Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk siap mengemban tugas baru yang krusial. Ia digadang-gadang akan memimpin struktur Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua yang segera diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menandai fokus serius pemerintah pada pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Misi Krusial untuk Tanah Papua
Ribka Haluk menegaskan kesiapannya untuk menjalankan berbagai tugas percepatan pembangunan di Papua. Wilayah ini, dengan segala kompleksitas dan potensi besarnya, memang membutuhkan perhatian khusus dan langkah konkret dari pemerintah pusat. Fokus utamanya mencakup sektor pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang merata, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat adat.
"Memang kita harus melakukan tugas-tugas dalam rangka percepatan pembangunan Papua," ujar Ribka, melansir Antara. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjawab tantangan dan mewujudkan harapan masyarakat Papua akan kemajuan yang nyata.
Misteri di Balik Pelantikan Istana
Pelantikan yang dinanti-nanti ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, pukul 15.00 WIB di Istana Negara, Jakarta. Namun, ada sedikit misteri menyelimuti jabatan spesifik yang akan diemban Ribka Haluk. Ia mengaku belum mengetahui secara resmi nomenklatur posisi barunya tersebut.
Ribka menyebut kemungkinan posisi "Kepala Badan" atau bagian dari "Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua." Ketidakpastian ini menambah rasa penasaran publik mengenai struktur baru yang akan dibentuk Presiden Prabowo.
"Tapi saya tidak mendahului ya, SK belum ada. Nomenklaturnya nanti setelah Bapak Presiden membacakan baru bisa kita tahu," jelas Ribka dengan hati-hati. Keputusan akhir terkait posisi dan susunan komite masih menunggu pembacaan surat keputusan langsung dari Presiden, yang akan menjadi momen penting bagi masa depan Papua.
Informasi mengenai pelantikan ini baru diterima Ribka kemarin sore dari Sekretaris Kabinet. Ia pun turut menanti pengumuman resmi mengenai siapa saja yang akan dilantik dan tugas-tugas spesifik yang akan diemban dalam komite baru tersebut. Ini menunjukkan bahwa persiapan pelantikan dilakukan secara cepat dan mendadak.
Fokus Tak Goyah: Sinergi untuk Papua
Terlepas dari ketidakpastian jabatan, Ribka Haluk menegaskan dirinya selama ini tetap fokus pada agenda percepatan pembangunan di Tanah Papua. Baginya, esensi dari tugas ini adalah mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah timur Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas lembaga untuk mendukung program pemerintah pusat.
"Yang jelas penguatan dan sinergi kita bersama untuk mengawal program Bapak Presiden, khususnya di Papua," terang Wamendagri Ribka Haluk. Ini termasuk mengawal program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo. Program ini diharapkan dapat mengatasi masalah gizi dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda Papua.
Rangkap Jabatan atau Fokus Baru?
Pertanyaan mengenai status jabatan Wakil Menteri Dalam Negeri yang saat ini dipegangnya juga menjadi sorotan. Ribka Haluk mengaku belum ada instruksi baru apakah ia akan merangkap jabatan atau sepenuhnya difokuskan pada posisi barunya di Komite Percepatan Pembangunan Papua.
"Belum, kami belum dapat perintah. Sementara hanya disuruh siapkan diri untuk sebentar dilantik," katanya. Situasi ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo mungkin memiliki rencana khusus terkait peran Ribka Haluk, yang akan terungkap saat pelantikan nanti.
Agenda Padat Prabowo: Bukan Hanya Papua
Pelantikan Ribka Haluk ini menjadi bagian dari agenda padat Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama, Rabu, 8 Oktober 2025. Prabowo dijadwalkan melantik sejumlah duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) serta kepala badan di Istana Negara, Jakarta. Ini menandakan perombakan dan pengisian posisi-posisi strategis yang signifikan.
Upacara pelantikan ini diperkirakan akan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara, termasuk para menteri Kabinet Merah Putih, menunjukkan pentingnya momen tersebut. Gladi bersih pun telah dilakukan untuk memastikan kelancaran acara.
Selain itu, Presiden juga akan melantik 10 Duta Besar RI untuk negara sahabat. Salah satu yang akan dilantik adalah Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto sebagai Dubes RI untuk Belgia. Andy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyebut Dubes di Belgia itu sebagai "kepala sekolah" para dubes di Eropa, mengindikasikan peran strategis posisi tersebut.
Tak hanya itu, Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen juga akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2025-2030. Keduanya dilantik setelah dinyatakan menang dalam pemungutan suara ulang (PSU), menandai babak baru kepemimpinan di Papua. Mereka tiba di Istana dengan pakaian dinas upacara (PDU) putih, irit bicara namun sempat berucap "Papua hebat" yang penuh semangat.
Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025-2030 juga masuk dalam daftar pelantikan. Farid Azhar Nasution akan dilantik sebagai Wakil Ketua Komisioner LPS, bersama Anggito Abimanyu sebagai Ketua Komisioner LPS, dan dua anggota lainnya. Keempatnya telah menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR RI pada September 2025, menunjukkan proses seleksi yang ketat.
Rangkaian pelantikan ini secara keseluruhan menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengisi posisi-posisi strategis untuk menjalankan roda pemerintahan secara efektif. Khususnya di Papua, penunjukan Ribka Haluk dalam komite percepatan pembangunan diharapkan membawa angin segar dan langkah konkret menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Semua mata kini tertuju pada pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto sore nanti.


















