Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Resmi Cerai dari Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Gugatan Rp100 Perak!

resmi cerai dari ahmad assegaf tasya farasya ungkap alasan mengejutkan di balik gugatan rp100 perak portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah tujuh tahun membina rumah tangga, beauty influencer ternama Tasya Farasya akhirnya resmi bercerai dari sang suami, Ahmad Assegaf. Putusan ini dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Rabu (12/11) lalu, menandai berakhirnya perjalanan cinta yang sempat menjadi sorotan publik.

Pengacara Tasya Farasya, Sangun Ragahdo, mengonfirmasi putusan tersebut. Ia menyatakan bahwa permohonan cerai kliennya telah dikabulkan, lantaran semua syarat yang diajukan telah terpenuhi. Ini berarti, secara hukum, ikatan pernikahan antara Tasya dan Ahmad telah resmi berakhir.

banner 325x300

Resmi Bercerai Setelah Gugatan Dikabulkan

Keputusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan ini menjadi titik akhir dari proses hukum yang cukup panjang. Sejak awal gugatan diajukan, publik telah menanti-nanti bagaimana kelanjutan dari biduk rumah tangga pasangan yang dikenal harmonis ini. Kini, tirai telah ditutup dengan putusan cerai yang sah.

Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa putusan tersebut mengabulkan seluruh permohonan yang diajukan pihak Tasya. "Pada pokoknya mengabulkan permohonan kami. Jadi, dalam putusan diputus bahwa perceraian ini syarat-syarat yang kita ajukan itu sudah terpenuhi sehingga diputus cerai," ujarnya pada Rabu (12/11).

Kesepakatan Hak Asuh Anak: Tetap Bersama Meski Berpisah

Selain memutuskan perceraian, majelis hakim juga mengabulkan kesepakatan kedua belah pihak terkait pengasuhan anak-anak mereka. Ini menunjukkan adanya upaya dari Tasya dan Ahmad untuk tetap menjaga keharmonisan demi tumbuh kembang buah hati mereka, meskipun hubungan suami istri telah kandas.

Hak asuh anak disepakati untuk diasuh secara bersama-sama. Hal ini diungkapkan oleh Sangun Ragahdo, yang menjelaskan bahwa nantinya orang tua bisa membagi waktu pengasuhan sesuai kesepakatan. "Nanti akan ketemu bisa dua kali seminggu, boleh, tapi tidak menginap. Itu sudah disepakati bersama," tambah rekan Sangun, M. Fattah Riphat.

Kesepakatan ini memastikan bahwa baik Tasya maupun Ahmad tetap memiliki peran aktif dalam kehidupan anak-anak mereka. "Jadi bapaknya tetap bisa main, tetap bisa ngurus, sama-sama sih sebenarnya," jelas Fattah, menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk tetap menjadi orang tua yang baik.

Kronologi Gugatan: Dari E-Court Hingga Isu Pengkhianatan

Gugatan cerai Tasya Farasya terhadap Ahmad Assegaf pertama kali diajukan secara e-court pada 12 September 2025 (kemungkinan typo, seharusnya 2024). Humas PA Jakarta Selatan, Dede Rika Nurhasanah, mengonfirmasi gugatan tersebut pada Senin (15/9) lalu, sontak membuat publik heboh.

Menariknya, gugatan tersebut diajukan setelah keduanya dikabarkan berpisah secara agama pada 10 September 2025 (kemungkinan typo, seharusnya 2024). Dalam gugatan cerai itu, terdapat pula permintaan gugatan nafkah oleh Tasya kepada Ahmad sebesar Rp100 perak, sebuah nominal yang sangat simbolis dan memicu banyak pertanyaan.

Bukan Sekadar Angka: Puncak Kekecewaan Tasya Farasya

Pada 24 September 2025 (kemungkinan typo, seharusnya 2024), Ragahdo membeberkan alasan di balik gugatan cerai kliennya. Ia menegaskan bahwa gugatan tersebut bukan semata-mata karena nominal uang, melainkan karena perselisihan terus-menerus yang tidak memungkinkan adanya rujuk. Inti dari permasalahan ini adalah hilangnya kepercayaan.

"Fokus dalam gugatan kami adalah masalah kepercayaan. Kepercayaan yang telah diberikan sedemikian rupa, namun dikhianati," ungkap Ragahdo dengan tegas. Pernyataan ini sontak membuat publik bertanya-tanya, pengkhianatan seperti apa yang dimaksud?

Ragahdo kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa kliennya merasa ada data-data yang menunjukkan dugaan penggelapan dalam perusahaan. Nominalnya pun disebut-sebut cukup fantastis, mengindikasikan adanya masalah finansial yang serius di balik keretakan rumah tangga mereka.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa nominal bukanlah inti dari permasalahan. Lebih dari sekadar angka, kekecewaan Tasya menjadi puncak alasan ingin bercerai. "Mau nilainya miliaran, puluhan miliar, belasan juta atau bahkan satu juta rupiah, ini tetap tentang rasa kekecewaan yang telah dirasakan oleh Bu Tasya atas kepercayaan yang dikhianati," pungkas Ragahdo. Ini menyoroti bahwa bagi Tasya, integritas dan kepercayaan jauh lebih berharga daripada materi.

Kilas Balik Pernikahan Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf

Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf menikah pada Februari 2018 dalam sebuah pesta pernikahan mewah yang sempat menjadi perbincangan hangat. Pernikahan yang berjalan selama tujuh tahun ini dikaruniai dua orang anak yang menggemaskan, melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Selama ini, pasangan tersebut dikenal jarang diterpa gosip miring. Kehidupan rumah tangga mereka terlihat harmonis di media sosial, membuat kabar perceraian ini semakin mengejutkan banyak pihak. Publik pun tak menyangka bahwa pernikahan yang tampak sempurna itu kini harus berakhir.

Hubungan rumah tangga mereka mulai berada di ujung tanduk sejak gugatan cerai dari Tasya dikonfirmasi pengadilan. Perkara ini juga telah ramai disorot netizen setelah salah satu akun membocorkan isu perceraian Tasya dan Ahmad di platform X/Twitter. Respons publik menunjukkan betapa besar perhatian yang diberikan kepada pasangan ini.

Kini, dengan putusan cerai yang telah diketok palu, Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf akan memulai babak baru dalam kehidupan masing-masing. Meskipun perpisahan selalu menyisakan duka, harapan terbaik tentu saja untuk kebahagiaan mereka berdua, terutama demi tumbuh kembang anak-anak yang tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya.

banner 325x300