PT Pegadaian kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional, sukses mempertahankan predikat bergengsi "Most Trusted Company" dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025. Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan cerminan nyata dari komitmen tak tergoyahkan perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) sepanjang tahun 2024-2025. Sebuah prestasi yang patut diacungi jempol dan membuktikan bahwa kepercayaan publik adalah prioritas utama Pegadaian.
Pegadaian, Juara Bertahan Kepercayaan Publik
Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama dengan majalah SWA. Acara penganugerahan digelar megah di Hotel Shangri-La Jakarta, pada Selasa (25/11), menjadi saksi bisu atas dedikasi Pegadaian. Kehadiran para petinggi perusahaan dan pelaku bisnis lainnya menambah semarak suasana, menandai momen penting bagi dunia korporasi.
Kepala Departemen Good Corporate Governance PT Pegadaian, Rizkillah Suryo Wibowo, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut. Momen ini menjadi bukti konkret bahwa upaya kolektif seluruh Insan Pegadaian dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik telah membuahkan hasil. Ini adalah pengakuan atas kerja keras dan integritas yang selalu dijunjung tinggi dalam setiap aspek operasional.
Apa Itu CGPI Award dan Mengapa Penting?
CGPI Award merupakan ajang apresiasi yang sangat dihormati di dunia korporasi Indonesia. Program ini bertujuan untuk mendorong perusahaan agar senantiasa mengintegrasikan, membangun, dan mengatur kembali sumber daya internal maupun eksternal. Tujuannya tak lain adalah menciptakan kapabilitas baru dan peluang pasar di tengah lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh tantangan.
Lebih dari itu, CGPI juga berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan, serta memperkuat daya saing mereka sesuai dengan prinsip GCG. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya fokus pada profit semata, tetapi juga pada keberlanjutan dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi indikator kuat bahwa sebuah perusahaan telah memenuhi standar tertinggi dalam tata kelola.
Misi Mulia di Balik CGPI 2025
Ajang Corporate Governance Perception Index Award 2025 mengusung tema yang sangat relevan, yaitu "Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan Dalam Kerangka Good Corporate Governance (GCG)." Tema ini menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam tata kelola perusahaan di tengah perubahan yang cepat. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya patuh, tetapi juga proaktif dalam menciptakan nilai tambah.
Melalui tema ini, IICG ingin mendorong perusahaan untuk tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadikan GCG sebagai fondasi strategis. Ini berarti tata kelola yang baik harus menjadi bagian integral dari setiap keputusan bisnis, dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah memastikan perusahaan tetap relevan, resilien, dan mampu bersaing secara global dalam jangka panjang.
Perjalanan Panjang Pegadaian Menuju Puncak Kepercayaan
Keberhasilan Pegadaian mempertahankan predikat "Most Trusted Company" bukanlah hasil instan yang didapat dalam semalam. Ini adalah buah dari perjalanan panjang dan konsisten sejak pertama kali perusahaan mengikuti program CGPI pada tahun 2019. Tahun 2025 ini menandai tahun ketujuh keikutsertaan Pegadaian dalam penilaian IICG, sebuah rekam jejak yang membanggakan dan menunjukkan komitmen jangka panjang.
Selama periode tersebut, Pegadaian secara konsisten menunjukkan peningkatan skor penerapan GCG yang terus membaik dari tahun ke tahun. Pada penilaian tahun 2025 ini, Pegadaian berhasil meraih skor impresif 89.05, angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini membuktikan adanya upaya berkelanjutan, evaluasi diri yang ketat, dan keinginan kuat untuk terus berbenah.
Dedikasi Tanpa Henti dalam GCG
Direktur Manajemen Risiko, Legal dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, dalam kesempatan terpisah, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah wujud nyata dari komitmen mereka. "Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pegadaian dalam mengimplementasikan Tata Kelola Perusahaan dan transparansi yang telah kami jalankan dengan baik selama ini," ujarnya. Pernyataan ini dikutip pada Rabu (26/11), sehari setelah acara penganugerahan.
