Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengguncang panggung nasional dengan torehan prestasi gemilang. Kampus yang dikenal dengan inovasinya ini sukses menyabet penghargaan bergengsi pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Award 2025. Acara penganugerahan tersebut digelar pada Ahad, 26 Oktober 2025, menjadi bukti nyata kiprah mahasiswa UMS yang tak bisa diremehkan.
PKM Award 2025: Ajang Bergengsi Pencetak Inovator Muda
PKM Award adalah puncak apresiasi bagi tim-tim mahasiswa terbaik di seluruh Indonesia yang telah berjuang dalam Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2). Ajang prestisius ini digagas dan diselenggarakan langsung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikstisaintek). Tujuannya jelas, untuk memacu semangat kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa.
Tahun ini, gelaran PKM Award 2025 berlangsung meriah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), salah satu kampus kebanggaan Tanah Air. Di tengah persaingan ketat dari berbagai perguruan tinggi, UMS berhasil menonjolkan diri dengan capaian yang membanggakan. Mereka meraih penghargaan dalam kategori "Perguruan Tinggi Penerima PKM Insentif Terbanyak 2 PKM 2025 Klaster Kedua".
Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam semata, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kerja keras UMS dalam membimbing mahasiswanya. Total ada lima tim mahasiswa UMS yang berhasil mendapatkan pendanaan insentif, menunjukkan kualitas proposal dan implementasi proyek mereka yang luar biasa. Angka ini menempatkan UMS sebagai salah satu kampus terdepan dalam mendorong riset dan inovasi.
Rektor UMS: Kebanggaan dan Harapan Besar untuk PIMNAS
Prof. Harun Joko Prayitno, Rektor UMS, tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa penghargaan PKM Award 2025 adalah bukti konkret kiprah mahasiswa UMS yang semakin mendunia dalam bidang kreativitas dan inovasi. Ini bukan kali pertama UMS menorehkan prestasi, melainkan bagian dari tradisi unggul yang terus dipertahankan.
"Dengan adanya penghargaan ini semakin menegaskan kiprah UMS di ajang kreativitas dan inovasi mahasiswa," ungkap Prof. Harun dengan penuh semangat. Ia menambahkan, "Harapannya, tim-tim yang sudah berlaga di PKM dapat melanjutkan sampai ke PIMNAS dan meraih medali." Target ini menunjukkan ambisi UMS untuk tidak hanya berhenti di tingkat PKM, tetapi juga melangkah lebih jauh ke ajang ilmiah tertinggi mahasiswa.
Prof. Harun juga mengungkapkan bahwa selain lima tim yang menerima insentif, UMS memiliki 15 tim pendanaan PKM lainnya. Total 20 tim ini menjadi kekuatan besar UMS dalam ajang PKM tahun ini, dan diharapkan semuanya dapat sukses melaju hingga tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Ini adalah bukti komitmen UMS dalam menyediakan platform dan dukungan penuh bagi mahasiswanya untuk berprestasi.
"Capaian ini semakin meneguhkan komitmen UMS dalam mendorong mahasiswa untuk berprestasi melalui riset dan inovasi kreatif yang berdampak bagi masyarakat," tegas Prof. Harun. UMS percaya bahwa inovasi bukan hanya tentang ide-ide brilian, tetapi juga tentang bagaimana ide-ide tersebut dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan di sekitar kita.
Belmawa: Menumbuhkan Budaya Riset Sejak Dini
Dr. Beny Bandanandjaja, Direktur Belmawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKM merupakan upaya strategis untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide-ide kreatif serta inovatif mahasiswa. Ia menilai tingginya antusiasme mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mengajukan proposal PKM adalah tanda positif bagi masa depan riset mahasiswa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan.
"Sebagaimana diketahui, kelompok mahasiswa PKM yang lolos seleksi proposal akan memperoleh pendanaan untuk melaksanakan risetnya pada periode Juli hingga Oktober," papar Dr. Beny. Proses seleksi yang ketat dan pendanaan yang diberikan adalah bentuk investasi negara dalam mengembangkan talenta-talenta muda. Ini memastikan bahwa ide-ide inovatif tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk nyata.
Kegiatan PKM ini, lanjut Dr. Beny, kemudian ditutup dengan PKM Award sebagai bentuk apresiasi atas capaian terbaik para mahasiswa. Penghargaan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya. Tim-tim dengan penilaian tertinggi nantinya akan mewakili perguruan tinggi masing-masing pada ajang PIMNAS 2025 yang akan digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar.
PIMNAS adalah panggung utama bagi para inovator muda Indonesia. Di sinilah mereka akan berkompetisi, berjejaring, dan mempresentasikan hasil riset terbaik mereka di hadapan para pakar dan juri. Keberhasilan UMS dalam PKM Award 2025 menjadi modal berharga untuk melangkah ke PIMNAS, membawa nama baik kampus dan menunjukkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Dampak Positif Bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Keberhasilan UMS di PKM Award 2025 tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa. Bagi para mahasiswa yang terlibat, ini adalah kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah ke dalam proyek nyata. Mereka belajar bekerja dalam tim, memecahkan masalah, mengelola proyek, dan menghadapi tantangan di lapangan.
Pengalaman ini sangat berharga dan tidak bisa didapatkan hanya dari teori di kelas. Mahasiswa menjadi lebih percaya diri, memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, dan terbiasa berpikir kritis serta inovatif. Ini adalah bekal penting untuk masa depan mereka, baik sebagai profesional, peneliti, maupun wirausahawan.
Lebih dari itu, proyek-proyek PKM seringkali berfokus pada solusi untuk masalah-masalah di masyarakat. Dari teknologi tepat guna, pengembangan produk inovatif, hingga kajian sosial yang mendalam, setiap proyek berpotensi memberikan kontribusi nyata. Dengan demikian, PKM tidak hanya mencetak mahasiswa berprestasi, tetapi juga agen perubahan yang peduli dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
UMS, dengan komitmennya yang kuat terhadap riset dan inovasi, telah membuktikan diri sebagai salah satu lokomotif pendidikan tinggi di Indonesia. Penghargaan PKM Award 2025 adalah validasi atas upaya keras seluruh civitas academica, mulai dari dosen pembimbing, fasilitas pendukung, hingga semangat juang para mahasiswa. Kini, mata seluruh Indonesia tertuju pada UMS, menantikan kiprah gemilang mereka di PIMNAS 2025. Akankah mereka mencetak sejarah baru dan membawa pulang medali emas? Kita tunggu saja!


















