Stadion Olimpico Lluis Companys menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang mendebarkan. Barcelona, raksasa Catalan, harus berjuang mati-matian saat menjamu tetangga mereka, Girona, dalam lanjutan La Liga Spanyol pada Sabtu (18/10) malam WIB. Kemenangan 2-1 yang akhirnya diraih Blaugrana bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan hasil dari perjuangan heroik hingga detik-detik terakhir pertandingan.
Babak Pertama yang Penuh Kejutan
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Barcelona langsung tancap gas. Penguasaan bola mutlak menjadi ciri khas mereka di awal laga, berusaha keras membongkar pertahanan rapat tim tamu. Nama-nama seperti Marcus Rashford, Lamine Yamal, Alejandro Balde, dan Pedri bergantian mengancam pertahanan tim tamu, menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Hasilnya, pada menit ke-13, kebuntuan pecah. Pedri, dengan penetrasi briliannya di kotak penalti, sukses mengoyak jala Girona dan membawa Barca unggul 1-0. Gol pembuka ini disambut sorak sorai meriah dari para pendukung yang memadati stadion.
Namun, euforia publik tuan rumah tak bertahan lama. Hanya berselang tujuh menit, Girona memberikan kejutan balasan yang tak kalah memukau, membuat skor kembali imbang. Berawal dari skema sepak pojok, Axel Witsel dengan akrobatik melepaskan tendangan salto yang tak mampu dihalau kiper Barcelona. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Setelah gol penyama kedudukan, intensitas pertandingan meningkat drastis. Kedua tim saling berbalas serangan, menciptakan jual beli peluang yang mendebarkan di sepanjang sisa babak pertama. Girona sempat memiliki kans emas melalui Vladyslav Vanat, Portu, dan Witsel lagi, yang semuanya menguji lini belakang Barca.
Sementara Barcelona membalas lewat upaya Frenkie De Jong dan Rashford yang belum menemui sasaran. Paruh pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, menyisakan banyak pertanyaan tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Babak Kedua: Serangan Tanpa Henti dan Dinding Gaza
Memasuki paruh kedua, skenario pertandingan tak banyak berubah. Barcelona semakin gencar melancarkan serangan, berusaha keras mencari gol kedua yang akan mengamankan tiga poin. Mereka mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Girona.
Peluang Bryan Gil untuk Girona sempat membuat jantung fans Barca berdegup kencang, namun dibalas cepat oleh Fermin Lopez yang juga belum beruntung. Lamine Yamal juga memiliki kesempatan emas, namun sontekannya digagalkan oleh kiper lawan. Kiper Girona, Paulo Gazzaniga, menjelma menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Ia berkali-kali menggagalkan upaya Lamine Yamal dan Fermin Lopez, membuat para penyerang Blaugrana frustrasi.
Pada menit ke-60, publik Lluis Companys sempat bersorak saat Pau Cubarsi berhasil mencetak gol. Namun, wasit menganulirnya setelah melihat adanya pelanggaran dalam proses serangan Barcelona, menambah daftar panjang kesialan tuan rumah. Tekanan Barcelona terus berlanjut, namun pertahanan Girona yang disiplin dan penampilan gemilang Gazzaniga membuat mereka kesulitan menembus.
Pahlawan di Menit Akhir
Ketika waktu normal hampir habis dan hasil imbang 1-1 seolah menjadi kepastian, sebuah ‘plot twist’ dramatis terjadi di masa injury time. Harapan fans Barcelona mulai menipis, khawatir tim kesayangan mereka akan kehilangan poin penting di kandang sendiri. Namun, sepak bola selalu punya cerita tak terduga.
Tepat di menit ketiga injury time, Ronald Araujo muncul sebagai pahlawan tak terduga. Memanfaatkan umpan matang dari Frenkie De Jong, Araujo dengan tenang menceploskan bola ke gawang Girona, mengubah skor menjadi 2-1. Gol telat ini sontak disambut gegap gempita oleh seluruh isi stadion, meledakkan kegembiraan yang tertahan sepanjang laga.
Skor 2-1 untuk keunggulan Barcelona pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini terasa sangat manis, mengingat betapa sulitnya Barcelona menembus pertahanan Girona yang tampil solid sepanjang laga. Tiga poin krusial berhasil diamankan dengan perjuangan ekstra keras.
Susunan Pemain
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan kedua tim dalam pertandingan sengit ini:
Barcelona: Wojciech Szczesny; Jules Kounde, Eric Garcia, Pau Cubarsi, Alejandro Balde; Pedri, Frenkie De Jong, Marc Casado; Lamine Yamal, Antonio Fernandez, Marcus Rashford.
Girona: Paulo Gazzaniga; Hugo Rincon, Vitor Reis, Daley Blind, Alex Moreno; Bryan Gil, Arnau Martinez, Axel Witsel, Joel Roca; Portu, Vladyslav Vanat.
Hasil ini menegaskan bahwa di La Liga, tidak ada pertandingan yang mudah. Girona membuktikan diri sebagai lawan yang patut diperhitungkan, mampu menyulitkan tim sekelas Barcelona. Bagi Barcelona, tiga poin ini krusial untuk menjaga momentum dan posisi mereka di papan atas klasemen, meskipun harus diraih dengan perjuangan ekstra keras dan ‘jantung copot’.


















