banner 728x250

Viral! Sultan HB X Antre Macet, Mobil Mewah Rp3 M Disalip Rombongan VIP, Netizen Kaget!

viral sultan hb x antre macet mobil mewah rp3 m disalip rombongan vip netizen kaget portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jagat maya dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan momen tak biasa di jalanan. Sri Sultan Hamengkubuwono X, Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY, terlihat santai antre di tengah kemacetan. Namun, yang bikin geger adalah saat mobil MPV mewahnya justru disalip oleh rombongan kendaraan lain yang lengkap dengan pengawalan, rotator, dan sirine khas ‘tot tot wuk wuk’. Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat, menyoroti kesederhanaan seorang pemimpin dan polemik hak istimewa di jalan raya.

Momen Langka yang Bikin Geger Jagat Maya

Video yang beredar luas di media sosial ini sontak memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengapresiasi kesederhanaan Sultan HB X yang memilih patuh pada aturan lalu lintas, sementara sebagian lain mempertanyakan etika rombongan yang menyalip. Kontras yang mencolok ini menjadi cerminan bagaimana masyarakat melihat prioritas di jalanan.

banner 325x300

Ketika seorang pemimpin tertinggi memilih untuk berbaur dengan rakyatnya dalam kemacetan, insiden penyalipan oleh rombongan berprivilese justru menuai kritik. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas mobil Lexus LM 350h berkelir hitam dengan pelat nomor AB 10 HBX yang ditumpangi Sultan. Mobil mewah itu tampak tanpa pengawalan, berbaris rapi di antara kendaraan lain yang juga terjebak macet, menunjukkan sikap yang patut dicontoh.

Mengintip Lexus LM 350h, MPV Mewah Pilihan Sultan

Bukan sembarang mobil, Lexus LM 350h adalah MPV premium asal Jepang yang dikenal akan kenyamanan dan kemewahannya. Meski sekilas mirip dengan saudaranya, Toyota Alphard atau Vellfire, LM 350h punya racikan fitur dan kenyamanan khas Lexus yang jauh lebih eksklusif. Model ini pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2020, langsung menjadi primadona bagi kalangan atas yang mendambakan gengsi dan kenyamanan maksimal.

Tersedia dalam versi 4-seater dan 7-seater, mobil ini menawarkan pengalaman berkendara layaknya first class di darat. Interiornya dirancang untuk memanjakan penumpang dengan material premium, kursi ergonomis, dan berbagai fitur hiburan canggih. Tak heran jika mobil ini menjadi pilihan para tokoh penting dan selebriti yang mengutamakan privasi dan kemewahan.

Untuk urusan dapur pacu, MPV seharga di atas Rp3 miliar ini dibekali mesin berkode 2GR-FKS enam silinder berkapasitas 3.456 cc. Mesin bertenaga ini mampu menyemburkan 297 hp pada 6.600 rpm dengan torsi puncak 361 Nm pada 4.700 rpm, dan kecepatan maksimal 180 km/jam. Performa yang mumpuni ini memastikan perjalanan tetap mulus dan bertenaga, meski dalam kondisi jalan yang padat.

Tak hanya itu, Lexus juga menyediakan pilihan mesin hybrid yang ditandai dengan embel-embel ‘h’ di namanya. Varian hybrid ini menunjukkan komitmen Lexus pada efisiensi bahan bakar dan teknologi ramah lingkungan, tanpa mengurangi performa dan kemewahan yang ditawarkan. Ini menjadikan LM 350h sebagai pilihan yang relevan di tengah isu keberlanjutan.

Kronologi Lengkap: Siapa Rombongan yang Menyalip?

Menurut kronologi yang beredar dari akun Thread @krisnaadipradana, kejadian bermula saat mobil Sultan HB X berhenti di lampu merah. Tak lama berselang, dari arah belakang muncul mobil polisi dengan sirene yang kemudian mengawal sejumlah kendaraan lain untuk menyalip barisan kendaraan yang sedang antre. Momen ini terekam jelas dan langsung menyebar di berbagai platform media sosial.

Ditya Nanaryo Aji, Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa momen itu terjadi saat Sultan HB X mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan ke Kelor, Karangmojo, Gunungkidul pada Rabu (8/10). Sultan memang menggunakan kendaraan pribadinya saat itu.

Meski demikian, identitas pasti rombongan yang menyalip kendaraan Sultan HB X tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak Humas Setda DIY belum bisa mengungkap siapa saja yang tergabung dalam rombongan berpengawal itu, menambah misteri di balik insiden viral ini. Hal ini memicu spekulasi di kalangan warganet tentang siapa sebenarnya yang memiliki hak istimewa tersebut.

Polemik Penggunaan Sirene dan Rotator di Jalan Raya

Insiden ini kembali memicu diskusi publik mengenai etika dan aturan penggunaan sirene serta rotator di jalan raya. Masyarakat seringkali merasa terganggu dengan penggunaan ‘tot tot wuk wuk’ yang terkadang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak, menciptakan kesan ‘VIP culture’ yang meresahkan. Fenomena ini seringkali menimbulkan rasa ketidakadilan di jalanan.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan yang berhak mendapatkan prioritas di jalan raya sudah diatur jelas. Termasuk di antaranya adalah kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan kepolisian, dan kendaraan pejabat negara tertentu yang sedang dalam tugas mendesak. Aturan ini dibuat untuk memastikan kelancaran tugas-tugas vital.

Namun, implementasi di lapangan seringkali menimbulkan polemik, terutama ketika rombongan pejabat atau tokoh penting terlihat menyalahgunakan hak istimewa ini. Korlantas Polri sendiri sebelumnya pernah memutuskan untuk membekukan sementara penggunaan sirene dan rotator dalam pengawalan, sebagai upaya menertibkan dan mengembalikan fungsi sebenarnya dari atribut tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan keadilan di jalan raya.

Momen viral ini menjadi pengingat penting tentang kesetaraan di jalan raya dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, bahkan bagi mereka yang memiliki kedudukan tinggi. Sikap sederhana dan teladan dari Sri Sultan HB X yang memilih antre patut diapresiasi dan menjadi cerminan bagi semua pihak, terutama para pejabat, untuk selalu mengedepankan kepentingan dan kenyamanan publik. Semoga insiden ini bisa menjadi momentum untuk meninjau kembali praktik pengawalan dan penggunaan hak istimewa di jalan raya, demi terciptanya lalu lintas yang lebih tertib dan berkeadilan.

banner 325x300