Relawan pendukung setia Joko Widodo, PROJO, siap menggebrak panggung politik nasional dengan agenda besar: Kongres III yang akan dihelat pada 1-2 November 2025. Bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, acara lima tahunan ini dipastikan akan menjadi ajang konsolidasi akbar pasca-Pemilihan Presiden 2024, di mana PROJO secara militan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, bahkan telah mengonfirmasi kehadiran tiga tokoh sentral tersebut. Kehadiran Presiden Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina, serta Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran, tentu akan menjadi sorotan utama dan penanda penting bagi masa depan organisasi ini.
Konsolidasi Akbar Pasca Pilpres 2024
Kongres III ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum krusial bagi PROJO untuk melakukan konsolidasi besar-besaran. Sekretaris Jenderal PROJO, Handoko, menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis pasca-Pilpres 2024, di mana mereka sukses mengawal kemenangan Prabowo-Gibran.
Handoko juga menekankan bahwa dukungan kepada pasangan tersebut bukanlah keputusan instan atau mendadak. Melainkan buah dari proses panjang Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar di 30 kota di seluruh Indonesia, mencerminkan aspirasi akar rumput yang matang.
Jokowi, Prabowo, Gibran Kompak Hadir
Yang bikin Kongres ini makin ‘wah’ adalah kehadiran para tokoh sentral yang akan memeriahkan acara. Budi Arie Setiadi memastikan Presiden Joko Widodo, yang juga Ketua Dewan Pembina PROJO, akan hadir langsung dan membuka acara.
Tak hanya itu, Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka juga sudah terkonfirmasi akan meramaikan Kongres. Kehadiran tiga tokoh penting ini tentu menjadi sinyal kuat tentang arah dan posisi PROJO ke depan dalam konstelasi politik nasional.
Bukan Sekadar "Asal Bapak Senang": Arah Baru PROJO
Budi Arie menjelaskan bahwa Kongres III adalah forum tertinggi organisasi, mengusung tema "Selalu Setia di Garis Rakyat." Ini bukan cuma slogan, melainkan komitmen PROJO untuk tetap kritis dan konstruktif terhadap pemerintahan.
Sekjen Handoko secara gamblang menyatakan, PROJO tidak akan menjadi organisasi "asal Bapak Senang." Mereka bertekad melahirkan pengurus baru DPP PROJO serta rekomendasi dan resolusi konkret untuk pemerintahan Prabowo-Gibran, demi kemajuan bangsa.
Ribuan Peserta Siap Padati Jakarta
Antusiasme menyambut Kongres III ini luar biasa, lho! Ketua Panitia, Freddy Tambunan, mengungkapkan bahwa seluruh kepengurusan PROJO di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sangat bersemangat untuk hadir.
Total sekitar 3.000 peserta dari 35 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi dan 479 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Indonesia dipastikan akan membanjiri Jakarta. Ini menunjukkan betapa pentingnya forum lima tahunan ini bagi konsolidasi internal PROJO dan penentuan arah perjuangan mereka.
Isu Partai Politik dan Komitmen Dukungan Prabowo-Gibran
Lantas, bagaimana arah politik PROJO ke depan? Budi Arie dengan tegas menyatakan bahwa PROJO akan terus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. "Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, itu saja," ujarnya singkat namun padat, menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan.
Mengenai spekulasi PROJO akan bertransformasi menjadi partai politik, Budi Arie tidak menutup kemungkinan. Ia menyebut bahwa segala keputusan strategis akan ditentukan dalam Kongres, sebagai forum tertinggi organisasi yang memiliki wewenang penuh.
Budi Arie juga menegaskan komitmen PROJO untuk tidak meninggalkan pemerintahan yang mereka dukung sejak awal. Mereka merasa bertanggung jawab agar pemerintahan ini berhasil dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
Wanti-wanti Adu Domba: Jaga Persatuan Bangsa
Menjelang Kongres, Handoko juga mengingatkan publik untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar. Ia menyerukan agar masyarakat tidak mudah terjebak narasi adu domba, terutama yang mencoba membenturkan Presiden Prabowo dengan Presiden Jokowi.
"Narasi-narasi yang tidak positif, yang negatif, itu jangan lagi," tegas Handoko, menekankan pentingnya kritik yang konstruktif daripada menyebar hoaks atau fitnah yang bisa memecah belah.
Terkait rumor relawan PROJO yang disebut-sebut akan bergabung ke PSI, Budi Arie menanggapinya dengan santai. Ia menyatakan bahwa urusan partai politik masih jauh dan akan diputuskan dalam Kongres, sesuai dengan dinamika yang berkembang.
"Buat kami, partai apapun, partai manapun, itu selama mereka setia di garis rakyat, kita pasti dukung," pungkas Budi Arie, mengakhiri sesi jumpa pers dengan pesan persatuan dan komitmen PROJO untuk selalu berpihak pada kepentingan rakyat.


















