Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Terungkap! Advokat Militer Israel Ditangkap Usai Bocorkan Video Kekejaman Tahanan Palestina

terungkap advokat militer israel ditangkap usai bocorkan video kekejaman tahanan palestina portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia dikejutkan dengan kabar penangkapan Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, seorang advokat sekaligus penasihat hukum militer Israel. Ia ditahan setelah secara terang-terangan mengakui perbuatannya membocorkan video penyiksaan terhadap tahanan Palestina, termasuk kasus pemerkosaan, yang terjadi di dalam penjara. Penangkapan ini sontak memicu gelombang pertanyaan serius mengenai supremasi hukum dan akuntabilitas di Israel.

Siapa Yifat Tomer-Yerushalmi dan Mengapa Ia Ditangkap?

banner 325x300

Yifat Tomer-Yerushalmi, seorang perempuan berusia 51 tahun, adalah sosok penting dalam struktur hukum militer Israel. Ia ditangkap dengan tuduhan serius, meliputi penipuan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan jabatan, menghalangi proses hukum, serta membocorkan informasi resmi oleh pejabat publik. Tuduhan ini muncul setelah ia mengajukan surat pengunduran dirinya pekan lalu.

Dalam surat pengunduran dirinya, Tomer-Yerushalmi menjelaskan motif di balik tindakannya. Ia mengizinkan publikasi video tersebut demi meredam serangan dan tudingan terhadap tim penyidik dan jaksa militer yang sedang menangani kasus penyiksaan tersebut. Langkahnya ini, yang ia anggap sebagai upaya membela keadilan, justru membuatnya terjerat masalah hukum.

Video Kontroversial yang Mengguncang Israel

Video yang dibocorkan Tomer-Yerushalmi bukanlah rekaman biasa. Isinya adalah bukti penyiksaan keji terhadap tahanan Palestina, termasuk insiden pemerkosaan yang mengguncang nurani. Publikasi video ini bertujuan untuk melawan propaganda palsu yang menyerang lembaga penegak hukum militer.

Kasus penyiksaan tahanan Palestina ini sendiri telah menyeret 11 tentara Israel ke dalam penahanan. Namun, alih-alih mendapat dukungan, Tomer-Yerushalmi dan para penyidik militer justru menjadi sasaran serangan politikus serta simpatisan sayap kanan yang melabeli mereka sebagai "pengkhianat." Mereka bahkan mendesak agar proses hukum terhadap 11 tentara ini dibatalkan.

Kasus Sde Teiman: Titik Balik Kekejaman yang Terungkap

Akar dari skandal ini bermula pada Juli 2024, ketika jaksa penuntut melakukan penggerebekan di pusat penahanan militer Sde Teiman. Lokasi ini memang sudah terkenal karena praktik penyiksaan yang kerap terjadi di dalamnya. Penggerebekan tersebut berujung pada penahanan 11 tentara untuk diinterogasi lebih lanjut.

Belasan tentara ini diduga kuat terlibat dalam penyerangan brutal terhadap seorang warga Palestina di Gaza, yang mencakup tindakan pemerkosaan secara anal. Korban dilaporkan mengalami luka serius, seperti tulang rusuk patah, paru-paru bocor, serta kerusakan rektum, hingga harus dirawat di rumah sakit. Melihat kekejaman ini, Tomer-Yerushalmi kemudian memerintahkan penyelidikan atas kasus tersebut.

Badai Reaksi Politik dan Tekanan Publik

Keputusan Tomer-Yerushalmi untuk menindaklanjuti kasus ini justru memicu kemarahan pemerintah serta politikus dan komentator sayap kanan. Mereka menuduhnya merusak reputasi Israel di mata dunia internasional karena berani mengungkap dan merilis video tersebut. Mereka bahkan menuduhnya menggunakan proses hukum sebagai upaya untuk melemahkan negara.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri turut angkat bicara pada Minggu (2/11). Ia menyatakan bahwa insiden di Sde Teiman telah menimbulkan kerusakan besar terhadap citra Negara Israel dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). "Ini mungkin serangan paling parah terhadap reputasi publik Israel sejak negara ini berdiri," tegas Netanyahu, menunjukkan betapa seriusnya dampak kasus ini bagi pemerintah.

Pahlawan atau Pengkhianat? Dilema Yifat Tomer-Yerushalmi

Setelah penahanan 11 tentara Israel, massa sayap kanan tak tinggal diam. Mereka berkumpul di luar Sde Teiman, menuntut agar penyelidikan dihentikan. Beberapa pengunjuk rasa, termasuk seorang menteri dan dua anggota Knesset, bahkan nekat memaksa masuk ke dalam pangkalan militer tersebut. Tekanan publik dan politik ini semakin memuncak.

