Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terungkap! Anggaran Kementan Rp8 Triliun Diblokir, Amran Sulaiman Bongkar Biang Kerok Penyerapan Rendah

terungkap anggaran kementan rp8 triliun diblokir amran sulaiman bongkar biang kerok penyerapan rendah portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menghadapi tantangan serius terkait penyerapan anggaran tahun ini. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan anggaran Kementan belum optimal, dan ia memiliki alasan kuat di baliknya. Ada blokir anggaran dalam jumlah besar yang menjadi penghambat utama.

Anggaran Kementan Tersendat, Kenapa Bisa Begitu?

banner 325x300

Amran Sulaiman menjelaskan bahwa hingga September 2025, Kementan masih terganjal blokir anggaran sekitar Rp8 triliun. Angka fantastis ini, menurutnya, menjadi biang kerok utama yang memengaruhi kinerja penyerapan belanja kementerian secara signifikan. Blokir ini terus berlanjut hingga sebagian di bulan Oktober, menciptakan hambatan besar dalam pelaksanaan program.

Situasi ini membuat capaian penyerapan anggaran Kementan per November 2025 baru mencapai 72,41 persen. Angka tersebut sudah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk outstanding kontrak, kontrak e-katalog, dan tentu saja, blokir anggaran yang belum juga cair sepenuhnya.

Target Sulit Dicapai? Ini Angka Penyerapan Kementan Saat Ini

Meskipun demikian, Amran Sulaiman tetap optimis. Ia menargetkan realisasi penyerapan anggaran bisa melonjak drastis hingga minimal 93 persen pada akhir tahun 2025. Target ambisius ini akan diupayakan melalui optimalisasi pelaksanaan program di lapangan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel.

"Bahwasanya di bulan September masih ada blokir Rp8 triliun, dan Oktober masih ada blokir sebagian. Inilah salah satu penyebab keterlambatan hanya mencapai 72 persen, tapi insyaallah di akhir tahun kami upayakan 93 persen capaian belanja APBN," kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (24/11). Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuatnya di tengah badai blokir.

Blokir Anggaran Fantastis: Dari Mana Saja Asalnya?

Pada tahun anggaran (TA) 2025, Kementan sebenarnya memperoleh pagu alokasi yang cukup besar, mencapai Rp31,91 triliun. Angka ini bahkan sudah mencakup tambahan belanja melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp2,46 triliun. Tambahan ini bukan tanpa alasan, melainkan tindak lanjut arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementan untuk mempercepat peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis. Sebut saja tebu, kopi, kelapa, kakao, mente, lada, dan pala, yang menjadi fokus utama. Peningkatan produksi ini akan dilakukan melalui pengembangan kawasan, perbaikan sistem pembenihan, dan dukungan teknis lainnya yang krusial.

Namun, dari total pagu yang menjanjikan tersebut, sebagian besar anggaran masih diblokir. Akibatnya, pagu efektif Kementan pada tahun 2025 berkurang menjadi Rp31,12 triliun. Pengurangan ini tentu saja membatasi ruang gerak Kementan dalam menjalankan program-program vitalnya.

Rincian Blokir yang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Blokir anggaran yang menimpa Kementan ternyata memiliki rincian yang cukup spesifik. Blokir perjalanan dinas mencapai Rp136 miliar, dan dana ini hanya dapat dimanfaatkan setelah mendapat persetujuan resmi dari Kementerian Keuangan. Proses birokrasi ini tentu saja menambah panjang daftar tantangan yang harus dihadapi.

Selain itu, terdapat blokir non-perjalanan dinas sebesar Rp572 miliar. Dana ini berasal dari pendanaan pinjaman luar negeri, yang juga terhambat pencairannya. Kedua jenis blokir ini secara kumulatif menyumbang angka signifikan pada total Rp8 triliun yang disebutkan Menteri Amran.

Strategi Kementan Mengejar Ketertinggalan

Menghadapi situasi ini, Amran menyatakan akan memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran untuk mendorong percepatan belanja. Fokus utama adalah pada program-program strategis yang terkait langsung dengan peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ini adalah misi krusial yang tidak bisa ditunda.

Upaya percepatan akan difokuskan pada eksekusi kontrak yang tertunda, pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan, serta penyelesaian dokumen pertanggungjawaban. Tujuannya agar realisasi anggaran tetap sesuai ketentuan dan tidak ada lagi hambatan birokrasi yang memperlambat. Kementan bertekad untuk memastikan setiap rupiah anggaran dapat terserap dengan efektif dan efisien.

Optimisme di Tengah Tantangan Besar

Penyesuaian akibat blokir anggaran memang menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi Kementan. Namun, Amran Sulaiman tetap menunjukkan optimisme yang tinggi. Ia yakin target penyerapan 93 persen pada akhir 2025 dapat tercapai, meskipun jalan yang ditempuh tidak mudah.

"Insyaallah di akhir tahun kami upayakan 93 persen capaian belanja APBN," ujar Amran kembali menegaskan komitmennya. Optimisme ini didasari oleh keyakinan akan kerja keras tim Kementan dan strategi yang telah disiapkan untuk mengatasi hambatan yang ada.

Dengan berbagai upaya percepatan dan pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel, Kementan berharap dapat mengejar ketertinggalan. Tujuannya jelas: memastikan program-program strategis untuk ketahanan pangan nasional tidak terganggu, meskipun harus berjuang di tengah blokir anggaran yang masif.

banner 325x300