Siapa yang tak kenal Choi Woo-shik? Aktor dengan senyum menawan dan kemampuan akting yang luar biasa ini selalu berhasil mencuri perhatian. Namun, ada satu hal unik yang melekat pada perjalanan kariernya: perannya sebagai anak SMA. Bayangkan, selama 15 tahun berkarier, Choi Woo-shik bolak-balik memerankan karakter siswa sekolah menengah, bahkan saat usianya sudah menginjak kepala tiga.
Lelah Jadi Anak SMA, Ingin Tampil Lebih "Macho"
Dalam sebuah kesempatan, Choi Woo-shik blak-blakan mengenai pengalamannya ini. Ia mengaku, setiap kali selesai memerankan karakter anak SMA, ia selalu berjanji pada dirinya sendiri bahwa itu akan menjadi yang terakhir. "Setiap kali aku mengenakan seragam sekolah, aku selalu bilang, ‘ini akan jadi tahun terakhir memerankan anak SMA’," ujarnya saat menjadi bintang tamu di acara YouTube Jung Jae-hyung.
Bukan tanpa alasan, lho. Aktor kelahiran 1990 ini merasa ada ketidaksesuaian antara penggambaran siswa SMA di drama dengan realitas. Ia merasa karakter siswa SMA yang sering ia perankan kerap diharapkan bertingkah lebih muda dan banyak merengek. Padahal, menurutnya, siswa SMA zaman sekarang di dunia nyata tidak seperti itu. Hal ini yang kemudian memicu kesadarannya dan keinginan kuat untuk berhenti menjadi anak SMA di layar kaca.
Ia bahkan punya impian besar untuk menampilkan sisi yang berbeda, sisi yang lebih maskulin dan dewasa. "Sebelumnya, saya selalu berpikir untuk berhenti memerankan siswa SMA. Saya benar-benar ingin memerankan karakter yang lebih maskulin dan… Saya ingin akting dengan pisau dan menembakkan senjata," tuturnya, seperti diberitakan Chosun Daily. Sebuah pengakuan yang jujur dari seorang aktor yang ingin terus berkembang dan tidak terjebak dalam satu jenis peran saja.
Ketika Impian Terwujud: Menjelma Pembunuh di A Killer Paradox
Keinginan Choi Woo-shik untuk keluar dari zona nyamannya akhirnya terwujud. Ia mendapatkan kesempatan emas untuk memerankan karakter yang jauh berbeda dari citra anak SMA yang melekat padanya. Dalam serial A Killer Paradox, ia menjelma sebagai Lee Tang, seorang mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu di sebuah toko serba ada.
Karakter Lee Tang ini jauh dari kesan lugu dan ceria. Ia tak sengaja membunuh seseorang, yang kemudian diketahui adalah seorang pembunuh berantai. Dari insiden itu, Lee Tang menyadari bahwa ia memiliki kemampuan unik untuk mendeteksi kriminal. Sebuah peran yang penuh intrik, moralitas abu-abu, dan tentu saja, adegan-adegan yang melibatkan "pisau dan senjata" seperti yang ia impikan.
Peran ini menjadi bukti nyata kemampuan akting Choi Woo-shik yang serbaguna. Ia berhasil membawakan karakter Lee Tang dengan kedalaman emosi yang kompleks, menunjukkan sisi gelap dan rapuh yang belum banyak terlihat dari dirinya. Penggemar pun dibuat terpukau dengan transformasinya yang drastis, jauh dari citra "adik gemas" yang selama ini melekat.
Mengejutkan! Realisasi Tak Terduga Setelah Mencicipi Peran "Macho"
Namun, siapa sangka, pengalaman memerankan karakter pembunuh berantai yang maskulin dan penuh ketegangan ini justru membawa Choi Woo-shik pada sebuah realisasi yang tak terduga. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, sebuah peran yang jauh dari seragam sekolah, ia justru menemukan kenyamanan di tempat yang tidak disangka-sangka.
