Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Inter Miami Tersandung Lagi! Mascherano Geleng-Geleng Kepala Lihat VAR ‘Mati Suri’: Ada Apa Sebenarnya?

inter miami tersandung lagi mascherano geleng geleng kepala lihat var mati suri ada apa sebenarnya scaled portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Inter Miami kembali menelan pil pahit di ajang MLS Cup. Bertandang ke markas Nashville dalam leg kedua, tim yang diperkuat Lionel Messi itu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini tak hanya menunda langkah Inter Miami ke babak semifinal, tetapi juga menyisakan drama dan kemarahan sang pelatih, Javier Mascherano, yang secara terang-terangan mengkritik kinerja Video Assistant Referee (VAR).

Drama di Geodis Park: Kekalahan Pahit Inter Miami

banner 325x300

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Geodis Park pada Minggu (2/11) waktu setempat itu berjalan sengit sejak peluit awal dibunyikan. Inter Miami, yang datang dengan ambisi besar untuk segera mengamankan tiket semifinal, justru harus menghadapi perlawanan sengit dari Nashville yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Atmosfer pertandingan terasa begitu panas, mencerminkan tingginya tensi dan taruhan yang ada.

Nashville berhasil unggul lebih dulu lewat gol penalti Sam Surridge, yang kemudian disusul oleh gol Josh Bauer. Inter Miami baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir pertandingan melalui gol sang mega bintang, Lionel Messi, pada menit ke-90. Sayangnya, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Inter Miami dari kekalahan di leg kedua ini.

Mascherano "Meledak": Sorotan Tajam untuk VAR

Kekalahan ini jelas membuat Javier Mascherano frustrasi berat. Mantan gelandang timnas Argentina itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, terutama terhadap keputusan wasit dan penggunaan VAR yang dinilainya tidak maksimal. Mascherano merasa ada momen-momen krusial yang seharusnya ditinjau ulang oleh VAR, namun justru diabaikan begitu saja.

Salah satu insiden paling mencolok adalah ketika Nashville mendapatkan hadiah penalti. Momen tersebut terjadi saat Sam Surridge dijegal oleh kiper Inter Miami, Rocco Rios Novo, di dalam kotak terlarang. Bagi Mascherano, insiden ini seharusnya menjadi prioritas untuk ditinjau ulang oleh VAR, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir.

Mengapa VAR Tidak Digunakan? Sebuah Pertanyaan Besar

"Mengenai wasit, saya lebih suka tidak berkomentar karena saya tahu cara kerjanya, dan saya tidak ingin mereka punya alasan untuk datang dan mengatakan sesuatu kepada saya," ujar Mascherano dengan nada menahan diri, seperti dikutip dari AS. Namun, ia tak bisa menutupi keterkejutannya. "Saya terkejut, sungguh terkejut, mereka tidak menggunakan VAR untuk meninjau permainan. VAR adalah alat, dan saya tidak mengerti mengapa mereka tidak menggunakannya."

Komentar Mascherano ini bukan tanpa alasan. Di matanya, wasit utama maupun wasit VAR tidak akan rugi soal waktu apabila berani menggunakan teknologi tersebut dalam sejumlah insiden. Ia menyoroti bahwa VAR adalah alat yang dirancang untuk membantu memastikan keadilan dalam pertandingan, namun pada laga krusial ini, alat tersebut seolah "mati suri" dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Perbandingan Waktu Tambahan yang Janggal

Mascherano juga menyoroti perbedaan waktu tambahan yang diberikan dalam pertandingan ini dibandingkan dengan laga lain. "Tidak ada ruginya, terutama karena hanya beberapa menit dari waktu penuh yang dimainkan, jadi menambahkan beberapa menit dengan VAR tidak akan banyak berubah, mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan," jelasnya. Ia menambahkan, "Mereka hanya menambahkan 6 menit waktu tambahan, sementara di Miami mereka menambahkan 11 menit dengan waktu yang jauh lebih singkat."

