Jakarta, CNN Indonesia — Malam pengumuman nominasi Grammy Awards selalu dinanti para pecinta musik dunia. Namun, untuk edisi 2026, euforia terasa berbeda, terutama bagi para penggemar K-Pop. Pasalnya, Recording Academy baru saja mengumumkan daftar nominasi yang secara mengejutkan mencetak sejarah baru bagi industri musik Korea Selatan.
Pada Jumat (7/11) tengah malam waktu Indonesia, Recording Academy secara resmi merilis daftar lengkap nominasi Grammy Awards 2026. Di antara nama-nama besar musisi global, dua entri dari ranah K-Pop berhasil mencuri perhatian dan mengukir tinta emas dalam sejarah ajang penghargaan paling prestisius ini.
Sejarah Baru K-Pop di Grammy: Bukan Sekadar Nominasi Biasa
Jika sebelumnya K-Pop pernah merasakan panggung Grammy melalui nominasi BTS dengan lagu "My Universe" pada tahun 2023, kali ini pencapaiannya jauh lebih monumental. Dua lagu K-Pop berhasil menembus kategori utama yang paling bergengsi: Record of the Year dan Song of the Year. Ini adalah sebuah terobosan yang menandai penerimaan K-Pop di kancah musik global secara lebih luas dan mendalam.
Prestasi ini bukan hanya sekadar nominasi, melainkan pengakuan terhadap kualitas produksi musik (Record of the Year) dan kehebatan penulisan lagu (Song of the Year) dari karya-karya K-Pop. Sebuah lompatan besar yang menunjukkan bahwa K-Pop bukan lagi fenomena sesaat, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan di industri musik dunia.
Rosé BLACKPINK & ‘APT.’: Dari Solo Karier Hingga Puncak Grammy
Salah satu nama yang bikin heboh adalah Rosé BLACKPINK. Untuk pertama kalinya, ia berhasil mendulang nominasi di kategori Song of the Year dan Record of the Year berkat lagu kolaborasinya yang memukau, "APT.", bersama musisi legendaris Bruno Mars. Total, lagu ini berhasil mengantongi tiga nominasi yang fantastis.
"APT." sendiri merupakan lagu dari album penuh pertama Rosé, "rosie", yang dirilis dengan sambutan luar biasa. Lagu ini dengan cepat mendominasi tangga lagu musik utama baik di Korea Selatan maupun di kancah internasional, membuktikan daya tarik Rosé sebagai solois global. Kolaborasi dengan Bruno Mars juga menjadi kunci sukses yang melambungkan popularitas lagu ini ke level yang tak terduga.
Sebelumnya, pada September 2025, Rosé sudah menunjukkan taringnya dengan memenangkan kategori Song of the Year di MTV Video Music Awards di Amerika Serikat untuk lagu "APT.". Kemenangan tersebut seolah menjadi pertanda awal bahwa lagu ini memiliki potensi besar untuk bersinar di panggung Grammy. Nominasi ini menjadi bukti nyata bahwa perjalanan solo Rosé tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga diakui secara kritis oleh para ahli musik dunia.
‘Demon Hunters’ & ‘Golden’: Kejutan dari Grup Fiksi yang Mendunia
Tak kalah mengejutkan, film animasi K-Pop berjudul "Demon Hunters" berhasil mendulang empat nominasi Grammy, termasuk Song of the Year. Tiga nominasi di antaranya datang dari lagu berjudul "Golden" yang dibawakan oleh grup fiksi HUNTR/X. Ini adalah sebuah fenomena unik, di mana sebuah grup fiksi dari film animasi mampu menembus kategori paling bergengsi di Grammy.
Lagu "Golden" dibawakan oleh tiga artis Korea-Amerika berbakat: Ejae, Audrey Nuna, dan Rei Ami, yang berperan sebagai anggota grup fiksi HUNTR/X dalam film "Demon Hunters". Keberhasilan lagu ini menembus nominasi Grammy adalah bukti kualitas musik yang luar biasa, terlepas dari status grupnya yang fiksi. Ini menunjukkan bahwa esensi musik yang bagus akan selalu menemukan jalannya untuk diakui.
