Lembaga survei Poltracking Indonesia baru saja merilis hasil evaluasi satu tahun kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei ini dilakukan menjelang peringatan satu tahun pelantikan mereka pada 20 Oktober 2024. Hasilnya cukup mengejutkan, dengan beberapa menteri menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi.
Dua nama menteri yang paling menonjol dan berhasil mencuri perhatian publik adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Keduanya berhasil meraih tingkat kepuasan tertinggi dari responden, menandakan kinerja mereka yang diapresiasi luas oleh masyarakat.
Menkeu Purbaya dan Menag Nasaruddin Jadi Bintang Kabinet
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapatkan respons positif yang signifikan. Sebanyak 11,0% responden mengaku sangat puas dengan kinerjanya, sementara 50,2% lainnya menyatakan cukup puas. Ini berarti total 61,2% responden memberikan nilai kepuasan terhadap Menkeu Purbaya, menunjukkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan fiskal negara.
Tidak kalah cemerlang, Menteri Agama Nasaruddin Umar berhasil meraih total nilai kepuasan yang lebih tinggi lagi. Dengan 10,8% responden sangat puas dan 54,9% cukup puas, Menag Nasaruddin mencatatkan angka kepuasan total sebesar 65,7%. Angka ini menempatkannya sebagai menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi di kabinet.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menjelaskan temuan ini dalam jumpa pers daring pada Minggu (19/10/2025). Ia menyoroti bagaimana kedua menteri ini berhasil membangun persepsi positif di mata masyarakat melalui kinerja mereka. Kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan kerukunan beragama tampaknya menjadi faktor kunci.
Menteri Lain yang Juga Moncer
Selain Menkeu Purbaya dan Menag Nasaruddin, beberapa nama lain juga mendapatkan apresiasi tinggi dari publik. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, misalnya, meraih angka kepuasan sebesar 63,5%. Kinerjanya dalam bidang olahraga dan kepemudaan tampaknya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kemudian, ada juga Teddy Indra Wijaya yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab). Ia berhasil mendapatkan nilai kepuasan total sebesar 58,1%. Peran Seskab yang vital dalam mendukung operasional pemerintahan pusat menunjukkan bahwa kinerjanya juga diakui oleh publik.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa beberapa individu di kabinet Prabowo-Gibran berhasil membangun citra positif dan menunjukkan kinerja yang solid. Hal ini tentu menjadi modal penting bagi keberlanjutan program-program pemerintah ke depan.
Kepuasan Mayoritas Publik Terhadap Prabowo-Gibran
Secara keseluruhan, kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Survei Poltracking menunjukkan bahwa 78,3% responden mengaku puas dengan kinerja kepemimpinan mereka. Angka ini terbilang tinggi untuk pemerintahan yang baru berjalan satu tahun.
Dari total kepuasan tersebut, 9,7% responden menyatakan sangat puas, sementara 68,6% lainnya mengaku cukup puas. Ini mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat merasa pemerintahan berjalan sesuai harapan atau bahkan lebih baik dari perkiraan.
Meski demikian, ada juga sebagian kecil responden yang menyatakan ketidakpuasan. Sebanyak 19,2% responden mengaku tidak puas, dengan rincian 17,5% kurang puas dan 1,7% tidak puas sama sekali. Sementara itu, 2,5% responden memilih untuk tidak tahu atau tidak menjawab.
Alasan di Balik Tingginya Kepuasan Publik
Hanta Yuda juga membeberkan alasan-alasan utama di balik tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto. Faktor kepemimpinan menjadi poin terkuat yang dirasakan masyarakat. Sebanyak 22,9% responden menyebut "kepemimpinan tegas, berani, dan bertanggung jawab" sebagai alasan utama kepuasan mereka.
Ini menunjukkan bahwa citra Prabowo sebagai pemimpin yang kuat dan berani mengambil keputusan resonansi dengan harapan masyarakat. Persepsi ini mungkin terbentuk dari berbagai kebijakan atau sikap yang ditunjukkan selama satu tahun menjabat.
Selain itu, program-program yang langsung menyentuh masyarakat juga menjadi pendorong kepuasan. Sebanyak 13,4% responden mengatakan bahwa "bantuan sosialnya bermanfaat". Program bansos yang terus digulirkan pemerintah dinilai efektif dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Figur Prabowo yang "dekat dengan rakyat atau membela kepentingan rakyat kecil" juga menjadi alasan penting, dipilih oleh 11,4% responden. Kedekatan ini bisa terwujud melalui berbagai kunjungan lapangan atau pernyataan yang menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat lapisan bawah.
Fokus pada Hukum dan Program Unggulan
Aspek penegakan hukum dan pemberantasan korupsi juga menjadi sorotan positif. Sebanyak 9,2% responden menilai bahwa "penegakan hukum dan pemberantasan korupsi lebih baik". Ini menunjukkan adanya harapan dan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola yang lebih bersih.
Yang menarik, program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan salah satu janji kampanye utama, juga sudah mulai memberikan dampak positif pada persepsi publik. Sebanyak 8,2% responden memilih program ini sebagai alasan kepuasan mereka, meskipun implementasinya masih dalam tahap awal. Ini menandakan antisipasi dan harapan besar masyarakat terhadap program tersebut.
Metodologi Survei yang Terpercaya
Survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada tanggal 3 hingga 10 Oktober 2025. Total ada 1.220 orang yang menjadi responden, dipilih secara acak dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan margin of error sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, hasil survei ini dapat dianggap representatif.
Proses wawancara dilakukan secara langsung atau tatap muka oleh surveyor terlatih, memastikan data yang dikumpulkan akurat dan valid. Metodologi yang ketat ini menambah kredibilitas temuan Poltracking Indonesia.
Secara keseluruhan, hasil survei ini memberikan gambaran positif tentang kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan tingginya tingkat kepuasan publik, terutama terhadap beberapa menteri kunci dan kepemimpinan secara umum, pemerintahan ini tampaknya memiliki modal sosial yang kuat untuk melanjutkan program-programnya di tahun-tahun mendatang.


















