Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Geger Old Trafford! Idrissa Gueye Tampar Teman Sendiri, Jejak Kariernya Bikin Melongo

geger old trafford idrissa gueye tampar teman sendiri jejak kariernya bikin melongo portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Old Trafford, markas kebanggaan Manchester United, baru saja menjadi saksi bisu sebuah insiden yang menggemparkan jagat sepak bola. Gelandang energik Everton, Idrissa Gana Gueye, tiba-tiba menjadi sorotan setelah menerima kartu merah langsung. Bukan karena tekel keras atau protes berlebihan, melainkan karena menampar rekan setimnya sendiri, Michael Keane.

Insiden tak terduga ini terjadi pada menit ke-13 pertandingan Premier League yang berlangsung Selasa (25/11) dini hari waktu Indonesia. Saat Everton sedang berada di bawah tekanan serangan gencar dari tuan rumah, ketegangan memuncak di dalam kotak penalti mereka. Gueye dan Keane terlibat adu argumen singkat yang berujung pada tindakan mengejutkan.

banner 325x300

Dalam sekejap, gelandang asal Senegal itu mengayunkan tangannya ke wajah Keane, memicu reaksi keras dari wasit. Tanpa ragu, sang pengadil lapangan langsung mengeluarkan kartu merah, mengakhiri pertandingan Gueye lebih awal. Momen ini sontak menjadi viral dan memicu banyak pertanyaan: siapa sebenarnya Idrissa Gueye, sosok di balik drama Old Trafford ini?

Siapa Sebenarnya Idrissa Gueye?

Idrissa Gana Gueye lahir di Dakar, Senegal, pada 26 September 1989, menjadikannya salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Everton. Ia dikenal luas sebagai gelandang bertahan yang tak kenal lelah, memiliki spesialisasi dalam melakukan tekel bersih dan intersep bola yang krusial. Gaya bermainnya yang agresif namun efektif seringkali menjadi kunci stabilitas lini tengah timnya.

Kemampuannya membaca permainan dan memutus serangan lawan membuatnya menjadi aset berharga di setiap klub yang dibelanya. Meskipun insiden tamparan ini mencoreng reputasinya sesaat, Gueye memiliki rekam jejak karier yang panjang dan penuh prestasi. Pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa tidak bisa diremehkan.

Perjalanan Karier yang Penuh Liku

Kiprah Idrissa Gueye di lapangan hijau dimulai dari tempat yang cukup istimewa. Pada tahun 2007, ia bergabung dengan akademi Diambars yang berlokasi di Saly, Senegal. Akademi ini bukanlah sembarang tempat, melainkan didirikan oleh dua legenda sepak bola Prancis, Patrick Vieira dan Bernard Lama, yang menunjukkan potensi besar Gueye sejak dini.

Langkahnya menuju pentas profesional dimulai di Prancis bersama Lille pada tahun 2008. Setelah mengawali karier di tim B untuk mengasah kemampuannya, Gueye berhasil menembus tim utama dari tahun 2010 hingga 2015. Di sana, ia berkembang menjadi gelandang tangguh yang menarik perhatian klub-klub Premier League.

Pada musim 2015/2016, Gueye mengambil langkah besar dengan bergabung bersama Aston Villa, menandai debutnya di liga paling kompetitif di dunia. Meskipun The Villans mengalami musim yang sulit, performa individu Gueye tetap menonjol, menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang bertahan kelas atas. Hanya setahun berselang, ia melangkah ke klub tetangga, Everton, pada pertengahan tahun 2016.

Bersama Everton, Gueye benar-benar menemukan puncaknya. Ia menjadi pilar tak tergantikan di lini tengah The Toffees, dikenal karena stamina luar biasa dan kemampuannya merebut bola. Performa impresifnya di Goodison Park tak luput dari pantauan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), yang merekrutnya pada tahun 2019.

