Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Pertamina Bikin Gebrakan! Teknologi Canggih Ini Jadi Kunci RI Raih Swasembada Energi

pertamina bikin gebrakan teknologi canggih ini jadi kunci ri raih swasembada energi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

PT Pertamina (Persero) baru saja meluncurkan inisiatif revolusioner, Project Multistage Fracturing (MSF), yang siap mengubah peta produksi minyak dan gas di Indonesia. Langkah strategis ini bukan sekadar inovasi biasa, melainkan terobosan yang akan memperkuat posisi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam menggenjot produksi migas nasional.

Dengan menjadi pionir penerapan teknologi Multistage Fracturing di Tanah Air, Pertamina secara nyata menunjukkan komitmennya terhadap swasembada energi. Inisiatif ini selaras dengan visi Asta Cita dan membuka peluang besar untuk mengoptimalkan cadangan energi nasional secara jauh lebih efisien dari sebelumnya.

banner 325x300

Mandat Presiden untuk Ketahanan Energi

Kunjungan kerja Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, ke proyek MSF di Riau pada Rabu (12/11) menegaskan urgensi proyek ini. Simon menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta Pertamina untuk meningkatkan produksi nasional secara signifikan.

"Pemerintah saat ini terus mendorong Pertamina untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi, salah satunya adalah semakin agresif meningkatkan produksi di hulu," ujar Simon. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Simon berharap, seluruh operasi di bisnis Pertamina bisa terus ditingkatkan, sehingga performa perusahaan terus membaik dan efisien. Inovasi menjadi kunci utama, namun tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja yang menjadi prioritas utama.

"Target tersebut akan terus diusahakan oleh Pertamina, di mana perusahaan akan melakukan banyak inisiatif agar produksi terus tumbuh," kata Simon. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus bersinergi mendorong kedaulatan dan ketahanan energi yang berujung pada swasembada energi bagi Indonesia.

Apresiasi untuk Inovasi Anak Bangsa

Keberhasilan proyek ini tak lepas dari peran serta para Perwira Pertamina. Simon secara khusus memberikan apresiasi kepada Perwira Pertamina dari Subholding Upstream, khususnya di PHR, atas prestasi yang sudah ditorehkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anak-anak muda Indonesia yang terus berkontribusi memberikan karya terbaik untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian Pertamina sebagai pionir dalam penerapan teknologi MSF di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata kemampuan nasional dalam menguasai teknologi hulu migas yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan internasional.

"Inovasi yang dilakukan Pertamina melalui teknologi Multistage Fracturing ini menjadi lompatan besar bagi industri hulu migas Indonesia," kata Djoko. Ia menambahkan bahwa SKK Migas mendukung penuh langkah strategis peningkatan produksi ini, yang sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri.

Apa Itu Multistage Fracturing dan Mengapa Penting?

Multistage Fracturing (MSF) adalah teknologi mutakhir di industri migas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas sumur secara drastis. Caranya adalah dengan menciptakan beberapa rekahan di sepanjang sumur horizontal, memungkinkan pengambilan cadangan minyak dan gas bumi secara maksimal dari satu sumur. Hasilnya? Produksi dapat meningkat signifikan, jauh melampaui metode konvensional.

Wakil Direktur Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa proyek MSF berhasil menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pemboran dan komplesi sumur. Ini adalah kabar baik, mengingat efisiensi adalah kunci untuk menjaga daya saing industri migas di tengah fluktuasi harga global.

"Melanjutkan keberhasilan di tahun 2024, tahun ini PHR melanjutkan pengembangan sumur horizontal MSF menggunakan teknologi yang jauh lebih efisien," tutur Oki. Inovasi ini mencakup perforasi menggunakan eksplosif dan sistem one-run plug and perf setiap stage-nya menggunakan smart coiled tubing.

Konfigurasi ini, menurut Oki, menjadi yang pertama di Indonesia. Ini menandai terobosan signifikan dalam efisiensi waktu, logistik, dan biaya operasi MSF, menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah teknologi migas global.

Roadmap Menuju Swasembada Energi Nasional

Keberhasilan proyek MSF ini tidak hanya berhenti di satu titik. Proyek ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh Pertamina Group dalam percepatan pencapaian swasembada energi nasional. Oki Muraza kembali memberikan apresiasi kepada para Perwira PHR atas kolaborasi lintas fungsi dan lintas perusahaan yang berhasil merealisasikan proyek ini secara optimal.

"Keberhasilan proyek ini menunjukkan kemampuan dan semangat inovasi anak bangsa dalam menguasai teknologi perminyakan berstandar global," katanya, penuh kebanggaan. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta lokal memiliki kapasitas untuk membawa perubahan besar.

Implementasi MSF lanjutan dilakukan di sumur KB570, Lapangan Kotabatak, Zona Rokan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sebagai kelanjutan dari keberhasilan sumur MSF pertama pada 2024. Ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan teknologi ini.

Sepanjang tahun 2025, PHR menargetkan tajak beberapa sumur Horizontal Multistage Fracturing (HZ MSF) di Lapangan Kotabatak dan Balam South East. Target ini akan terus meningkat dan meluas pada tahun 2026, meliputi Lapangan Kotabatak, Bangko, dan Balam South East.

Capaian pengembangan program HZ MSF diharapkan terus meningkat setiap tahun dengan cakupan lapangan yang lebih luas, serta biaya pemboran yang semakin efisien. Untuk tahun 2026, Pertamina menargetkan replikasi ke beberapa sumur MSF lain di berbagai wilayah operasi.

Langkah ini adalah bagian dari strategi besar untuk memastikan sektor hulu migas tetap aman, efisien, dan produktif, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Dengan demikian, Pertamina tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri dan berdaulat.

banner 325x300