Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Awal Pahit Dewa United di AFC Challenge League: Unggul Pemain, Kok Gagal Menang?

awal pahit dewa united di afc challenge league unggul pemain kok gagal menang portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Debut Dewa United di kancah AFC Challenge League 2025/2026 ternyata tak semulus yang diharapkan. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (26/10), tim berjuluk Tangsel Warriors itu harus puas berbagi angka 1-1 dengan Phnom Penh Crown. Hasil ini terasa pahit, apalagi mengingat lawan bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-66.

Dominasi Tak Berbuah Gol di Babak Pertama

banner 325x300

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Dewa United langsung menunjukkan dominasinya. Mereka menguasai jalannya pertandingan, menekan pertahanan tim tamu dari Kamboja dengan berbagai variasi serangan. Para pemain Phnom Penh Crown terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan rapat.

Peluang pertama yang cukup menjanjikan datang di menit ke-10. Alta Ballah melepaskan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti, namun sayang, tendangannya masih sedikit melenceng di sisi gawang Phnom Penh. Tekanan terus dilancarkan, namun barisan belakang tim tamu tampil disiplin.

Di menit ke-34, insiden menarik terjadi di area penalti Phnom Penh. Stefano Lilipaly terjatuh setelah berduel dengan pemain lawan, memicu protes keras dari para pemain Dewa United yang menuntut hadiah penalti. Namun, wasit bergeming dan tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan tendangan 12 pas.

Tak lama berselang, giliran Egy Maulana Vikri yang mendapatkan kesempatan emas. Menerima umpan terukur dari Alexis Messidoro, Egy melepaskan tendangan yang sayangnya terlalu lemah. Bola dengan mudah diamankan oleh kiper Phnom Penh, membuat para suporter tuan rumah harus menahan napas kecewa. Hingga babak pertama usai, skor kacamata 0-0 tetap bertahan, meninggalkan rasa frustrasi bagi Dewa United yang tak mampu mengkonversi dominasi mereka menjadi gol.

Kartu Merah Datang, Dewa United Unggul Jumlah Pemain

Memasuki babak kedua, Dewa United tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus menggempur pertahanan Phnom Penh, mencari celah untuk memecah kebuntuan. Stefano Lilipaly kembali mencoba peruntungannya di menit ke-53 dengan sepakan keras, namun bola masih melebar dari sasaran.

Petaka bagi tim tamu akhirnya datang di menit ke-66. Pemain Phnom Penh, Devit Yem, diganjar kartu merah oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras. Keputusan ini membuat tim asal Kamboja itu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, memberikan keuntungan besar bagi Dewa United.

Unggul jumlah pemain, harapan untuk meraih kemenangan penuh pun membumbung tinggi di Indomilk Arena. Para pemain Dewa United semakin gencar menyerang, memanfaatkan setiap celah yang tercipta di pertahanan lawan yang kini pincang. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, dan gol seolah hanya tinggal menunggu waktu.

Egy Maulana Vikri Buka Harapan, Tapi…

Keunggulan jumlah pemain akhirnya bisa dimanfaatkan Dewa United empat menit setelah kartu merah. Dari situasi sepak pojok yang krusial di menit ke-70, Egy Maulana Vikri menunjukkan kelasnya. Ia melepaskan tendangan kaki kiri keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke arah gawang.

Bola sempat berusaha ditangkap oleh penjaga gawang Phnom Penh, namun apes, bola malah meluncur ke dalam gawang. Sorak sorai membahana di Indomilk Arena! Dewa United akhirnya memecah kebuntuan dan unggul 1-0. Gol ini disambut dengan euforia, seolah kemenangan sudah di depan mata.

Namun, keunggulan Dewa United ternyata tak bertahan lama. Hanya berselang lima menit kemudian, tepatnya di menit ke-75, Phnom Penh Crown berhasil menyamakan kedudukan. Dari situasi sepak pojok, Moses Dyer sukses menyontek bola dan menaklukkan kiper Sonny Stevens. Skor berubah menjadi 1-1, membuat para pendukung Dewa United terdiam membisu.

Drama di Menit Akhir dan Evaluasi Penting

Gol balasan dari Phnom Penh Crown benar-benar menjadi pukulan telak bagi Dewa United. Padahal, mereka sudah unggul jumlah pemain dan baru saja memimpin. Momentum yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperlebar keunggulan justru berbalik menjadi gol penyeimbang lawan.

Meski terus menekan hingga akhir laga, Dewa United gagal menambah gol. Berbagai upaya serangan yang dibangun selalu kandas di pertahanan rapat Phnom Penh Crown yang kini bermain dengan semangat juang tinggi. Peluang-peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol kemenangan.

Peluit panjang akhirnya dibunyikan, mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1. Hasil ini tentu saja sangat mengecewakan bagi Dewa United, yang seharusnya bisa meraih tiga poin penuh di kandang sendiri, apalagi setelah lawan bermain dengan 10 pemain. Ini menjadi awal yang pahit dalam perjalanan mereka di AFC Challenge League.

Hasil imbang ini menjadi pelajaran berharga bagi Dewa United. Mereka harus segera mengevaluasi diri, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir dan menjaga konsentrasi di lini pertahanan, bahkan saat unggul jumlah pemain. Perjalanan di kancah Asia masih panjang, dan setiap poin sangat berharga. Semoga di laga selanjutnya, Tangsel Warriors bisa bangkit dan meraih hasil yang lebih baik.

banner 325x300