banner 728x250

BTN Siapkan Kejutan 2026: Paylater dan Kartu Kredit Segera Hadir, Nasabah KPR Auto Senyum?

btn siapkan kejutan 2026 paylater dan kartu kredit segera hadir nasabah kpr auto senyum portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membuat gebrakan baru yang patut dinanti di tahun 2026. Bank yang selama ini dikenal sebagai jagoan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini siap merambah segmen ritel dengan meluncurkan produk-produk inovatif. Di antaranya adalah layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater, kartu kredit, hingga kredit kendaraan bermotor (auto loan).

BTN Siap Guncang Pasar Ritel di 2026

banner 325x300

Rencana ambisius ini diungkapkan langsung oleh Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan. Fokus utama BTN adalah mengoptimalkan bisnis di segmen ritel yang dinilai memiliki potensi besar dan belum sepenuhnya tergarap secara maksimal oleh bank tersebut. Ini adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan diversifikasi portofolio.

Produk paylater menjadi yang pertama dijadwalkan meluncur pada kuartal I tahun 2026. Ini menandai langkah strategis BTN untuk bersaing di pasar finansial digital yang semakin kompetitif, di mana kemudahan transaksi dan fleksibilitas pembayaran menjadi kunci utama menarik perhatian konsumen modern.

Mengapa BTN Memilih Paylater?

Sebelumnya, paylater BTN sempat ditargetkan rilis pada tahun ini. Namun, karena pertimbangan keterbatasan waktu menjelang tutup buku dan keinginan untuk memastikan kesiapan penuh, peluncuran akhirnya ditunda hingga awal tahun depan. BTN tidak ingin terburu-buru dalam meluncurkan produk penting ini.

Rully menegaskan bahwa BTN ingin memastikan semua produk baru ini berjalan smooth dan optimal sejak awal. Kualitas layanan, stabilitas sistem, dan pengalaman pengguna yang mulus menjadi prioritas utama bagi bank pelat merah ini sebelum produk tersebut resmi dilempar ke pasar.

Bukan Hanya Paylater, Kartu Kredit dan Auto Loan Juga Menyusul

Tak berhenti di paylater, BTN juga punya rencana besar lainnya untuk memperkuat lini bisnis ritelnya. Produk kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) juga akan segera menyusul, melengkapi ekosistem finansial yang ditawarkan BTN kepada nasabahnya.

Kedua produk ini diharapkan bisa diluncurkan selambatnya pada kuartal II tahun 2026. Ini menunjukkan komitmen BTN untuk menyediakan solusi finansial yang lebih lengkap dan terintegrasi, memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup dan konsumsi masyarakat Indonesia.

Optimisme di Balik Penundaan Peluncuran

Meskipun ada penundaan, BTN justru melihat tahun 2026 sebagai momen yang sangat tepat untuk meluncurkan produk-produk ini. Optimisme terhadap daya beli masyarakat menjadi salah satu alasannya, didukung oleh proyeksi ekonomi yang lebih cerah.

Rully Setiawan yakin bahwa beragam inisiatif dan program dari pemerintah akan memicu perbaikan daya beli yang signifikan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 juga diproyeksikan akan lebih baik, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk ekspansi bisnis kredit.

Memanfaatkan Basis Nasabah Eksisting

BTN tidak akan memulai dari nol dalam mencari nasabah untuk produk barunya. Mereka berencana memanfaatkan basis nasabah KPR yang sudah ada dan terbukti loyal, yang merupakan kekuatan utama bank ini selama puluhan tahun. Ini adalah strategi cerdas untuk efisiensi pemasaran.

Bank ini memiliki data nasabah yang sangat besar, dan banyak di antaranya yang layak serta tertarik dengan produk pinjaman lain seperti kartu kredit atau modal kerja. Rully memberi contoh, nasabah KPR BTN adalah target potensial yang sudah terverifikasi dan memiliki rekam jejak pembayaran yang baik.

Potensi Pasar yang Menggiurkan: Data OJK Bicara

Keputusan BTN untuk masuk ke segmen paylater bukan tanpa dasar, melainkan didukung oleh data pasar yang solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pesat di sektor ini, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap fasilitas pembayaran fleksibel.

Porsi kredit BNPL perbankan, meskipun masih sebesar 0,30 persen dari total kredit, terus menunjukkan pertumbuhan tahunan yang tinggi. Ini menandakan pasar yang sangat dinamis dan prospektif, dengan ruang pertumbuhan yang masih luas bagi pemain baru seperti BTN.

Data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) per September 2025 lebih lanjut menguatkan potensi ini. Baki debet kredit BNPL tumbuh 25,49 persen Year-on-Year (yoy) menjadi Rp24,86 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,31 juta. Angka ini menggambarkan penetrasi yang masif di masyarakat.

Meskipun ada pertumbuhan yang fantastis, BTN juga perlu memperhatikan tingkat NPL gross BNPL yang tercatat 2,61 persen. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BTN untuk menawarkan produk yang lebih bertanggung jawab dan terukur, dengan manajemen risiko yang ketat.

Kinerja BTN yang Solid Jadi Modal Utama

Modal utama BTN untuk ekspansi ini adalah kinerja keuangannya yang solid dan terus bertumbuh. Hingga akhir Oktober 2025, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan dengan total nilai sebesar Rp385,59 triliun, menunjukkan kapasitas penyaluran dana yang besar.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 8,02 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp356,96 triliun. Pertumbuhan ini membuktikan kapasitas BTN dalam mengelola dan menyalurkan dana secara efektif dan efisien.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN juga tidak kalah impresif. DPK tumbuh sebesar 13,70 persen yoy dari Rp372,10 triliun per akhir Oktober 2024 menjadi Rp423,08 triliun per akhir Oktober 2025. Kinerja positif ini memberikan fondasi yang kuat bagi BTN untuk berinvestasi dalam pengembangan produk baru dan ekspansi bisnis ritelnya.

Apa Artinya Ini Bagi Nasabah dan Pasar?

Langkah BTN ini tentu akan membawa angin segar bagi nasabah, khususnya mereka yang sudah menjadi bagian dari ekosistem KPR BTN. Kemudahan akses ke berbagai produk finansial akan semakin terbuka, memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup dengan lebih fleksibel.

Bagi pasar, kehadiran BTN di segmen paylater, kartu kredit, dan auto loan akan semakin memperketat persaingan. Konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan dengan penawaran yang mungkin lebih kompetitif, mendorong inovasi dari para pemain lain di industri.

Ini juga menunjukkan bahwa bank-bank konvensional semakin adaptif terhadap tren digital dan kebutuhan generasi muda. BTN tidak hanya ingin menjadi bank KPR, tetapi juga bank yang relevan dengan gaya hidup modern dan kebutuhan finansial yang beragam.

Dengan strategi yang matang dan optimisme pasar, BTN siap menyambut tahun 2026 dengan deretan produk baru yang menarik. Ini adalah bukti komitmen BTN untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi nasabahnya, serta memperkuat posisinya di industri perbankan nasional. Mari kita nantikan bagaimana gebrakan BTN ini akan mengubah peta persaingan di industri perbankan ritel Indonesia. Apakah nasabah KPR BTN akan benar-benar ‘auto senyum’ dengan kejutan ini? Waktu yang akan menjawabnya.

banner 325x300