"Golden" sendiri telah mencapai tonggak sejarah bagi K-Pop dengan memuncaki Billboard Hot 100 AS dan British Official Singles Chart Top 100. Pencapaian ini membuktikan bahwa lagu tersebut memiliki daya tarik universal yang mampu melampaui batasan bahasa dan budaya. Nominasi Grammy ini semakin memperkuat posisi "Golden" sebagai salah satu lagu K-Pop paling berpengaruh tahun ini.
Pertarungan Sengit di Kategori Utama: Siapa yang Akan Berjaya?
Dalam kategori Song of the Year, "Golden" dan "APT." akan bersaing ketat dengan sederet lagu hits dari musisi-musisi papan atas dunia. Mereka harus menghadapi "Abracadabra" dari Lady Gaga yang selalu inovatif, "Anxiety" dari Doechii yang penuh energi, "DtMF" dari Bad Bunny yang mendominasi tangga lagu Latin, serta "Luther" dari Kendrick Lamar dan SZA yang dikenal dengan lirik mendalam dan produksi ciamik.
Tak hanya itu, ada juga "Manchild" dari Sabrina Carpenter yang sedang naik daun, serta "Wildflower" dari Billie Eilish yang selalu berhasil memukau dengan gaya khasnya. Persaingan ini jelas tidak main-main, mengingat semua nomine adalah nama-nama besar dengan karya-karya yang telah terbukti kualitasnya. Namun, keberadaan dua lagu K-Pop di tengah nama-nama raksasa ini sudah menjadi kemenangan tersendiri.
Kategori Record of the Year berfokus pada keseluruhan produksi lagu, termasuk penampilan vokal, mixing, dan mastering. Sementara itu, Song of the Year menghargai penulisan lagu, melodi, dan lirik. Keberhasilan "APT." dan "Golden" menembus kedua kategori ini menegaskan bahwa K-Pop telah mencapai standar global baik dari segi produksi maupun penulisan lagu.
Makna Nominasi Ini Bagi K-Pop Global: Mengukir Masa Depan
Nominasi Grammy 2026 ini bukan hanya tentang Rosé atau "Demon Hunters", melainkan tentang seluruh industri K-Pop. Ini adalah pengakuan paling jelas bahwa K-Pop telah sepenuhnya meruntuhkan batasan bahasa dan budaya, menjadi bagian integral dari lanskap musik global. Ini akan membuka lebih banyak pintu bagi artis K-Pop lainnya untuk mendapatkan pengakuan di panggung internasional.
Pencapaian ini juga akan semakin memotivasi para produser, penulis lagu, dan artis K-Pop untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi. Para penggemar K-Pop di seluruh dunia tentu merasa bangga dan bersemangat, melihat idola mereka bersaing di level tertinggi industri musik. Ini adalah momen kebanggaan kolektif yang tak ternilai harganya.
Dampak jangka panjang dari nominasi ini bisa sangat besar. Kita mungkin akan melihat lebih banyak kolaborasi antara artis K-Pop dan musisi Barat, peningkatan investasi dalam produksi musik K-Pop, dan tentu saja, semakin banyak penggemar baru yang tertarik dengan genre ini. K-Pop telah membuktikan bahwa ia adalah kekuatan global yang tak bisa diabaikan.
Menuju Malam Puncak Grammy 2026: Antusiasme yang Membara
Para pemenang Grammy Awards 2026 akan diumumkan pada 1 Februari mendatang, dalam sebuah acara megah yang akan diselenggarakan di Crypto.com Arena, Los Angeles. Seluruh mata akan tertuju pada malam puncak tersebut, menanti apakah sejarah baru akan kembali terukir dengan kemenangan K-Pop di kategori utama.
Apapun hasilnya, Rosé BLACKPINK, HUNTR/X, dan seluruh tim di balik "Demon Hunters" telah mengukir sejarah yang tak terlupakan. Mereka telah membuktikan bahwa K-Pop memiliki tempat yang sah di antara para elit musik dunia. Mari kita nantikan bersama, apakah trofi emas Grammy akan terbang ke Korea Selatan!


















