Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Bikin Melongo! Harta Rp92 Miliar, Sri Mulyani Kini Cuma Punya Satu Mobil, Ini Rinciannya!

bikin melongo harta rp92 miliar sri mulyani kini cuma punya satu mobil ini rinciannya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, CNN Indonesia — Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sosok yang dikenal luas di kancah ekonomi global, kini menjadi sorotan publik setelah laporan harta kekayaannya (LHKPN) terungkap pasca-lengser dari jabatannya. Meski total kekayaannya mencapai angka fantastis Rp92,8 miliar, ada satu detail yang cukup mengejutkan dan membuat banyak orang terheran-heran: ia hanya tercatat memiliki satu unit mobil pribadi.

Informasi ini muncul dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis per 21 Maret 2025. Detail ini menarik perhatian, mengingat posisi strategis yang pernah diembannya sebagai bendahara negara selama bertahun-tahun. Publik pun bertanya-tanya, kendaraan apa yang menjadi pilihan seorang mantan Menteri Keuangan dengan kekayaan puluhan miliar rupiah?

banner 325x300

Total Kekayaan yang Fantastis, Tapi…

Sri Mulyani, yang baru saja menyerahkan jabatannya kepada Purbaya Yudhi Sadhewa pada Selasa, 9 September 2025, memang memiliki total kekayaan bersih yang sangat besar. Angka Rp92,8 miliar ini menunjukkan stabilitas finansial yang luar biasa, hasil dari akumulasi aset selama kariernya yang cemerlang, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, yang menjadi poin utama adalah bagaimana kekayaan tersebut terdistribusi, terutama pada kategori aset transportasi. Di tengah banyaknya pejabat publik yang kerap menjadi sorotan karena koleksi kendaraan mewah, pilihan Sri Mulyani justru menunjukkan sisi yang lebih sederhana.

Deretan Kendaraan Pribadi Sri Mulyani: Dari Innova Zenix Hingga Moge

Menurut LHKPN yang dapat diakses publik, satu-satunya mobil yang dimiliki Sri Mulyani adalah sebuah Toyota Kijang Innova Zenix lansiran tahun 2024. Mobil keluarga yang dikenal irit dan nyaman ini diklaim sebagai hasil perolehan sendiri, dengan taksiran harga mencapai Rp638,9 juta. Pilihan ini terbilang cukup merakyat untuk seorang mantan menteri.

Di luar mobil, koleksi kendaraan Sri Mulyani lebih didominasi oleh roda dua. Ia tercatat memiliki dua unit skutik yang populer di pasaran. Ada Honda Scoopy tahun 2022 senilai Rp18 juta dan Honda PCX lansiran tahun yang sama dengan taksiran harga Rp26 juta. Kedua skutik ini juga disebutkan sebagai hasil perolehan sendiri.

Tak hanya skutik, Sri Mulyani juga memiliki satu unit motor gede (moge) yang cukup ikonik, yakni Honda Rebel CMX500 tahun 2019. Moge bergaya cruiser ini ditaksir memiliki harga Rp100 juta. Seluruh aset roda dua ini, seperti halnya mobilnya, tercatat dalam LHKPN sebagai hasil perolehan sendiri, menunjukkan bahwa ia membeli kendaraan-kendaraan tersebut dari penghasilannya.

Bukan Hanya Kendaraan, Ini Detail Aset Lainnya

Meski kepemilikan kendaraannya terbilang "modest" untuk ukuran seorang pejabat tinggi, aset terbesar Sri Mulyani tetap berada pada kategori tanah dan bangunan. LHKPN mencatat nilai aset ini mencapai sekitar Rp49,5 miliar, menunjukkan investasi signifikan pada properti. Ini adalah komponen terbesar dari total kekayaannya.

Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp391,7 juta, yang bisa berupa perhiasan, barang seni, atau aset berharga lainnya. Surat berharga juga menjadi bagian penting dari portofolio kekayaannya, dengan nilai sekitar Rp34,9 miliar. Tak ketinggalan, kas dan setara kas yang ia miliki mencapai sekitar Rp16,5 miliar.

Dengan demikian, total kekayaan Sri Mulyani sebenarnya mencapai Rp102,1 miliar sebelum dipotong utang. Setelah memperhitungkan utang sebesar Rp9,3 miliar, kekayaan bersihnya menjadi Rp92,8 miliar. Angka ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pejabat negara dengan kekayaan yang sangat substansial.

Momen Pamit dan Menjadi "Warga Biasa"

Pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menandai berakhirnya sebuah era. Pada momen serah terima jabatan di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ia sempat menyampaikan pamitan yang menyentuh. Ia berharap agar ruang privasinya dihormati setelah kembali menjadi "warga negara biasa."

"Saya pamit undur diri dan mohon mulai saat ini kami dihormati ruang privasi, ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa," ujar Sri Mulyani dalam pidatonya. Pernyataan ini memberikan kesan bahwa ia ingin kembali menjalani kehidupan yang lebih tenang dan jauh dari sorotan publik setelah bertahun-tahun mengabdi.

Dengan kerendahan hati, ia juga memohon maaf jika selama bertugas melakukan kesalahan. Ia tak lupa mengucapkan selamat kepada Purbaya Yudhi Sadhewa yang kini mengemban tugas dan tanggung jawab baru sebagai Bendahara Negara. "Semoga Pak Yudhi sukses dan diberi kemudahan dalam membantu Pak Prabowo," tambahnya.

Konteks di Balik Pengunduran Diri: Protes dan Reshuffle Kabinet

Pengunduran diri Sri Mulyani tidak terjadi dalam ruang hampa. Momen ini datang tak berselang lama setelah gelombang unjuk rasa masyarakat yang masif atas kondisi pemerintahan pada akhir Agustus lalu. Protes tersebut mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap berbagai kebijakan dan situasi ekonomi.

Bahkan, dalam situasi yang memanas tersebut, rumah Sri Mulyani dilaporkan ikut dijarah warga, sebuah insiden yang tentu saja menambah tekanan dan kompleksitas pada masa-masa akhir jabatannya. Peristiwa ini mungkin turut memperkuat keinginannya untuk mundur dan mencari ketenangan sebagai warga biasa.

Reshuffle kabinet yang menyusul gelombang protes ini menjadi penanda pergolakan politik yang cukup signifikan. Kepergian Sri Mulyani, salah satu menteri yang paling lama menjabat dan memiliki reputasi internasional, menjadi salah satu konsekuensi dari dinamika politik dan tuntutan publik yang berkembang saat itu.

Warisan dan Harapan untuk Bendahara Negara Baru

Terlepas dari detail LHKPN dan konteks pengunduran dirinya, Sri Mulyani meninggalkan warisan yang tak terbantahkan di Kementerian Keuangan. Ia telah memimpin reformasi fiskal, menjaga stabilitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global selama masa jabatannya. Reputasinya sebagai ekonom ulung diakui dunia.

Kini, tongkat estafet telah diserahkan kepada Purbaya Yudhi Sadhewa. Harapan besar tentu disematkan padanya untuk melanjutkan tugas berat sebagai bendahara negara, menjaga kesehatan fiskal, dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Publik akan terus memantau kinerja dan kebijakan yang akan diambil oleh Menteri Keuangan yang baru.

banner 325x300