Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terkuak! Misteri 2 Kerangka di Gedung Terbakar Kwitang, Mengapa Baru Ditemukan Setelah 2 Bulan?

terkuak misteri 2 kerangka di gedung terbakar kwitang mengapa baru ditemukan setelah 2 bulan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, baru terungkap hampir dua bulan setelah insiden kebakaran dahsyat. Penemuan ini memicu banyak pertanyaan, terutama mengenai mengapa jasad tersebut tidak terdeteksi lebih awal. Pihak kepolisian dan tim forensik RS Polri akhirnya memberikan penjelasan rinci mengenai keterlambatan penemuan yang mengejutkan ini.

Misteri Penemuan yang Membingungkan

banner 325x300

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa penemuan kerangka yang terlambat ini bukan karena kelalaian. Sejak kebakaran terjadi hingga waktu penemuan, tidak ada aktivitas pembersihan atau pembongkaran di area yang tertimbun puing. Kondisi lokasi yang sulit diakses dan tertutup material sisa kebakaran menjadi alasan utama.

"Kenapa baru ditemukan lama? Karena sejak kebakaran sampai waktu penemuan, tidak ada kegiatan pembersihan atau pembongkaran di area yang tertimbun puing," terang Roby dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati. Ia menegaskan bahwa kondisi gedung pasca-kebakaran sangat tidak memungkinkan untuk segera dilakukan pembersihan menyeluruh.

Kronologi Kebakaran dan Olah TKP Pertama

Kebakaran hebat yang melanda Gedung ACC Kwitang terjadi pada 29 Agustus 2025. Dua hari berselang, tepatnya 2 September, pemilik gedung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tim dari Polres Metro Jakarta Pusat segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama.

Saat olah TKP awal, tim memeriksa seluruh area gedung yang hancur. Namun, tidak ada tanda-tanda atau indikasi keberadaan korban kebakaran yang ditemukan. "Pada tanggal 2 September, kami sudah melakukan olah TKP pertama. Kami memeriksa seluruh area gedung, tetapi tidak menemukan tanda-tanda adanya korban kebakaran," ujar Roby.

Sulitnya Deteksi di Tengah Reruntuhan

Menurut Roby, kondisi bangunan saat olah TKP pertama sudah sangat parah. Hampir seluruh bagian gedung hangus terbakar dan hanya menyisakan puing-puing. Area reruntuhan dipenuhi rangka besi, kayu, plafon yang jatuh, serta material bekas AC.

Visual di lokasi saat itu tidak menunjukkan adanya keberadaan manusia. "Di lokasi itu hanya terlihat puing-puing sisa kebakaran, seperti rangka besi, kayu, plafon yang jatuh dan material bekas AC. Tidak ada yang menunjukkan bahwa ada korban di sana," jelas Roby.

Mengapa Bau Sulit Dideteksi?

Salah satu faktor krusial yang menyulitkan petugas adalah karakteristik bau di lokasi kebakaran. Aroma daging yang terbakar secara menyeluruh ternyata memiliki kemiripan dengan bau kayu atau material lain yang hangus. Hal ini membuat petugas kesulitan membedakan bau sisa tubuh manusia dari puing-puing.

"Kalau kebakaran yang menyeluruh, daging yang terbakar itu aromanya sama seperti kayu terbakar. Jadi, sulit dibedakan," ucap Roby. Kondisi ini secara ilmiah dijelaskan lebih lanjut oleh tim forensik.

Pemeriksaan Lanjutan dan Patroli Keamanan

Pemeriksaan lanjutan sempat dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri pada 19 September. Namun, hingga saat itu pun, tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan. Petugas keamanan dari pihak gedung juga rutin berpatroli hampir setiap hari untuk mengecek kondisi bangunan.

Namun, tumpukan puing yang sangat tebal dan posisi kerangka yang tidak terlihat dari permukaan membuat keberadaan jasad tidak disadari. "Tapi karena puingnya menumpuk dan posisinya tidak terlihat, tidak ada yang menyadari ada sesuatu di bawah reruntuhan itu," kata Roby.

Penemuan Mengejutkan Saat Persiapan Renovasi

Titik terang baru muncul pada 30 Oktober 2024, atau hampir dua bulan setelah kebakaran. Para pekerja yang sedang mempersiapkan renovasi gedung mulai membongkar material sisa kebakaran. Di antara tumpukan puing, mereka menemukan dua kerangka manusia.

Penemuan ini segera dilaporkan ke kepolisian, yang kemudian menjadi dasar penyelidikan lanjutan. "Baru setelah mulai dibongkar untuk renovasi, kerangka itu terlihat," ucap Roby, menjelaskan momen krusial penemuan tersebut.

Kondisi Gedung yang Sangat Berbahaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, turut menegaskan bahwa kondisi gedung pasca-kebakaran memang sangat berbahaya. Hampir seluruh bagian struktur bangunan sudah rapuh dan tidak layak digunakan. Kekhawatiran akan terjadinya reruntuhan membuat pemilik gedung enggan melakukan aktivitas pembersihan lebih awal.

"Bangunan itu sudah tidak layak digunakan. Saat tim kami masuk, juga harus sangat berhati-hati karena khawatir terjadi reruntuhan. Dan benar saja, dua kerangka manusia yang ditemukan itu tertimbun puing cukup dalam," jelas Budi. Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa proses penemuan memakan waktu lama.

Peran Forensik dalam Menguak Kebenaran

Proses identifikasi kedua korban ditangani oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk memastikan identitas dan waktu kematian korban. Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan kondisi jenazah yang ditemukan sepenuhnya sudah berupa kerangka.

Hanya sebagian kecil sisa jaringan tubuh yang terbakar masih tersisa. "Secara tanatologi atau ilmu yang mempelajari waktu kematian, kami melihat jenazah sudah dalam kondisi kerangka dengan sisa jaringan yang hangus," jelas Hastry.

Perubahan Aroma Tubuh Pasca-Kebakaran

Hastry juga menguatkan penjelasan mengenai sulitnya deteksi bau. Dalam kondisi lingkungan yang terbakar, aroma yang muncul di bulan pertama memang menyerupai bau kayu atau material lain yang hangus. Ini menyamarkan keberadaan sisa tubuh manusia.

Namun, setelah memasuki bulan kedua hingga ketiga, barulah muncul aroma khas pembusukan yang menandakan keberadaan sisa tubuh manusia. "Jadi secara ilmiah, penemuan kerangka ini sesuai dengan proses alami perubahan tubuh pasca kebakaran. Mungkin saat dibersihkan dan dibongkar, muncul bau yang berbeda, lalu diketahui ternyata itu berasal dari tubuh manusia," kata Hastry.

Identitas Korban Terungkap

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi dua kerangka manusia tersebut. Mereka adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan. Keduanya dilaporkan hilang saat peristiwa kerusuhan yang terjadi bersamaan dengan kebakaran pada akhir Agustus 2025. Penemuan ini akhirnya mengakhiri pencarian dan memberikan jawaban atas misteri hilangnya kedua individu tersebut.

banner 325x300