Perbandingan ini semakin memperkuat argumen Mascherano tentang inkonsistensi dalam penerapan aturan. Baginya, Inter Miami memiliki beberapa momen yang bisa memberikan keuntungan jika VAR digunakan. Namun, ia memilih untuk tidak terlalu banyak protes dan berusaha menahan amarahnya demi fokus pada pertandingan selanjutnya.

Perjalanan Inter Miami di MLS: Antara Harapan dan Tantangan

Musim ini menjadi periode yang penuh tantangan bagi Inter Miami. Kedatangan Lionel Messi dan beberapa bintang Eropa lainnya memang membawa ekspektasi tinggi, namun perjalanan mereka di MLS tidak selalu mulus. Tim ini masih berjuang untuk menemukan konsistensi terbaiknya, menghadapi lawan-lawan yang tak bisa diremehkan di setiap pertandingan.

Kekalahan dari Nashville ini menjadi pengingat bahwa di sepak bola, nama besar saja tidak cukup. Dibutuhkan kerja keras, strategi matang, dan juga sedikit keberuntungan. Tekanan untuk lolos ke babak selanjutnya kini semakin besar, terutama dengan adanya leg ketiga yang akan menjadi penentu.

Kontroversi VAR: Bukan Kali Pertama di Sepak Bola Modern

Insiden VAR di laga Nashville vs Inter Miami ini menambah panjang daftar kontroversi yang menyelimuti teknologi tersebut di dunia sepak bola. Sejak diperkenalkan, VAR memang bertujuan untuk mengurangi kesalahan fatal wasit, namun implementasinya seringkali menimbulkan perdebatan sengit. Konsistensi dalam penggunaan, interpretasi wasit, hingga waktu yang dibutuhkan untuk meninjau, kerap menjadi sorotan.

Bagi banyak pihak, VAR seharusnya menjadi solusi, bukan justru menambah masalah. Ketika sebuah alat yang dirancang untuk keadilan justru dipertanyakan penggunaannya di momen krusial, maka integritas pertandingan pun bisa terancam. Ini menjadi PR besar bagi otoritas sepak bola, termasuk MLS, untuk memastikan VAR berfungsi secara optimal dan adil bagi semua tim.

Menuju Leg Ketiga: Pertarungan Hidup Mati di Kandang Sendiri

Kekalahan di leg kedua ini membuat kelolosan Inter Miami ke babak semifinal conference tertunda. Baik Nashville maupun Inter Miami harus melakoni leg ketiga guna menentukan pemenang. Pertandingan penentu ini akan menjadi pertarungan hidup mati, di mana hanya satu tim yang berhak melaju.

Mascherano menyadari betul pentingnya laga penentu ini. "Tapi ya sudahlah, kita harus menahan amarah kita dan membiarkannya menumpuk sepanjang minggu agar kita bisa melampiaskannya Sabtu depan di kandang sendiri di hadapan para penggemar kita," ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat untuk menjadikan kekecewaan sebagai motivasi.

Masa Depan Inter Miami dan Peran VAR di MLS

Leg ketiga akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan strategi Inter Miami. Bermain di kandang sendiri, di hadapan para pendukung setia, tentu akan menjadi keuntungan. Namun, tekanan yang ada juga tidak kalah besar. Mereka harus mampu menunjukkan performa terbaik dan melupakan drama VAR yang terjadi sebelumnya.

Sementara itu, insiden VAR ini juga akan terus menjadi perbincangan. MLS, sebagai salah satu liga sepak bola yang terus berkembang, perlu mengevaluasi kembali bagaimana VAR diimplementasikan. Konsistensi dan transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan tim, pemain, dan juga para penggemar terhadap keadilan dalam setiap pertandingan. Pertarungan Inter Miami tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga melawan bayang-bayang kontroversi teknologi yang terus membayangi.

banner 325x300