Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat. Di tengah kondisi darurat ini, PT Pertamina (Persero) bersama seluruh subholding dan anak usahanya tak tinggal diam. Mereka bergerak cepat memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman.
Upaya masif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru). Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga agar layanan energi esensial ini tidak terhambat, bahkan di lokasi yang paling sulit sekalipun.
Banjir Landa Sumatra, Pertamina Siaga Penuh!
Situasi di lapangan memang tidak mudah. Banjir yang meluas telah memutus akses jalan dan mengganggu aktivitas warga. Namun, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) telah menyiapkan strategi matang untuk mengatur suplai BBM dan LPG.
Mereka memanfaatkan berbagai moda transportasi, mulai dari jalur darat, laut, hingga udara, demi memastikan distribusi energi sampai ke tangan masyarakat. Ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam melayani sepenuh hati, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa seluruh lini Pertamina saling bahu-membahu. Tujuannya bukan hanya menjaga kelancaran distribusi energi, tetapi juga menyalurkan bantuan dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.
Sarana dan Fasilitas Aman, Pekerja Tetap Berjuang
Pertamina juga memastikan seluruh sarana dan fasilitas di area banjir berada dalam kondisi aman terkendali. Para pekerja yang mungkin terdampak musibah ini juga mendapatkan dukungan penuh. Meski demikian, sebagian dari mereka tetap menjalankan tugas pentingnya demi menjaga layanan bagi masyarakat.
Ini menunjukkan dedikasi luar biasa dari para insan Pertamina yang tetap profesional di tengah tantangan. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan kebutuhan energi dasar tetap terpenuhi.
Strategi Jitu Pertamina Jaga Distribusi Energi
Distribusi energi di tengah bencana bukanlah perkara mudah. Pertamina harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga medan yang sulit dijangkau. Namun, mereka punya "jurus jitu" untuk mengatasi semua itu.
Menembus Gelombang Tinggi, Menguasai Udara
Di sisi laut, kapal pengangkut BBM sempat dihadapkan pada gelombang tinggi dan angin kencang di area Single Point Mooring (SPM) Belawan. Kondisi ini tentu saja berpotensi menghambat pasokan. Namun, berkat kesigapan tim, dua kapal berhasil melakukan bongkar muat dan melanjutkan perjalanan untuk memastikan pasokan tetap mengalir.
Tak hanya itu, untuk mempercepat pengiriman bantuan dan memantau situasi, Pertamina mengoperasikan helikopter Bell 412 EP milik PT Pelita Air Service. Helikopter ini diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe menuju Kualanamu, siap sedia untuk misi kemanusiaan. Pelita Air juga menyiapkan armada tambahan untuk misi penerbangan darurat ke sejumlah titik di Sumatra, seperti Rantau, Lhokseumawe, dan Pangkalan Susu.
Armada Darat Tak Gentar Medan Sulit
Di darat, anak usaha Pertamina, PT Elnusa Petrofin, turut memastikan distribusi melalui armada mobil tangki tetap berjalan. Meskipun terdapat tantangan medan yang berat akibat banjir, para pengemudi mobil tangki tetap berjuang keras. Mereka memastikan BBM sampai ke SPBU dan titik distribusi lainnya.
Elnusa Petrofin juga memastikan operasional SPPBE Gunung Sitoli serta DPPU Sibolga dan Silangit berada dalam kondisi aman. Baron menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tujuannya agar mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman dan selalu mengedepankan aspek keselamatan.
Alih Suplai dan Prioritas untuk Wilayah Kritis
Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa pihaknya mengambil langkah kesiapsiagaan cepat. Ini untuk menjaga distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Mereka melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan.
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari sejumlah terminal, termasuk IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai. Prioritas suplai diterapkan untuk SPBU berkategori stok kritis. Sementara itu, penyaluran Pertamax dan Pertamina Dex turut dimaksimalkan selama proses pemulihan.
Lebih dari Sekadar Energi: Pertamina Peduli Turun Tangan
Komitmen Pertamina tidak berhenti pada distribusi energi semata. Mereka juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap korban banjir. Tim Pertamina Peduli langsung diterjunkan ke lokasi bencana.
Bantuan Darurat untuk Korban Terdampak
Bantuan darurat telah disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor. Bantuan tersebut berupa 600 boks mi instan, 50 karung beras, serta 120 kardus air mineral. Ini adalah langkah awal untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Tak hanya itu, Perwira dari Pertamina Hulu Energi juga menyalurkan tambahan bantuan. Mereka menyediakan biskuit, susu balita, popok, dan perlengkapan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan oleh keluarga dengan anak kecil.
Rumah Sakit Pertamina Jadi Posko Pengungsian
Anak usaha PT Pertamina Bina Medika IHC juga turut aktif membantu. Mereka mengaktifkan area Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat dan Rumah Sakit Pertamina Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai lokasi pengungsian. Ini adalah langkah krusial untuk memberikan tempat berlindung yang aman bagi para korban.
Layanan kesehatan di kedua rumah sakit tersebut tetap beroperasi, meskipun fasilitasnya turut terdampak banjir. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa para tenaga medis dan staf rumah sakit dalam melayani masyarakat di tengah krisis.
Komitmen Pertamina: Layanan Sepenuh Hati di Tengah Bencana
Baron menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal Pertamina untuk dapat meringankan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat. "Seiring rasa keprihatinan Pertamina, bantuan ini merupakan langkah awal untuk dapat meringankan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat," ujarnya.
Pertamina terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan. Dukungan lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan yang muncul.
Sejak 13 November, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Nataru untuk memantau kebutuhan energi dan infrastruktur distribusi di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan kesiapsiagaan Pertamina dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Imbauan Penting untuk Masyarakat
Di tengah upaya penanganan bencana ini, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Warga diminta untuk membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan, tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati di jalur yang masih terdampak banjir. Keselamatan adalah prioritas utama. Untuk layanan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Nomor ini siap sedia 24 jam untuk memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan.


















