembang, dan daya beli yang meningkat. Ini menjadikan Indonesia magnet bagi investasi global.
Investasi besar dalam jaringan dealer dan fasilitas produksi lokal menunjukkan strategi jangka panjang Lepas. Mereka ingin membangun merek yang kuat dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar ‘numpang lewat’ di pasar. Selain itu, pemerintah Indonesia juga gencar mendorong elektrifikasi kendaraan, sehingga kehadiran PHEV seperti L8 sangat relevan dan strategis.
Dengan komitmen ini, Lepas tidak hanya berupaya meraih pangsa pasar, tetapi juga ingin menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan Indonesia. Mereka melihat potensi besar dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dan siap menjadi salah satu pemain kunci dalam perubahan tersebut.
Apa Selanjutnya untuk Lepas di Indonesia?
Dengan langkah-langkah agresif ini, Lepas jelas menunjukkan ambisinya untuk menjadi pemain utama di segmen SUV premium dan elektrifikasi di Indonesia. Konsumen dapat menantikan ketersediaan unit yang lebih mudah diakses, layanan purnajual yang lebih baik, serta pilihan kendaraan ramah lingkungan yang inovatif dan berteknologi tinggi. Ini akan memberikan lebih banyak opsi bagi masyarakat.
Kehadiran Lepas dengan komitmen produksi lokal juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi yang berharga. Ini memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional secara keseluruhan, meningkatkan kapabilitas manufaktur lokal. Tentu menarik untuk melihat bagaimana ‘anak Chery’ ini akan terus berlari kencang di pasar Indonesia dan sejauh mana mereka bisa memenuhi janji-janji besarnya.


















