Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Dari Gagal Debut SM Hingga Nominasi Grammy: Kisah Dramatis Ejae, Otak di Balik ‘Golden’ KPop Demon Hunters!

dari gagal debut sm hingga nominasi grammy kisah dramatis ejae otak di balik golden kpop demon hunters portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Nama Ejae kini melambung tinggi, menjadi sorotan dunia seiring dengan popularitas fenomenal KPop Demon Hunters. Perempuan bernama asli Kim Eun-jae ini adalah sosok jenius di balik lagu Golden, soundtrack film animasi yang berhasil mencuri hati jutaan penggemar global. Namun, di balik gemerlap kesuksesannya, tersimpan kisah perjalanan yang penuh liku dan inspirasi.

Banyak pertanyaan muncul seputar Ejae, mulai dari latar belakang hidupnya hingga bagaimana ia bisa menciptakan lagu sekuat Golden. Tak sedikit pula yang penasaran, apakah Ejae, sang bintang KPop Demon Hunters, adalah warga Korea Selatan murni atau justru memiliki darah Amerika. Mari kita selami lebih dalam profil lengkapnya.

banner 325x300

Siapa Sebenarnya Ejae? Fenomena di Balik "Golden"

Kim Eun-jae, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ejae, lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Desember 1991. Ia bukan berasal dari keluarga biasa, melainkan cucu dari aktor legendaris Shin Young-kyun, yang tentunya membuat dunia hiburan sudah akrab baginya sejak kecil. Bakat seninya sudah terlihat jelas sejak usia belia, mengisyaratkan jalan hidup yang akan ia tempuh.

Sejak kecil, Ejae sudah menunjukkan ketertarikan mendalam pada musik dan seni pertunjukan. Aura bintang memang sudah melekat padanya, mendorongnya untuk mengejar impian yang besar di industri hiburan. Siapa sangka, perjalanan awalnya justru penuh dengan tantangan yang menguji ketekunan dan mimpinya.

Masa Kecil Penuh Bakat dan Impian Idol SM Entertainment

Pada usia 11 tahun, Ejae mengambil langkah besar yang mengubah hidupnya: ia memutuskan untuk bergabung dengan SM Entertainment sebagai trainee. Impiannya saat itu sangat jelas, menjadi seorang idol K-Pop yang bisa berdiri di panggung megah dan menghibur banyak orang. Ia mendedikasikan masa remajanya untuk latihan keras, berharap suatu hari nanti bisa debut.

Namun, takdir berkata lain. Meskipun telah menjalani training yang sangat intens selama hampir satu dekade, kesempatan untuk debut, baik sebagai anggota grup maupun solois, tak kunjung tiba. Ini adalah masa-masa sulit yang menguji mental dan semangatnya, sebuah kenyataan pahit yang harus ia terima setelah bertahun-tahun berjuang.

Pindah ke Amerika dan Babak Baru Setelah "Gagal Debut"

Tahun 2011 menjadi titik balik dalam hidup Ejae. Setelah sekian lama menggantungkan harapan pada training yang tak berujung, ia memutuskan untuk rehat dan menuntaskan studinya. Sebuah keputusan berani membawanya pindah ke Amerika Serikat, di mana ia menempuh pendidikan di New York University Tisch School of the Arts.

Perpindahan ini bukan hanya sekadar melanjutkan pendidikan, tetapi juga sebuah upaya untuk menemukan jati diri dan arah baru. Di Amerika, Ejae mulai melihat dunia dari perspektif yang berbeda, membuka wawasan baru yang kelak akan membentuk dirinya menjadi seniman yang utuh. Kisah "gagal debut" di SM Entertainment seolah menjadi penutup satu babak, membuka lembaran baru yang tak terduga.

Setelah beberapa tahun menimba ilmu di Negeri Paman Sam, pada sekitar tahun 2015, Ejae akhirnya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri program training-nya di SM Entertainment. Ini adalah keputusan final yang menandai perpisahan dengan impian idolanya, namun sekaligus membuka pintu menuju jalan yang lebih sesuai dengan passion sejatinya. Ia memilih untuk fokus pada penulisan lagu dan produksi musik, sebuah bidang yang ternyata menjadi panggilannya.

Dari Mentor Andrew Choi Hingga "Psycho" Red Velvet: Awal Mula Kesuksesan

Setelah lulus kuliah, Ejae memperdalam kemampuannya dalam penulisan dan produksi lagu. Di sinilah ia bertemu dengan Andrew Choi, seorang musisi berbakat yang bernaung di bawah SM Entertainment. Choi kemudian menjadi mentor penting bagi Ejae, membimbingnya dalam pelatihan penulisan lagu yang lebih mendalam, kembali di bawah payung SM, namun kali ini sebagai penulis lagu, bukan idol.

