Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Ekonomi Kreatif RI Melejit: Serap 27 Juta Pekerja, Siap Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional?

ekonomi kreatif ri melejit serap 27 juta pekerja siap jadi pilar utama ekonomi nasional portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, baru-baru ini mengungkapkan data mengejutkan mengenai kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Angka-angka ini menunjukkan betapa sektor ini telah tumbuh pesat dan menjadi salah satu mesin penggerak utama perekonomian bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Amalia di tengah momen penting penyerahan video kreatif Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya kepada BPS. Kolaborasi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memajukan sektor yang kaya inovasi dan talenta ini.

banner 325x300

Angka Fantastis: Ekraf Jadi Mesin Pencetak Lapangan Kerja

Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sektor ekonomi kreatif berhasil menyumbang 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Ini berarti, ada sekitar 27,40 juta jiwa yang menggantungkan hidupnya pada industri yang terus berkembang ini.

Angka ini bukanlah pencapaian sesaat, melainkan sebuah tren positif yang berkelanjutan. Dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2024, jumlah tenaga kerja ekraf mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, sektor ini menyerap 26,48 juta jiwa atau sekitar 18,30 persen dari total tenaga kerja nasional.

Kenaikan hampir satu juta pekerja dalam setahun ini menunjukkan dinamika luar biasa di sektor ekraf. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan ekraf dalam menciptakan peluang kerja baru di tengah tantangan global.

Pertumbuhan ini tak lepas dari berbagai faktor, mulai dari semakin masifnya digitalisasi, munculnya platform-platform baru, hingga semangat kewirausahaan anak muda. Ekonomi kreatif bukan lagi sekadar hobi, melainkan sebuah industri serius yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata.

Peta Kekuatan Regional: Jawa Barat Memimpin, Tiga Provinsi Jadi Jantung Ekraf Nasional

Dari jutaan pekerja ekraf tersebut, BPS juga memetakan sebaran tenaga kerja di berbagai provinsi. Hasilnya, Jawa Barat muncul sebagai provinsi dengan penyerapan tenaga kerja ekraf tertinggi, mencapai 6,24 juta jiwa. Angka ini menempatkan Jabar sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekraf di tingkat regional.

Tidak hanya Jawa Barat, dua provinsi lain di Pulau Jawa juga menunjukkan kekuatan yang serupa. Jawa Tengah dan Jawa Timur melengkapi daftar tiga provinsi teratas dengan penyerapan tenaga kerja ekraf tertinggi di Indonesia.

Secara kolektif, ketiga provinsi ini, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, menyumbang 57,81 persen dari total tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia. Dominasi ini menunjukkan bahwa Pulau Jawa, dengan kepadatan penduduk dan pusat-pusat urban yang kuat, menjadi episentrum bagi perkembangan ekraf nasional.

Tingginya konsentrasi tenaga kerja ekraf di Jawa bisa dijelaskan oleh beberapa faktor. Mulai dari aksesibilitas pasar yang lebih baik, ketersediaan infrastruktur pendukung, hingga ekosistem kreatif yang sudah terbangun kuat di kota-kota besar di ketiga provinsi tersebut.

SE2026: Kunci Memotret Potensi Tersembunyi Ekraf

Melihat potensi besar ini, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Menurutnya, SE2026 adalah momentum krusial untuk memotret sektor ekonomi kreatif secara lebih rinci dan komprehensif.

Sensus ini tidak hanya akan menghitung jumlah pekerja, tetapi juga akan memberikan gambaran lengkap mengenai jumlah pelaku usaha kreatif. Mulai dari sektor kuliner yang menggugah selera, industri fashion yang dinamis, pengembang game yang inovatif, musisi, sineas, desainer, hingga kreator konten digital yang terus menjamur.

Lebih dari itu, SE2026 juga akan memetakan lokasi dan skala usaha mereka. Data yang sangat detail ini akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan strategi pengembangan yang efektif di masa depan.

Nantinya, hasil SE2026 juga akan menjadi basis penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. Ini akan memberikan gambaran akurat tentang seberapa besar kontribusi finansial ekraf terhadap perekonomian nasional. Selain itu, data ini juga akan menjadi kerangka acuan bagi survei-survei khusus ekraf di kemudian hari.

Sinergi BPS dan Kemenparekraf: Membangun Fondasi Data yang Kuat

Untuk menyukseskan SE2026, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci. Dalam rangkaian penutupan Rapat Koordinasi Teknis dan Evaluasi Kegiatan 2025 BPS di Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyerahkan materi Public Service Announcement (PSA) SE 2026 kepada Amalia. Penyerahan ini turut disaksikan oleh Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Upaya ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif anak bangsa untuk mendukung agenda besar nasional SE2026. PSA yang diserahkan ini akan menjadi materi sosialisasi resmi BPS dan akan disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi publik. Tujuannya jelas, untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam SE2026.

Amalia mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif serta keterlibatan animator muda dalam produksi PSA SE 2026 ini. Ia melihat materi PSA ini bukan hanya sekadar video sosialisasi, melainkan juga sebagai "token of friendship" antarlembaga.

Lebih jauh, ini juga menjadi ruang bagi talenta muda animasi nasional untuk menunjukkan kemampuannya. Kolaborasi antara BPS dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ini diharapkan menjadi landasan komitmen untuk terus menghadirkan data yang lebih kaya, akurat, dan berdampak. Data ini, pada akhirnya, akan menjadi fondasi bagi Menteri Ekraf untuk pengembangan ekonomi kreatif Indonesia yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan penting tersebut adalah CEO RUS Animation Studio, Roy Tok, serta SVP Corporate and Strategic Affairs Blibli, Yudhi Pramono. Kehadiran mereka menegaskan peran vital mitra strategis dari sektor swasta dalam mendukung produksi video kreatif SE2026 ini.

Dari Data Menuju Kebijakan: Mendorong Ekraf Jadi Pilar Ekonomi

Data yang lengkap dan akurat adalah kunci untuk merumuskan kebijakan yang tepat. Dengan pemahaman mendalam tentang ekosistem ekraf, pemerintah dapat merancang program-program yang lebih efektif, mulai dari dukungan permodalan, pelatihan keterampilan, hingga fasilitasi akses pasar bagi para pelaku usaha kreatif.

Pentingnya data ini juga terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekraf yang paling potensial untuk dikembangkan. Dengan begitu, investasi dan perhatian dapat difokuskan pada area yang memberikan dampak ekonomi dan sosial terbesar.

Ekonomi kreatif, dengan segala dinamikanya, telah membuktikan diri sebagai sektor yang tangguh dan adaptif. Kemampuannya menyerap jutaan tenaga kerja dan terus tumbuh di tengah berbagai tantangan adalah bukti nyata bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama ekonomi nasional.

Dengan dukungan data yang kuat dari SE2026 dan kolaborasi yang solid antarpihak, Indonesia siap melangkah lebih jauh dalam mengembangkan ekonomi kreatifnya. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang masa depan jutaan individu, inovasi tanpa batas, dan identitas bangsa yang semakin kuat di kancah global.

banner 325x300