Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Banjir Landa Sumatra, Pertamina Patra Niaga Tetap Pastikan BBM & LPG Aman, Ini Rahasianya!

banjir landa sumatra pertamina patra niaga tetap pastikan bbm lpg aman ini rahasianya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Bencana banjir dan tanah longsor hebat kembali menerjang sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Infrastruktur vital lumpuh, akses jalan terputus, dan mobilitas masyarakat terhambat. Namun, di tengah kondisi darurat ini, satu hal yang tetap menjadi prioritas utama adalah ketersediaan energi. Pertamina Patra Niaga melalui Regional Sumatera Bagian Utara memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap mengalir ke tangan masyarakat. Ini bukan tugas mudah, melainkan sebuah perjuangan logistik yang melibatkan strategi cerdas dan kerja keras tiada henti.

Pertamina Sigap Hadapi Cuaca Ekstrem

banner 325x300

Sejak laporan awal mengenai cuaca ekstrem mulai masuk, Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat. Tim darurat segera disiagakan, siap menghadapi segala kemungkinan terburuk. Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa tim distribusi di lapangan terus-menerus menyesuaikan pola suplai. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berubah-ubah, penuh ketidakpastian akibat dampak bencana.

Kondisi di lapangan memang sangat menantang. Banjir yang melanda mencapai ketinggian ekstrem, tanah longsor terjadi di banyak titik, dan beberapa jembatan bahkan ambles tak bersisa. Akibatnya, sebagian besar akses utama yang biasa dilalui mobil tangki pengangkut BBM dan LPG menjadi tidak bisa dilewati. Ini memaksa tim untuk berpikir keras mencari solusi.

Menembus Rintangan Darat dan Laut

Bukan hanya jalur utama yang terputus, beberapa titik hanya bisa diakses oleh kendaraan kecil. Ini berarti penyaluran BBM dan LPG harus diatur secara ketat, seringkali dengan porsi terbatas. Koordinasi intensif menjadi kunci utama. Pertamina Patra Niaga bekerja sama erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Daerah setempat, dan aparat keamanan. Tujuannya satu: membuka jalur evakuasi dan distribusi, sekecil apa pun celahnya.

"Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM," kata Roberth dengan tegas. Ia menambahkan, "Meski banyak jalur yang terputus akibat banjir dan longsor, tim kami tetap bergerak mencari rute alternatif agar penyaluran tidak terhenti." Komitmen ini menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah krisis. Para petugas di lapangan menjadi garda terdepan, memastikan roda ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan.

Tantangan tidak hanya datang dari darat, tetapi juga dari laut. Sektor suplai laut sempat mengalami gangguan signifikan akibat gelombang tinggi. Kondisi ini berpotensi menghambat kedatangan kapal-kapal pengangkut energi. Namun, situasi berhasil diatasi. Saat ini, suplai dari jalur laut dipastikan aman. Tiga kapal telah berhasil sandar dan proses pembongkaran muatan berjalan normal, mengisi kembali stok di terminal-terminal penyimpanan.

Sebagai langkah antisipasi dan penguatan ketahanan suplai regional, Pertamina juga menyiagakan empat kapal lainnya sebagai floating stock di perairan. Konsep floating stock ini sangat krusial, berfungsi sebagai cadangan bergerak yang siap didistribusikan kapan saja jika terjadi kendala. Dengan strategi ini, stok BBM dari jalur laut tetap terjaga, dengan solar dan pertalite masing-masing memiliki ketahanan hingga dua pekan ke depan. Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menjamin keberlanjutan pasokan.

Gangguan Operasional di Titik Penyaluran

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa tantangan tidak berhenti pada akses jalan. Beberapa lembaga penyalur di wilayah banjir juga mengalami gangguan operasional. Contohnya, air masuk ke area tangki pendam, menggenangi drive-way, hingga merendam pulau pompa. Kondisi ini memaksa sebagian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk menghentikan layanan sementara demi keamanan.

Bayangkan saja, jika air bercampur dengan BBM di tangki pendam, atau jika sistem kelistrikan di pulau pompa terendam, risiko kecelakaan bisa sangat fatal. Oleh karena itu, penutupan sementara adalah langkah preventif yang harus diambil. Namun, kabar baiknya, dari total 709 SPBU di wilayah terdampak, sebanyak 655 SPBU atau sebagian besar di antaranya tetap beroperasi melayani kebutuhan BBM masyarakat. Ini menunjukkan ketangguhan dan upaya maksimal untuk menjaga layanan.

Penyaluran LPG juga tidak luput dari dampak bencana. Distribusi melalui Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen-agen LPG turut terhambat. Tabung kosong maupun tabung penuh sulit masuk dan keluar akibat kondisi jalan yang tidak aman. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan gas untuk kebutuhan rumah tangga.

Strategi Pemulihan dan Mitigasi Berkelanjutan

Meski demikian, upaya pemulihan terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah jalur alternatif sudah mulai dibuka, memungkinkan SPBU dan agen LPG prioritas untuk menerima suplai lebih cepat. Di beberapa lokasi, SPBE yang sebelumnya tidak dapat beroperasi kini mulai melakukan pengisian terbatas seiring membaiknya akses jalan. Ini adalah secercah harapan di tengah situasi sulit.

Pertamina Patra Niaga tidak berhenti di situ. Mereka terus mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan energi tetap tersedia. Salah satunya adalah mengalihkan suplai (RAE atau Re-Routing of Allocation) dari terminal yang aman ke wilayah yang membutuhkan. Strategi ini memungkinkan fleksibilitas dalam distribusi, memastikan pasokan tidak terhenti hanya karena satu terminal terganggu.

Selain itu, penambahan mobil tangki juga dilakukan untuk mempercepat distribusi, menjangkau lebih banyak titik dalam waktu singkat. Monitoring ketat melalui Satuan Tugas (Satgas) juga diberlakukan untuk memastikan seluruh titik kritis tetap mendapatkan layanan energi. Setiap pergerakan, setiap kendala, dan setiap solusi dipantau secara real-time.

Tak hanya fokus pada distribusi energi, Pertamina Patra Niaga juga menunjukkan kepeduliannya melalui program Pertamina Peduli. Penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami dampak terberat. Ini adalah bukti bahwa Pertamina tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap sesama di masa sulit.

"Kami memonitor situasi setiap saat dan terus menyesuaikan pola distribusi agar masyarakat tetap bisa mengakses energi dengan aman," pungkas Fahrougi. Ia juga mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan selalu berhati-hati ketika mengisi di area yang masih tergenang air. Apabila diperlukan dukungan suplai tambahan atau ada laporan terkait kendala, masyarakat dapat segera menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Di balik setiap tetes BBM dan setiap tabung LPG yang sampai ke tangan masyarakat di tengah bencana, ada perjuangan, strategi, dan dedikasi tanpa henti dari tim Pertamina Patra Niaga. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan kehidupan tetap berjalan, bahkan saat alam menunjukkan kekuatannya.

banner 325x300