Kabar duka menyelimuti Thailand. Ratu Sirikit, sosok Ibu Bangsa yang sangat dihormati dan dicintai, telah berpulang. Kepergiannya pada usia 93 tahun membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Negeri Gajah Putih, yang kini tengah menjalani masa berkabung nasional.
Bagi para wisatawan yang berencana atau sedang berada di Thailand, situasi ini tentu membawa perubahan. Penting sekali untuk memahami dan menghormati etika serta tradisi setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang Ratu dan perasaan masyarakat.
Kabar Duka dari Istana Thailand
Setelah berbagai rumor beredar, Istana Kerajaan Thailand akhirnya mengonfirmasi wafatnya Ratu Sirikit. Beliau meninggal dunia pada Jumat, 24 Oktober 2025, pukul 21.21 waktu setempat.
Ratu Sirikit berpulang di usia 93 tahun setelah berjuang melawan infeksi darah. Sebelumnya, beliau sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok.
Pemerintah Thailand dengan sigap menetapkan masa berkabung nasional yang panjang. Istana kerajaan akan berkabung selama satu tahun penuh, sementara periode penghormatan publik berlangsung selama 30 hari.
Suasana Berkabung Menyelimuti Negeri Gajah Putih
Selama periode duka ini, jenazah mendiang istri Raja Bhumibol Adulyadej disemayamkan di Grand Palace atau Istana Agung. Ini dilakukan sebelum upacara kremasi kerajaan yang akan diselenggarakan kemudian.
Bendera-bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh penjuru negeri, menciptakan suasana haru dan duka yang mendalam. Kehilangan besar ini tak hanya dirasakan oleh rakyat, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Oleh karena itu, para wisatawan diharapkan dapat menyesuaikan diri dan menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi serta perasaan masyarakat setempat selama masa berkabung nasional ini. Ini adalah momen untuk menunjukkan empati dan pengertian.
Panduan Wajib untuk Wisatawan Selama Masa Berkabung
Agar perjalananmu tetap lancar dan kamu tidak salah langkah, berikut adalah beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Thailand di masa berkabung nasional. Ini akan membantumu berinteraksi dengan hormat dan bijak.
1. Berpakaian Sopan dan Berwarna Gelap
Ini adalah salah satu etika paling mendasar yang harus kamu patuhi. Selama masa berkabung, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan berwarna gelap.
Pilih warna seperti hitam, abu-abu, atau putih. Hindari pakaian berwarna cerah atau mencolok yang bisa dianggap tidak pantas dan kurang menghormati suasana duka yang sedang menyelimuti Thailand.
2. Jaga Sikap dan Hormati Adat Setempat
Selain penampilan, perilaku di tempat umum juga sangat penting. Berbicaralah dengan tenang, hindari tertawa terlalu keras, dan selalu bersikap hormat terhadap masyarakat setempat.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada monarki, jangan pernah memberikan komentar negatif atau kritik terhadap keluarga kerajaan. Thailand memiliki hukum lèse-majesté yang sangat ketat dan serius, dengan konsekuensi hukum yang berat bagi pelanggar. Ini bukan hanya tentang etika, tetapi juga tentang hukum yang berlaku di negara tersebut.
3. Perhatikan Penutupan Destinasi Wisata
Meskipun suasana duka menyelimuti, sebagian besar destinasi wisata sebenarnya tetap beroperasi seperti biasa. Taman nasional dan tempat wisata umum lainnya masih terbuka untuk pengunjung.
Namun, ada pengecualian penting: Grand Palace dan Wat Phra Si Rattana Satsadaram (Wat Phra Kaew) di Bangkok akan ditutup total bagi wisatawan. Penutupan ini berlaku mulai 26 Oktober hingga 8 November 2025, karena digunakan untuk keperluan upacara pemakaman kerajaan. Pastikan kamu mengecek jadwal sebelum berkunjung.
4. Hiburan dan Acara Budaya Akan Lebih Sederhana
Tempat-tempat hiburan di Thailand juga diminta untuk menghormati masa berkabung. Mereka diimbau untuk mengurangi volume musik dan menciptakan suasana yang lebih tenang, bukan meriah, selama 30 hari pertama.
Meskipun beberapa acara besar seperti festival cahaya Vijit Chao Phraya memang ditunda untuk menghormati suasana duka, ada kabar baik yang patut diketahui. Festival Loy Krathong yang sangat dinanti-nantikan wisatawan dipastikan tetap digelar pada 6 November 2025, meski mungkin dengan skala yang lebih sederhana dan khidmat.
Ini menunjukkan bahwa kehidupan budaya tetap berjalan, namun dengan nuansa yang lebih menghargai situasi. Kamu masih bisa menikmati keindahan tradisi Thailand, namun dengan pemahaman bahwa suasana mungkin tidak semeriah biasanya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan empati dan penghormatan.
Dengan memahami dan mengikuti panduan ini, kamu tidak hanya akan menunjukkan rasa hormat kepada mendiang Ratu Sirikit dan rakyat Thailand yang sedang berduka, tetapi juga memastikan perjalananmu tetap berkesan, lancar, dan tanpa hambatan. Mari berwisata dengan bijak dan penuh pengertian!


















