Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Rahasia Ekonomi RI Melesat: Internet Murah, Peluang Kerja Auto Banyak!

hashim djojohadikusumo ungkap rahasia ekonomi ri melesat internet murah peluang kerja auto banyak portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan sekaligus memberikan angin segar bagi masa depan ekonomi Indonesia. Menurutnya, akses internet yang terjangkau alias "internet murah" bukan cuma sekadar fasilitas, melainkan kunci utama yang dapat memicu lonjakan signifikan pada pertumbuhan ekonomi negara kita. Ini bukan omong kosong belaka, melainkan strategi jitu yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menciptakan lapangan kerja masif bagi generasi muda.

Internet Murah: Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Mesin Pendorong Ekonomi

Pernyataan ini disampaikan Hashim dalam forum bergengsi CNN Indonesia Sustainability Summit 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa setiap peningkatan 10 persen masyarakat yang memiliki akses konektivitas internet, berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi antara 0,7 persen hingga 1 persen. Bayangkan saja, hanya dari konektivitas internet, kita bisa melihat dampak sebesar itu pada roda perekonomian nasional.

banner 325x300

Angka ini tentu bukan main-main. Di era digital seperti sekarang, internet telah menjadi tulang punggung berbagai sektor, mulai dari perdagangan elektronik, pendidikan daring, hingga inovasi startup. Dengan internet yang lebih murah dan mudah diakses, potensi ekonomi digital Indonesia yang luar biasa besar bisa digali secara maksimal, membuka pintu bagi peluang-peluang baru yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya.

Kesenjangan Digital Indonesia yang Perlu Segera Diatasi

Hashim juga mengungkapkan alasan di balik keterlibatannya langsung dalam investasi di sektor internet murah. Ia melihat potensi besar yang belum tergarap optimal. Faktanya, penetrasi internet di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia.

"Penetration kita internetnya hanya 15 persen," ujar Hashim. Angka ini jauh tertinggal dari Malaysia, Thailand, dan Filipina yang sudah mencapai 50 persen. Bahkan, Korea Selatan sudah menyentuh angka fantastis 100 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang, dan setiap peningkatan akses internet akan memberikan dampak berlipat ganda bagi kemajuan ekonomi.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Demi Stabilitas Sosial dan Lapangan Kerja

Pemerintahan mendatang di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni hingga 8 persen. Angka ini mungkin terdengar ambisius, namun Hashim menegaskan bahwa target tersebut sangat realistis dan krusial untuk menjaga stabilitas sosial di tengah kekhawatiran meningkatnya angka pengangguran perkotaan.

"Untuk menciptakan pekerjaan, kita harus punya aktivitas ekonomi, aktivitas ekonomi, pertumbuhan, peningkatan. Maka itu targetnya, itu yang utama. Itu target yang harus kita capai untuk menjaga stabilitas sosial," jelas Hashim. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, akan tercipta lebih banyak lapangan kerja, terutama bagi para lulusan baru dan generasi muda yang siap berkontribusi.

Salah satu strategi untuk mencapai target pertumbuhan ini adalah melalui pembangunan perumahan sosial secara masif. Proyek ini bukan hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga akan melibatkan ratusan sektor industri pendukung, mulai dari bahan bangunan, transportasi, hingga jasa keuangan. Aktivitas ekonomi yang berputar dari proyek sebesar ini tentu akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional.

Tantangan Emisi Karbon dan Komitmen Keberlanjutan

Namun, Hashim tidak menampik bahwa peningkatan aktivitas ekonomi yang masif ini akan mendorong emisi karbon dalam beberapa tahun mendatang. Ini adalah konsekuensi logis dari pembangunan dan pertumbuhan industri. "Aktivitas ekonomi meningkatkan emisi karbon. Itu fakta," tegasnya.

Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengimbangi dampak ini. Hashim menjelaskan bahwa peningkatan emisi karbon dapat diatasi melalui aturan-aturan dan program-program yang telah dirancang pemerintah. Pengimbangan ini diharapkan akan mulai terasa dampaknya pada tahun 2030, 2031, dan 2032, ketika program pengurangan emisi dan transisi energi sudah berjalan penuh.

Menurut perhitungan pemerintah, emisi diperkirakan baru akan mulai berkurang setelah tahun 2031. Ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Indonesia di Panggung Dunia: Menuju COP30 dan Masa Depan Berkelanjutan

Pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ini menjadi sangat relevan mengingat KTT Iklim COP30 yang akan digelar di Belem, Brasil, bulan ini. KTT tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menangani perubahan iklim dan merumuskan arah pembangunan berkelanjutan selanjutnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pembahasan lanjutan, CNN Indonesia menggelar Sustainability Summit 2025: Navigating Growth in a Sustainable World After COP30. Forum ini menjadi wadah penting yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perbankan, kepala daerah, hingga praktisi lingkungan. Hashim Djojohadikusumo sendiri menjadi salah satu pembicara utama, membagikan pandangannya tentang bagaimana Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan visi yang jelas dan strategi yang terukur, harapan untuk melihat Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang kuat, lapangan kerja melimpah, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan, bukanlah sekadar mimpi. Internet murah, yang mungkin selama ini kita anggap remeh, ternyata memegang peranan krusial dalam mewujudkan mimpi besar tersebut. Ini adalah kabar baik bagi kita semua, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerima manfaat utama dari kemajuan ini.

banner 325x300