"Saya mendapat kesempatan untuk memerankan karakter pembunuh, tetapi pada akhirnya, saya menyadari bahwa hal yang paling nyaman untuk dilakukan adalah memerankan seorang siswa SMA yang duduk di kelas mengenakan seragam sekolah," ungkapnya. Sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan, bukan? Setelah sekian lama ingin lepas dari peran anak SMA, ia justru menyadari bahwa peran itulah yang paling nyaman baginya.
Mungkin, ada beberapa alasan di balik realisasi ini. Bisa jadi, peran anak SMA terasa lebih ringan secara emosional, tidak seberat karakter kompleks seperti Lee Tang yang harus bergulat dengan moralitas dan trauma. Atau mungkin, ia memang sudah sangat familiar dan menguasai betul bagaimana cara membawakan karakter siswa SMA dengan segala nuansanya, sehingga terasa lebih "mudah" dan "nyaman" baginya.
Kembali ke Rom-Com: Kim U-ju di Would You Marry Me?
Kini, setelah petualangan gelapnya di A Killer Paradox, Choi Woo-shik kembali ke layar kaca dengan genre yang lebih ringan dan akrab bagi banyak penggemar: drama romantis komedi. Ia berperan sebagai Kim U-ju dalam drama terbaru berjudul Would You Marry Me?.
Dalam drama ini, ia memerankan Kim U-ju, satu-satunya anak laki-laki sekaligus pewaris dari Myungsoondang, toko roti tertua di Korea Selatan. Karakternya digambarkan sebagai sosok yang charming dan mungkin sedikit kikuk, jauh dari kesan pembunuh berantai. Hidupnya kemudian terlibat dengan Yoo Me-ri (diperankan oleh Jung So-min) yang sedang mengalami masa-masa sulit.
Yoo Me-ri baru saja mengetahui tunangannya selingkuh saat sedang mempersiapkan pernikahan mereka. Ironisnya, tunangan Me-ri memiliki nama yang sama dengan karakter Choi Woo-shik, yaitu Kim U-ju. Kisah cinta yang penuh kebetulan dan komedi ini dapat kamu saksikan setiap Jumat dan Sabtu sejak 10 Oktober lalu.
Refleksi Perjalanan Karier dan Zona Nyaman Seorang Aktor
Kisah Choi Woo-shik ini memberikan kita gambaran menarik tentang perjalanan karier seorang aktor. Terkadang, apa yang kita inginkan dan apa yang kita rasa nyaman itu berbeda. Ada kalanya seorang aktor ingin mencoba peran yang menantang untuk membuktikan kemampuan mereka, namun pada akhirnya, mereka menemukan bahwa ada kenyamanan tersendiri dalam peran yang sudah mereka kuasai atau yang paling cocok dengan persona mereka.
Fenomena typecasting memang sering terjadi di industri hiburan. Seorang aktor bisa sangat melekat dengan satu jenis peran karena kesuksesan atau kecocokan yang luar biasa. Namun, seperti Choi Woo-shik, banyak juga yang berusaha keras untuk keluar dari bayang-bayang tersebut demi eksplorasi artistik. Pada akhirnya, menemukan keseimbangan antara tantangan baru dan zona nyaman adalah kunci untuk karier yang langgeng dan memuaskan.
Choi Woo-shik telah menunjukkan bahwa ia mampu memerankan berbagai karakter, dari siswa SMA yang lugu, pembunuh berantai yang kompleks, hingga pewaris toko roti yang romantis. Pengakuannya tentang kenyamanan dalam peran anak SMA justru menunjukkan kejujuran dan pemahaman diri yang mendalam. Kita jadi penasaran, peran anak SMA seperti apa lagi yang akan ia bawakan di masa depan, ya? Atau mungkin, ia akan menemukan kenyamanan baru di genre lain? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya dari Choi Woo-shik!


















