Sebuah studi terbaru dari firma riset Kantar mengungkap fakta menarik tentang bagaimana setiap generasi memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Ternyata, cara Gen Z, Milenial, Gen X, hingga Boomer menggunakan AI itu beda jauh, lho! Ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga tentang gaya hidup dan prioritas masing-masing.
Gen Z: Kreativitas Tanpa Batas dengan AI
Buat Gen Z yang dikenal sebagai generasi digital native, AI adalah teman setia untuk mengekspresikan diri. Studi Kantar menunjukkan, 74 persen dari mereka menggunakan AI untuk jadi lebih kreatif. Ini termasuk dalam kreasi konten yang viral, membangun personal branding yang kuat, hingga sekadar mengeksplorasi ide-ide baru.
Mereka nggak ragu memanfaatkan AI sebagai "senjata" utama untuk menciptakan karya-karya unik. Dari membuat ilustrasi, mengedit video, sampai menulis lirik lagu, AI membantu Gen Z mewujudkan imajinasi mereka tanpa batas. Nggak heran kalau hasil karya mereka seringkali out-of-the-box dan menarik perhatian.
Milenial & Gen X: AI untuk Karier dan Produktivitas Maksimal
Beda lagi dengan Milenial dan Gen X yang sedang sibuk-sibuknya mengelola karier dan segudang tugas. Sebanyak 80 persen dari mereka melihat AI sebagai peran pendukung yang krusial di tempat kerja. Mereka memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas harian.
AI menjadi alat bantu yang praktis untuk meringkas dokumen, menyusun email, atau bahkan menganalisis data. Bagi mereka, AI bukan cuma tentang inovasi, tapi lebih ke arah solusi cerdas untuk menghemat waktu dan tenaga, sehingga pekerjaan bisa selesai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
Boomer: Praktis Itu Nomor Satu!
Lalu bagaimana dengan Boomer? Generasi yang lebih senior ini cenderung menggunakan AI untuk kepraktisan. Mereka mencari kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, seperti mencari informasi, mengatur jadwal, atau bahkan membantu dalam navigasi.
AI bagi Boomer adalah teknologi yang mempermudah hidup, bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan. Mereka mengandalkan AI untuk hal-hal yang membuat rutinitas jadi lebih efisien dan nyaman.
Mengapa AI Begitu Menarik bagi Kita?
Ummu Hani, Director Kantar Indonesia, menjelaskan bahwa meskipun setiap generasi punya kebutuhan yang berbeda, tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik. "Hari ini, AI menjadi teknologi yang inklusif, menghubungkan Gen Z yang serba cepat, Millennial dan Gen X yang multitasking, hingga Boomer yang mengandalkan kepraktisan dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Riset Kantar juga mengungkapkan bahwa 59 persen orang di Indonesia sudah mencoba teknologi AI. Dari angka tersebut, 67 persen memilih menggunakan AI karena bisa menghemat waktu. Sementara itu, 54 persen lainnya merasa kehadiran AI dapat membantu mereka belajar hal baru dan meningkatkan kompetensi diri. Ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya tren, tapi sudah jadi bagian penting dalam kehidupan kita.
Samsung Galaxy AI: Solusi Adaptif untuk Setiap Generasi
Melihat kebutuhan yang beragam ini, Samsung hadir dengan perangkat foldable terbarunya, Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7, yang ditenagai oleh Galaxy AI. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan komitmen mereka. "Inilah wujud nyata dari visi kami, menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif, mampu memahami dan melengkapi cara kerja unik setiap individu, sehingga semua orang bisa berkarya tanpa batas," katanya.
Terbukti, respons pengguna sangat positif. Ilham menambahkan, "9 dari 10 pengguna telah menggunakan Galaxy AI dan Google Gemini di keseharian." Ini membuktikan bahwa teknologi AI yang dihadirkan Samsung memang relevan dan bermanfaat bagi banyak orang.
Galaxy Z Fold7: Multitasking Juara untuk Milenial & Gen X
Bagi Milenial dan Gen X yang seringkali harus mengelola segudang tugas, Galaxy Z Fold7 adalah jawaban. Perangkat ini menawarkan ruang kerja yang luas, memungkinkan mereka untuk multitasking secara maksimal. Bayangkan, kamu bisa membuka tiga aplikasi sekaligus, sambil tetap mengakses Google Gemini untuk bertanya atau merangkum dokumen penting tanpa perlu keluar dari aplikasi utama.
Fitur ini sangat mendukung efisiensi kerja. Data dari Kantar bahkan menyebutkan bahwa 62 persen pengguna memanfaatkan AI untuk merangkum konten atau laporan. Dengan Galaxy Z Fold7, tugas-tugas berat bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan cerdas.
Galaxy Z Flip7: Partner Kreatif untuk Gen Z
Sementara itu, Galaxy Z Flip7 hadir sebagai partner kreatif yang sempurna untuk Gen Z. Fitur Gemini Live di Cover Screen memungkinkan pengguna mengakses AI bahkan sebelum membuka ponsel. Ini berarti ide-ide spontan bisa langsung diolah tanpa hambatan.
Ditambah lagi, fitur FlexCam dan editing berbasis AI memungkinkan mereka merekam dan menyempurnakan konten dengan efek yang unik. Dari mengubah ide-ide mentah menjadi karya visual yang memukau, Galaxy Z Flip7 siap mendukung setiap proses kreatif. Riset Kantar juga sejalan dengan ini, di mana 75 persen pengguna memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas gambar.
Pada akhirnya, AI telah membuktikan diri sebagai teknologi inklusif yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan unik setiap generasi. Baik untuk kreativitas, produktivitas, maupun kepraktisan, AI terus berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Jadi, kamu yang mana nih? Tim Gen Z, Milenial, atau Boomer dalam memanfaatkan AI?


















