Banten International Stadium menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Dewa United dan Persita Tangerang dalam lanjutan pekan ke-14 Super League 2025/2026, Sabtu (29/11). Laga bertajuk Derby Banten ini berakhir dengan kemenangan tipis Dewa United, berkat gol tunggal dari titik putih yang dieksekusi Alex Martin. Hasil ini krusial bagi Tangsel Warriors untuk menjauh dari bayang-bayang zona degradasi.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer pertandingan sudah terasa panas dan penuh tensi. Dukungan penuh dari para suporter Dewa United yang memadati stadion benar-benar membakar semangat tim tuan rumah. Mereka tampil menyerang sejak awal, berambisi meraih poin penuh di kandang sendiri dari rival satu provinsi.
Panasnya Atmosfer Derby Banten di Banten International Stadium
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa, melainkan adu gengsi antara dua tim kebanggaan Banten. Dewa United, yang berjuang keras di papan bawah, sangat membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. Sementara Persita, yang berada di posisi lebih aman, tentu tak ingin pulang dengan tangan hampa.
Dewa United langsung tancap gas, mencoba mendominasi jalannya pertandingan di 30 menit pertama. Serangan demi serangan dibangun dengan rapi, menciptakan beberapa peluang berbahaya di area pertahanan Persita. Namun, solidnya barisan belakang Pendekar Cisadane membuat upaya Dewa United belum membuahkan hasil.
Dominasi Awal dan Gol Penalti yang Dinanti
Meski terus menekan, Dewa United kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persita yang dikomandoi Javlon Guseynov. Bola-bola terobosan dan umpan silang kerap kali berhasil dipatahkan sebelum mencapai target. Para pemain Persita menunjukkan disiplin tinggi dalam menjaga area mereka, membuat frustrasi para penyerang Dewa United.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37, setelah wasit menunjuk titik putih. Pelanggaran di kotak terlarang Persita menjadi pemicu gol yang dinanti-nanti publik tuan rumah. Alex Martin, penyerang andalan Dewa United, maju sebagai algojo dengan penuh percaya diri.
Alex Martin Jadi Pahlawan Sementara
Dengan tenang, Alex Martin berhasil mengecoh kiper Persita, Igor Carreira, yang salah membaca arah bola. Tendangan kerasnya bersarang mulus ke gawang, membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Dewa United. Gol ini disambut sorak sorai riuh dari para pendukung yang memadati Banten International Stadium.
Gol tersebut sontak membakar semangat Persita. Mereka mencoba merespons dengan membangun serangan balik cepat, namun terlihat terburu-buru dalam penyelesaian akhir. Barisan pertahanan Dewa United dengan sigap mematahkan setiap ancaman, menjaga keunggulan hingga turun minum.
Babak Kedua: Tensi Meningkat, Strategi Berubah
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit melambat di awal. Kedua tim tampak berhati-hati, tidak ingin terburu-buru menaikkan intensitas. Situasi ini berlangsung selama sekitar 15 menit pertama babak kedua, dengan bola lebih banyak berkutat di lini tengah.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, kemudian melakukan pergantian strategis untuk menyegarkan lini serang timnya. Egy Maulana Vikri dimasukkan menggantikan Stefano Lilipaly, dengan harapan dapat menambah daya dobrak dan kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Pergantian ini diharapkan bisa mengubah dinamika permainan.
Egy Maulana Vikri Masuk, Daya Dobrak Meningkat?
Masuknya Egy Maulana Vikri memang memberikan sedikit angin segar bagi serangan Dewa United, namun belum cukup untuk menciptakan gol tambahan. Seiring berjalannya waktu, tensi pertandingan kembali memanas. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi, mencerminkan kerasnya laga derby ini.
Wasit bahkan sempat meninjau VAR untuk mengambil keputusan terkait salah satu insiden di lapangan. Momen ini menambah drama dan ketegangan, baik bagi pemain maupun para penonton. Setiap keputusan wasit menjadi sorotan tajam di tengah atmosfer yang membara.
Peluang Emas Persita dan Ketangguhan Sonny Stevens
Persita, yang tak ingin menyerah begitu saja, terus berupaya mencari gol penyama kedudukan. Sebuah peluang emas tercipta pada menit ke-83, ketika tembakan keras dari luar kotak penalti dilepaskan oleh pemain Persita. Bola melaju deras menuju gawang Dewa United, mengancam keunggulan tuan rumah.
Namun, kiper Dewa United, Sonny Stevens, menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang. Ia berhasil menepis bola dengan refleks cepat, menggagalkan upaya Persita untuk menyamakan kedudukan. Penyelamatan krusial ini menjaga asa Dewa United untuk meraih tiga poin penuh.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Dewa United tetap bertahan. Meskipun kedua tim sama-sama memiliki peluang bagus di sisa waktu pertandingan, penyelesaian akhir yang kurang maksimal atau ketangguhan lini pertahanan dan kiper lawan membuat tidak ada lagi gol tercipta. Kemenangan ini menjadi bukti perjuangan keras Dewa United di kandang sendiri.
Dampak Kemenangan: Dewa United Jauhi Zona Degradasi, Persita Tertahan
Kemenangan tipis ini memiliki arti yang sangat besar bagi Dewa United. Tambahan tiga poin krusial ini membuat mereka berhasil menjauh dari zona degradasi, menggeser posisi PSBS Biak di klasemen sementara. Ini adalah langkah penting dalam upaya mereka bertahan di kasta tertinggi Super League.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Persita Tangerang tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 19 poin. Mereka gagal memanfaatkan kesempatan untuk merangsek ke posisi yang lebih tinggi, dan harus puas dengan hasil minor di laga derby yang penuh gengsi ini. Evaluasi mendalam tentu akan dilakukan oleh tim pelatih Persita.
Analisis Pertandingan: Kunci Kemenangan Dewa United
Kemenangan Dewa United dapat diatribusikan pada beberapa faktor kunci. Pertama, keberanian mereka untuk tampil menyerang sejak awal pertandingan, memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Kedua, efektivitas dalam memanfaatkan peluang, terutama dari titik penalti yang berhasil dieksekusi Alex Martin. Ketiga, ketangguhan lini pertahanan dan penampilan gemilang Sonny Stevens di bawah mistar gawang yang menjadi tembok terakhir.
Sementara itu, Persita, meskipun menunjukkan pertahanan yang solid di sebagian besar pertandingan, kurang klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada. Terburu-buru dalam menyerang setelah tertinggal juga menjadi salah satu kelemahan yang perlu diperbaiki. Laga derby memang selalu menyajikan tantangan tersendiri, dan kali ini Dewa United berhasil keluar sebagai pemenang.
Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam pertandingan Derby Banten ini:
Dewa United: Sonny Stevens (PG); Altariq Ballah, Cassio Fernando, Nick Kuipers, Rizdjar Nurviat; Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, Theo Numberi; Taisei Marukawa, Alex Martins, Stefano Lilipaly.
Persita: Igor Carreira (PG); Mario Jardel, Javlon Guseynov, Tamirlan Kozubaev, Muhammad Toha; Andriano Saputra, Esal Sahrul, Pabro Ganet, Rayco Medina, Sin Yeong Bae; Andrejic Aleksa.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga bagi Dewa United untuk menghadapi sisa musim. Sementara Persita harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di pertandingan selanjutnya agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan papan atas. Derby Banten kali ini memang berakhir dengan drama dan ketegangan, namun Dewa United-lah yang berhak merayakan kemenangan.


