Tiga musim di Paris menjadi babak baru dalam kariernya, di mana ia bermain bersama bintang-bintang top dunia. Setelah meraih berbagai gelar domestik bersama PSG, Gueye membuat keputusan emosional untuk kembali ke Everton pada tahun 2022. Ia kembali menjadi salah satu pemain senior dan pilar lini tengah yang diandalkan The Toffees, membawa pengalaman dan kepemimpinan yang tak ternilai.

Deretan Prestasi Gemilang

Meskipun insiden kartu merahnya kini menjadi buah bibir, Idrissa Gueye memiliki lemari trofi yang cukup mengesankan, sebagian besar diraih selama periode gemilangnya di Prancis. Bersama Lille, ia pernah merasakan manisnya menjadi juara Ligue 1, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue. Ini adalah bukti awal dominasinya di sepak bola Prancis.

Ketika membela panji Paris Saint-Germain, koleksi gelarnya semakin bertambah. Ia kembali mengangkat trofi Ligue 1, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue, menegaskan statusnya sebagai pemain juara. Bahkan, Gueye hampir saja mencapai puncak tertinggi sepak bola Eropa, yaitu Liga Champions, pada musim 2019/2020. Sayangnya, ia dan PSG harus puas menjadi runner-up setelah kalah tipis dari Bayern Munchen di final.

Di level internasional, pengalaman Gueye juga tak kalah mentereng. Ia memiliki satu caps bersama tim Olimpiade Senegal, menunjukkan bakatnya sejak usia muda. Bersama tim nasional senior Singa Teranga, Gueye telah mengukir 122 caps dan mencetak tujuh gol sejak debutnya pada tahun 2011.

Pengalamannya di panggung dunia sangat kaya, termasuk tampil di dua edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 2018 dan 2022. Ia juga menjadi langganan di turnamen Piala Afrika, di mana puncaknya adalah ketika ia berhasil naik podium bersama Senegal sebagai juara Piala Afrika 2021. Momen ini menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan dalam karier internasionalnya.

Lebih dari Sekadar Insiden: Mentalitas Juara Idrissa Gueye

Insiden di Old Trafford memang mengejutkan, namun bagi banyak pengamat, itu juga mencerminkan intensitas dan gairah yang selalu dibawa Idrissa Gueye ke lapangan. Sebagai gelandang bertahan, ia dikenal memiliki mentalitas pantang menyerah dan sangat kompetitif. Terkadang, emosi yang meluap-luap bisa menjadi bagian dari semangat juangnya.

Gueye adalah tipe pemain yang selalu memberikan 100 persen untuk timnya, baik dalam latihan maupun pertandingan. Kepemimpinannya di lini tengah Everton, terutama setelah kembali dari PSG, sangat terasa. Ia menjadi mentor bagi pemain muda dan jangkar yang menjaga keseimbangan tim. Insiden ini, meskipun negatif, mungkin juga menunjukkan betapa besar keinginannya untuk menang dan betapa frustrasinya ia saat timnya tertekan.

Dampak Kartu Merah dan Masa Depan

Kartu merah yang diterima Idrissa Gueye akan memiliki konsekuensi langsung bagi Everton. Ia akan absen dalam beberapa pertandingan Premier League berikutnya, meninggalkan lubang besar di lini tengah tim. Ini tentu menjadi tantangan bagi manajer untuk menemukan pengganti yang sepadan.

Bagi Gueye sendiri, insiden ini mungkin akan menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mengendalikan emosi di lapangan. Meskipun demikian, reputasinya sebagai gelandang kelas atas dan pemain yang berdedikasi tidak akan luntur begitu saja. Dengan pengalaman dan mentalitas juaranya, Gueye diyakini akan bangkit kembali dan terus menjadi pilar penting bagi Everton.

Insiden tamparan di Old Trafford mungkin akan menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam karier Idrissa Gueye. Namun, di balik drama tersebut, tersembunyi profil seorang pemain dengan perjalanan karier yang luar biasa, penuh prestasi, dan dedikasi yang tak tergoyahkan. Ia adalah contoh nyata bagaimana gairah dalam sepak bola bisa membawa seseorang ke puncak, meskipun terkadang juga memicu momen-momen yang tak terduga.

banner 325x300