Kabar gembira bagi calon jemaah haji 2026! Pemerintah telah menetapkan periode pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahap I. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pun tak main-main dalam mempersiapkan diri, dengan memperkuat seluruh layanan digital dan jaringan layanannya demi mendukung kelancaran proses penting ini.
Pelunasan Haji 2026 Dimulai: Catat Tanggal Pentingnya!
Periode pelunasan fase I ini telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI. Jemaah memiliki waktu mulai dari 24 November hingga 23 Desember 2025 untuk menyelesaikan pembayaran Bipih mereka. Ini adalah langkah krusial menuju keberangkatan Haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa kesiapan menyeluruh ini merupakan wujud komitmen perusahaan. BSI bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi para calon tamu Allah, memastikan setiap proses berjalan lancar dan tanpa hambatan.
BSI Siapkan Berbagai Kanal Pelunasan, Pilih yang Paling Gampang!
BSI memahami bahwa kemudahan akses adalah kunci. Oleh karena itu, jemaah haji yang akan melunasi Bipihnya memiliki beragam pilihan kanal yang bisa dimanfaatkan. Kamu bisa datang langsung ke Kantor Cabang BSI di seluruh Indonesia yang berjumlah 1.039 unit.
Selain itu, BSI juga memanfaatkan jaringan BSI Agen yang tersebar luas dengan total 110 ribu agen di seluruh Indonesia. Bagi kamu yang melek teknologi dan ingin serba praktis, layanan mobile banking BYOND by BSI juga siap sedia untuk memfasilitasi pelunasan.
Cara Pelunasan via BYOND by BSI: Anti Ribet!
Untuk kamu yang memilih jalur digital, pelunasan BPIH melalui mobile banking BYOND by BSI sangatlah mudah dan cepat. Ikuti langkah-langkah sederhana ini agar prosesmu berjalan mulus:
- Buka aplikasi BYOND by BSI di smartphone-mu.
- Lakukan login seperti biasa menggunakan kredensialmu.
- Pilih menu "Bayar" yang tersedia, lalu lanjutkan dengan memilih menu "Haji dan Umroh".
- Di sana, kamu akan menemukan opsi "Pelunasan Haji". Pilih menu tersebut, kemudian tentukan nomor rekening yang akan kamu jadikan sumber pembayaran.
- Masukkan nomor porsi haji yang akan dilunasi, lalu konfirmasi dengan memasukkan PIN BYOND by BSI kamu.
- Periksa kembali data yang ditampilkan. Jika sudah sesuai, klik "Selanjutnya" untuk memproses transaksi.
- Transaksi berhasil! Nomor porsi hajimu telah terbayar lunas. Jangan lupa, kamu akan menerima resi pelunasan haji sebagai bukti sah.
Berapa Sih Biaya Pelunasan Haji 2026? Ini Rinciannya!
Berdasarkan informasi resmi dari pemerintah, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler untuk jemaah haji Indonesia ditetapkan sebesar Rp87.409.365,45. Namun, perlu dicatat bahwa besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayarkan oleh jemaah bisa berbeda-beda, tergantung pada embarkasi keberangkatan mereka.
Yang dibayarkan oleh nasabah sebagai pelunasan adalah selisih antara besaran Bipih per embarkasi dikurangi setoran awal sebesar Rp25 juta yang sudah kamu bayarkan sebelumnya. Jadi, pastikan kamu mengetahui rincian Bipih sesuai embarkasimu, ya!
Dari total kuota haji Indonesia 2026 sebanyak 221.000 orang, mayoritas atau sekitar 203.320 merupakan jemaah haji reguler Indonesia, sementara sisanya adalah jemaah haji khusus. Menariknya, nasabah tabungan haji yang berhak lunas Tahap I di BSI mencapai 164.319 jemaah. Angka ini setara dengan sekitar 81,5% dari total jemaah haji reguler Indonesia.
Secara geografis, nasabah tabungan haji BSI yang berhak lunas terbanyak berada di tiga provinsi padat penduduk: Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Ini menunjukkan dominasi BSI dalam melayani kebutuhan finansial jemaah haji di Indonesia.
Komitmen BSI untuk Tamu Allah: Layanan Optimal dan Aman
Anton Sukarna kembali menegaskan bahwa momen haji menjadi sangat penting bagi BSI untuk melayani tamu Allah secara optimal. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 83% calon jemaah haji Indonesia merupakan nasabah BSI. "Untuk itu, kami akan mengawal dan memastikan betul layanan pelunasan haji melalui BSI berjalan lancar," kata Anton pada Minggu (30/11).
BSI juga sangat serius dalam memperkuat sistem keamanan transaksi digital mereka. Ini dilakukan untuk menjamin perlindungan data dan dana nasabah dari berbagai ancaman siber. Edukasi mengenai tahapan pelunasan dan kesiapan dokumen juga terus digencarkan melalui berbagai kanal resmi BSI, media sosial, call center BSI Call 14040, serta informasi di kantor cabang.
Bank juga aktif mengingatkan nasabah untuk segera melunasi Bipih mereka agar tidak terlewat. Ada pendekatan berbeda dari pemerintah tahun ini yang wajib kamu perhatikan.
Ada Syarat Baru Lho! Wajib Punya Sertifikat Istitoah Kesehatan
Penting untuk diingat, sebelum melakukan pelunasan, calon jemaah haji kini harus memiliki surat istitoah dari Puskesmas setempat. Ini adalah syarat baru yang bertujuan memastikan kondisi kesehatan jemaah benar-benar prima sebelum menunaikan ibadah haji.
Jika jemaah sudah mengantongi sertifikat istitoah tersebut, barulah mereka dapat melanjutkan proses pelunasan Bipihnya melalui Bank. Jadi, pastikan kamu mengurus sertifikat ini terlebih dahulu, ya!
Transaksi Aman di Tanah Suci dengan Kartu Mabrur BSI
Selain mengingatkan fase pelunasan, BSI juga aktif mengedukasi jemaah haji terkait keamanan transaksi selama di Tanah Suci. Jemaah diimbau untuk bertransaksi menggunakan kartu Mabrur BSI. Kartu ini menawarkan keamanan lebih karena jemaah tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Dengan kartu Mabrur, jemaah dapat dengan mudah melakukan tarik tunai di mesin ATM yang tersedia di Arab Saudi. Selain itu, kartu ini juga berfungsi sebagai kartu debit atau kartu kredit untuk berbagai transaksi pembayaran, menjadikan perjalanan ibadahmu lebih nyaman dan aman.
Dukungan Penuh dari Kementerian Agama untuk Kelancaran Haji 2026
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Afandi, menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus mensosialisasikan pelunasan haji kepada masyarakat. Edukasi dan sosialisasi ini dilakukan melalui bank-bank syariah, termasuk BSI yang memang mendominasi calon jemaah haji Indonesia.
"Kami berharap musim haji mendatang 100% calon jemaah haji Indonesia berangkat," ujar Hasan. Ia juga menambahkan bahwa saat ini Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi erat dengan Arab Saudi terkait kesiapan kedua negara untuk layanan jemaah haji Indonesia. Ini menunjukkan komitmen penuh pemerintah untuk memastikan kelancaran ibadah haji bagi seluruh warganya.


