Kerja keras dan bakat Ejae mulai membuahkan hasil. Setelah rampung menjalani pelatihan penulisan lagu, ia terlibat dalam penggarapan lagu Psycho untuk girl group populer Red Velvet. Lagu ini meledak di pasaran, menjadi salah satu hit terbesar Red Velvet, dan secara tak langsung membuka banyak pintu kesempatan lain bagi Ejae di industri musik Korea. Ini adalah momen krusial yang membuktikan bahwa jalan yang ia pilih adalah jalan yang tepat.

Kesuksesan Psycho menjadi batu loncatan bagi Ejae. Sejak saat itu, ia mulai dipercaya untuk menggarap berbagai proyek besar. Deretan lagu hits pun lahir dari tangannya, termasuk soundtrack untuk drama Korea Woman of 9.9 Billion, lagu Drama untuk aespa, dan Birthday yang juga dibawakan oleh Red Velvet. Namanya mulai dikenal sebagai penulis lagu bertangan dingin yang mampu menciptakan melodi dan lirik yang memukau.

"KPop Demon Hunters" dan Lahirnya "Golden": Sebuah Karya Penuh Makna

Puncak karier Ejae sebagai penulis lagu datang ketika ia memutuskan untuk bergabung dengan proyek KPop Demon Hunters. Dalam film animasi yang sangat dinantikan ini, Ejae tidak hanya menciptakan lagu fenomenal Golden, tetapi juga mengisi suara karakter Rumi, vokalis dari trio fiktif HUNTR/X. Ini adalah kesempatan emas yang memungkinkannya untuk menyalurkan bakatnya secara menyeluruh, baik sebagai pencipta maupun penampil.

Lagu Golden sendiri bagaikan curahan hati dari seluruh perjuangan dan pengalaman hidup Ejae. Liriknya yang mendalam dan melodinya yang menyentuh hati seolah menceritakan perjalanan panjangnya, dari seorang trainee yang gagal debut hingga akhirnya menemukan panggilannya yang sebenarnya. Lagu ini bukan sekadar soundtrack, melainkan sebuah mahakarya yang penuh makna dan emosi, resonansi dari sebuah perjalanan panjang.

"Golden" Mendunia: Puncak Billboard Hingga Nominasi Grammy Bersejarah

Ketika KPop Demon Hunters dirilis pada Juni 2025, lagu Golden langsung menjadi fenomena global. Ulasan positif membanjiri lagu ini, tidak hanya dari kritikus musik tetapi juga dari jutaan penggemar di seluruh dunia. Golden mencapai masa keemasan sebagai lagu soundtrack yang paling banyak diputar dan dicintai, melampaui ekspektasi siapa pun.

Prestasi Golden tak berhenti di situ. Lagu ini berhasil menduduki posisi nomor satu di Billboard Global 200, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dominasinya di kancah musik internasional. Tak hanya itu, Golden juga memuncaki tangga lagu di lebih dari 30 negara, termasuk Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat, serta masuk sepuluh besar di lebih dari 20 negara lainnya. Ini adalah bukti nyata kekuatan musik Ejae yang mampu menembus batas bahasa dan budaya.

Puncaknya, Golden mendapatkan nominasi bergengsi Song of the Year di Grammy Awards 2026. Ini adalah momen bersejarah, karena bersama APT. milik Rose dan Bruno Mars, Golden menjadi salah satu lagu K-Pop pertama yang masuk dalam kategori prestise Grammy Awards yang berfokus pada penulisan lagu. Sebuah pengakuan global atas bakat dan dedikasi Ejae yang luar biasa, membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil.

Ejae Kini: Penyanyi, Penulis Lagu, Produser, dan Warga Dunia

Kini, Ejae dikenal luas sebagai seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman berdarah Korea-Amerika yang sangat dihormati. Perjalanannya yang panjang dan penuh liku telah membentuknya menjadi seniman multitalenta yang inspiratif. Ia tidak hanya menciptakan lagu untuk orang lain, tetapi juga mulai menyuarakan karyanya sendiri.

Pada 24 Oktober 2025, Ejae merilis lagu debutnya sebagai penyanyi, berjudul In Another World. Ini adalah babak baru dalam kariernya, di mana ia tidak hanya berada di balik layar, tetapi juga berdiri di garis depan, membagikan suaranya dan kisahnya kepada dunia. Dari seorang trainee yang gagal debut, Ejae telah membuktikan bahwa setiap akhir adalah awal yang baru, dan setiap mimpi memiliki jalannya sendiri untuk terwujud.

banner 325x300