Ismail menambahkan, bahwa GCG bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan filosofi yang mengakar kuat dalam setiap lini bisnis Pegadaian. Ini mencakup transparansi dalam pelaporan keuangan, akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan, dan etika dalam berinteraksi dengan semua pihak, mulai dari nasabah hingga mitra. Dedikasi ini yang membedakan Pegadaian di mata publik dan para penilai.
Proses Penilaian yang Ketat, Hasil yang Akurat
Untuk meraih predikat "Most Trusted Company," sebuah perusahaan harus melewati serangkaian proses penilaian yang sangat ketat dan komprehensif. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya perusahaan dengan implementasi GCG terbaik yang berhak mendapatkan pengakuan. Ini bukan ajang main-main, melainkan audit mendalam terhadap praktik korporasi yang dilakukan secara profesional.
Tahapan penilaian dimulai dengan pengisian kuesioner self-assessment yang dilakukan oleh responden internal perusahaan dan para stakeholder eksternal. Selanjutnya, tim penilai akan melakukan evaluasi mendalam terhadap dokumentasi kebijakan dan prosedur perusahaan, memastikan semuanya sesuai standar. Puncaknya adalah pemaparan materi perusahaan yang disesuaikan dengan tema CGPI, di mana manajemen harus mempresentasikan komitmen dan implementasi GCG mereka secara langsung dan transparan.
Tiga Pilar Utama Penentu Kepercayaan
Dalam proses penilaian CGPI, ada tiga aspek utama yang menjadi fokus dan penentu keberhasilan sebuah perusahaan. Pertama adalah struktur tata kelola (governance structure), yang melihat bagaimana kerangka kerja organisasi disusun untuk mendukung GCG. Ini mencakup keberadaan dewan direksi, dewan komisaris, komite-komite pendukung, dan sistem pelaporan internal yang efektif.
Kedua adalah proses tata kelola (governance process), yang mengevaluasi bagaimana prinsip-prinsip GCG diimplementasikan dalam operasional sehari-hari. Ini termasuk proses pengambilan keputusan yang transparan, manajemen risiko yang solid, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, dan etika bisnis yang tinggi. Terakhir adalah hasil tata kelola (governance outcome), yang mengukur dampak nyata dari penerapan GCG terhadap kinerja perusahaan, reputasi di mata publik, dan kepercayaan stakeholder.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Masa Depan Pegadaian
Penghargaan "Most Trusted Company" ini memiliki implikasi yang luas, tidak hanya bagi internal Pegadaian tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan predikat ini, Pegadaian semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh jutaan nasabahnya di seluruh Indonesia. Ini adalah jaminan bahwa dana dan aset yang dipercayakan kepada Pegadaian dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan integritas tinggi.
Bagi investor dan mitra bisnis, predikat ini juga menjadi sinyal positif tentang stabilitas dan keberlanjutan perusahaan di masa depan. Perusahaan dengan tata kelola yang baik cenderung memiliki risiko yang lebih rendah dan prospek pertumbuhan yang lebih cerah. Ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi semua pihak.
Komitmen Berkelanjutan untuk Layanan Terbaik
Menutup pernyataannya, Ismail Ilyas menyampaikan harapan besar terkait penghargaan ini. "Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh Insan Pegadaian untuk senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik," tuturnya. Ini adalah panggilan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan demi kepuasan pelanggan yang menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan terpercaya dan beretika bagi masyarakat. Ini berarti setiap aktivitas operasional bisnis harus senantiasa menerapkan prinsip GCG secara konsisten. Dengan demikian, Pegadaian dapat memastikan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kepercayaan yang telah susah payah dibangun. Kepercayaan adalah aset paling berharga, dan Pegadaian berkomitmen untuk terus menjaganya dengan integritas penuh.


