Pada Agustus 2024, di tengah gelombang protes tersebut, Tomer-Yerushalmi membocorkan video penyiksaan itu. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyebut tindakan ini sebagai "upaya untuk membantah propaganda palsu terhadap lembaga penegakan hukum militer." Beberapa hari kemudian, lima tentara didakwa dengan tuduhan penyiksaan berat dan menyebabkan luka serius. Namun, nama-nama mereka tidak dipublikasikan, dan mereka kini tidak ditahan maupun dikenai pembatasan hukum apa pun, sebuah fakta yang ironis.

Ironi Penegakan Hukum Israel dan Kurangnya Akuntabilitas

Meskipun Tomer-Yerushalmi berani mengungkap kebenaran, ia kemudian menolak untuk membuka atau melanjutkan penyelidikan terhadap kasus-kasus kejahatan perang lainnya yang diduga dilakukan banyak personel militer Israel. Menurut media Israel, Haaretz, alasannya adalah tekanan publik yang begitu keras dan tak tertahankan. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh politik dalam sistem peradilan militer.

Hingga kini, hanya ada satu vonis terhadap tentara Israel yang menyerang tahanan Palestina selama perang, meskipun bukti penyiksaan dan kekerasan sistemik di penjara-penjara Israel telah banyak didokumentasikan. Puluhan warga Palestina bahkan meninggal dalam tahanan, namun akuntabilitas hukum masih sangat minim. Lebih lanjut, tidak ada satu pun tentara yang dakwaannya berkaitan dengan pembunuhan warga sipil di Gaza, bahkan setelah sejumlah serangan besar yang memicu kecaman internasional, termasuk pembunuhan paramedis dan serangan terhadap tim organisasi kemanusiaan World Central Kitchen.

Ancaman dan Tekanan yang Mencekam Yifat Tomer-Yerushalmi

Serangan terhadap Tomer-Yerushalmi terkait kasus Sde Teiman semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah muncul laporan bahwa ia adalah pihak yang membocorkan video tersebut. Ia menghadapi tuntutan resmi untuk mundur dan ancaman pribadi di media sosial, bahkan setelah mengumumkan pengunduran dirinya. Hidupnya menjadi target.

Pasangan Tomer-Yerushalmi bahkan sempat melapor ke polisi bahwa ia hilang, dan mobilnya ditemukan kosong di pantai wilayah Tel Aviv dengan selembar catatan di dalamnya. Tak lama kemudian, ia ditemukan, namun serangan terhadapnya kembali dimulai hanya beberapa menit setelahnya. Komentator sayap kanan Yinon Magal bahkan menulis di platform X: "Kita bisa lanjut dengan hukuman massa ini," disertai emoji mengedip, menunjukkan dukungan terhadap intimidasi. Massa juga berkumpul di depan rumahnya, meneriakkan slogan seperti "Kami tidak akan membiarkanmu hidup tenang," dan Menteri Pertahanan Israel Katz ikut-ikutan menuduhnya "menyebarkan fitnah berdarah."

Implikasi Besar bagi Israel dan Masa Depan Akuntabilitas

Penangkapan dan penahanan Tomer-Yerushalmi menimbulkan pertanyaan serius tentang supremasi hukum di Israel, serta akuntabilitas atas penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga Palestina. Terlebih, agresi yang terjadi oleh komisi PBB disebut sebagai genosida, menambah bobot moral dan hukum pada setiap insiden kekerasan.

Tomer-Yerushalmi sendiri memang menjadi satu dari sedikit pejabat militer Israel yang mendorong penyelidikan independen terhadap dugaan kejahatan perang militer Israel. Ia beralasan, peradilan independen bisa menghalangi pengadilan internasional yang mencoba turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran Israel terhadap warga Palestina. Jika suatu negara memiliki sistem hukum nasional yang kuat, independen, dan bersedia menindak pelanggaran, maka pengadilan internasional cenderung tidak akan mengambil yurisdiksi.

"Apakah mereka tidak mengerti bahwa kami tidak punya pilihan lain? Satu-satunya cara untuk menghadapi gelombang proses hukum internasional adalah dengan membuktikan bahwa kami mampu menyelidiki diri kami sendiri," ujar Tomer-Yerushalmi kepada koleganya enam minggu lalu, seperti dikutip jurnalis investigasi Ronen Bergman dalam Yedioth Ahronoth. Kasusnya kini menjadi simbol perjuangan antara keadilan internal dan tekanan politik yang kuat, dengan nasib akuntabilitas Israel di mata dunia menjadi taruhannya.

banner 325x300