Siapa sangka, dari sebidang lahan seluas 10×12 meter di halaman belakang rumah, kopi lokal Tomohon kini berhasil menembus pasar internasional? Adalah Almontana Stefanus Maesa Paat, atau akrab disapa Monci, sosok di balik kisah inspiratif ini. Ia membuktikan bahwa dengan inovasi dan kegigihan, produk lokal bisa mendunia.
Bermula dari Hobi, Berakhir di Lahan Percobaan
Kecintaan Monci pada kopi bukan sekadar hobi menyeruput, melainkan membawanya pada sebuah misi besar. Pada tahun 2017, ia mendirikan Elmonts Coffee Tomohon di Jalan Kolongan Satu, Tomohon Tengah, Sulawesi Utara. Namun, Monci segera menyadari tantangan besar: pasokan biji kopi berkualitas di Tomohon sangat terbatas.
Tak menyerah, Monci menyulap halaman belakang rumahnya menjadi laboratorium pertanian kopi. Di sana, ia bereksperimen dengan berbagai teknik budidaya untuk jenis robusta, arabika, hingga liberika. Tujuannya jelas, jika hasilnya optimal, teknik tersebut bisa diterapkan oleh petani kopi lainnya.
Membangun Ekosistem Kopi dari Nol
Monci memiliki visi jauh ke depan: menciptakan ekosistem kopi yang berkelanjutan di Tomohon. Ia ingin para petani memiliki kepastian pasar untuk hasil panen mereka, sehingga usaha kopi bisa terus berjalan dan berkembang. Ini adalah langkah krusial untuk mengangkat derajat kopi lokal.
Peluang datang pada 2019 ketika Bank Indonesia membuka program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua). Monci menjadi salah satu dari sedikit peserta yang berlatar belakang petani kopi, di antara mayoritas petani holtikultura. Ia belajar intensif tentang kebutuhan pupuk hingga siklus pengendalian hama.
Tak berhenti di situ, Monci juga mengikuti program Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) untuk UMKM. Di sini, ia memperdalam ilmu manajemen usaha, mulai dari menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP), margin keuntungan, hingga aspek legalitas usaha. Ini adalah bekal penting untuk menjalankan bisnis secara profesional.
Jurus Jitu Digital Marketing Bikin Kopi Tomohon Dikenal Dunia
Salah satu ilmu paling berharga yang didapat Monci dari program Wanua adalah pemasaran digital. Ia dan timnya belajar SEO (Search Engine Optimization) dan memanfaatkan platform seperti Google Business, Instagram, serta Facebook sebagai ujung tombak promosi. Strategi ini terbukti sangat efektif.
Hasilnya sungguh luar biasa. Tanpa plang atau iklan konvensional, Elmonts Coffee Tomohon kini dikenal hingga Jepang, Korea Selatan, Swiss, Prancis, bahkan Yunani. Banyak turis asing menemukan kafe ini berkat ulasan positif di platform digital, membuktikan kekuatan strategi pemasaran online yang tepat sasaran.
"Manfaatnya luar biasa, kita sudah ngerasain dampaknya, sampai sekarang reviewer kita itu sebagian besar justru bule, orang dari luar negeri yang bisa tahu ke sini dari digital marketing," ujar Monci. Ini adalah bukti nyata bagaimana teknologi bisa menjembatani produk lokal ke pasar global.
Keunikan Kopi Tomohon yang Bikin Nagih
Apa yang membuat kopi Tomohon begitu istimewa hingga mampu menarik perhatian dunia? Monci mengungkapkan, ada ‘hint’ rasa dan aroma aren yang khas pada kopinya. Sentuhan unik ini memberikan karakter tersendiri yang membedakannya dari kopi lain.
Keunikan ini bukan tanpa sebab. Lahan pertanian di Tomohon dulunya banyak ditanami pohon kelapa aren, meninggalkan jejak rasa yang unik pada tanah dan tanaman kopi. Inilah yang menjadi "rahasia" di balik cita rasa khas Elmonts Coffee Tomohon.
Mengangkat Derajat Petani Lokal Lewat Kopi Berkualitas
Monci tidak bekerja sendiri dalam mewujudkan mimpinya. Ia menggandeng 29 petani lokal yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tuur Ma’asering. Komitmennya jelas: membeli biji kopi petani dengan harga standar nasional untuk menjaga semangat dan kesejahteraan mereka.
Lebih dari itu, Monci juga aktif mengedukasi petani tentang cara menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Mulai dari waktu petik yang tepat, proses panen, penjemuran, hingga sortir, semua diajarkan dengan detail. Ini memastikan kualitas kopi yang dihasilkan konsisten dan memenuhi standar pasar.
Dukungan juga datang dari Bank Indonesia yang baru-baru ini menyerahkan sarana-prasarana (sarpras) bagi petani kopi anggota Poktan Tuur Ma’asering. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri, menyerahkan rumah produksi hingga alat-alat pertanian. Ini adalah upaya nyata BI untuk mendukung kinerja kopi dari hulu ke hilir.
Visi Besar untuk Masa Depan Kopi Sulawesi Utara
Monci dan Bank Indonesia memiliki harapan besar untuk kopi Tomohon. Mereka ingin melihat peningkatan jumlah petani kopi berkualitas di Sulawesi Utara, sehingga produksi kopi lokal bisa terus meningkat dan bersaing di pasar global.
Kopi diharapkan tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga identitas Tomohon. Dengan begitu, kopi bisa menjadi daya tarik baru yang mengundang lebih banyak turis datang dan merasakan langsung keunikan kopi lokal. Bank Indonesia optimis bahwa kopi akan menjadi salah satu komoditas andalan Sulawesi Utara di masa depan, membawa kesejahteraan bagi para petani dan kebanggaan bagi daerah.


















